Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klarifikasi Istri Pasien COVID-19 yang Dipukuli: Dia Mau Peluk Kami
Viral pasien COVID-19 dipukuli warga di kawasan Kabupaten Toba. (IDN Times/Istimewa)

Toba, IDN Times – Viral video dugaan penganiayaan terhadap Selamat Sianipar (45), pasien COVID-19 di Dusun Bulu Silape, Desa Sianipar II, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatra Utara, Kamis  (22/7/2021) lalu berbuntut panjang. Saat ini Selamat sudah dirujuk ke rumah sakit di Porsea untuk menjalani isolasi.

Belakangan, video itu diklarifikasi oleh Elisabeth Sitorus. Isteri Selamat Sianipar. Kata Elisabeth, suaminya itu memang keluar dari lokasi isolasi yang merupakan sebuah pondokan bikinan warga,sehingga masyarakat khawatir, Selamat akan menularkan penyakit.

1. Istri sebut suaminya ingin memeluk mereka

ilustrasi pandemi COVID-19 (ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat)

Elisabeth pun bercerita. Saat itu suaminya yang sedang melakukan isolasi tiba-tiba datang ke rumah. Saat itu warga yang mengetahui langsung menghalau Selamat.

"Dia mau memeluk kami. Jadi kami lari. Warga menolong kami. Sudah dibilang jangan menyebarkan virus. Kami disuruh lari oleh warga," ujar Elisabeth.

Saat mereka lari, masyarakat pun berupaya mengamankan Selamat.

2. Bupati juga menegaskan warga hanya mengamankan Selamat Sianipar

Ilustrasi tes cepat COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Bupati Toba Poltak Sitorus juga menjelaskan jika apa yang terjadi di video itu adalah proses pengamanan terhadap Selamat. "Bukan untuk kekerasan, hanya mengamankan. Saya lihat masyarakat desa juga sangat peduli dengan pak Selamat Sianipar ini," kata Poltak, Sabtu lalu.

Poltak mengatakan pemerintah Kabupaten Toba telah membawa Selamat ke RSUD untuk menjalani perawatan. “Jadi saya lihat, masyarakat sangat peduli dengan Selamat Sianipar,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Pardomuan, Toba, Timbang Sianipar, mengatakan pihaknya melakukan isolasi mandiri kepada korban bernama Selamat Sianipar di lokasi yang sudah disetujui oleh pihak keluarga. Kebutuhan Selamat saat isolasi juga sudah dipenuhi oleh pemerintah Desa.

"Beras 1 karung, telur 1 papan, dencis 2 kaleng, garam, minyak goreng, sabun mandi, sudah kami siapkan untuk saudara Selamat Sianipar," ucap Kades Pardomuan.

3. Polisi sebut Selamat sudah dua kali lari dari rumah sakit

Ilustrasi petugas medis. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi yang datang ke lokasi juga mengatakan peristiwa ini terjadi karena warga ingin mengamankan Selamat yang lari saat menjalani Isolasi Mandiri. Warga dibantu keluarga mengamankan Selamat yang terus menerus mengejar ingin memeluk warga.

"Itu dilakukan warga sebagai tindakan mengamankan karena yang bersangkutan teriak-teriak bahwa tidak ada COVID. Yang bersangkutan keluar rumah sambil meludahi orang yang berpapasan dengan dia dan memeluk orang.  Setelah diamankan, yang bersangkutan juga langsung dibawa ke RS di Silaen, namun sudah 2 kali lari dari RS," tutur Hadi.

Hadi mengatakan pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kepada keluarga dan warga kampung atas peristiwa itu. "Warga yang ikut mengamankan saat itu juga sudah diambil keterangan untuk klarifikasi kejadian video yang viral tersebut.," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article