Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenaikan Harga BBM, Edy: Gubernur Saja Berat Ini

Kenaikan Harga BBM, Edy: Gubernur Saja Berat Ini
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Kepala Dinas Kominfo Sumut Irman Oemar menjawab pertanyaan wartawan, di Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan (Istimewa/IDN Times)
Share Article

Medan, IDN Times – Gubernur Sumatra Utara memberikan tanggapan soal dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menyusul berbagai gelombang unjuk rasa di daerah yang dipimpinnya.

Edy memahami soal beban masyarakat karena dampak kenaikan BBM. Pihaknya juga tengah melakukan pembahasanlangkah-langkah strategis.

"Yang pastinya rakyat berat, jangankan rakyat. Gubernur saja berat ini," sebut Gubernur Edy saat diwawancarai wartawan di Gedung DPRD Sumut, Rabu (7/9/2022) petang.

1. Pemprov tengah menghitung inflasi di Sumut

Ilustrasi Inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Saat ini kata Edy, pihaknya tengah melakukan penghitungan inflasi di Sumut. Karena, kenaikan harga BBM tentunya akan mempengaruhi harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.

"Sedang menghitung real berapa sebenarnya kebutuhan Sumatera Utara. Kenapa seperti ini, yang pastinya inflasi kita berada diposisi 5,3 persen,” ujar Edy.

Perhitungan tersebut, kata mantan Pangkostrad itu, akan melibatkan ahli ekonomi di Sumut, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut dan Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumut.

2. Langkah – langkah strategis tengah disiapkan

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Edy belum bisa berkomentar ihwal dampak besar soal kenaikan harga BBM. Karena dia masih membutuhkan hasil penghitungan ahli.

“Ini kami mau rapat hari ini. Ahli ekonomi, BPS dan BI," kata mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Dari penghitungan itu, nantinya Pemprov akan melakukan langkah – langkah mengatasi gejolak harga bahan pokok. Pasca kenaikan BBM berdampak dengan inflasi di Sumut ini.

“Sehingga kita tahu, apa keperluan saat ini dan apa langkah-langkah kita lakukan,” ucap Gubernur Edy.

Edy mengakui merasakan apa yang menjadi keluhan masyarakat pasca kenaikan BBM. Sehingga gelombang unjuk rasa pun terjadi.

“Ini harus kita sikapi dengan kepala dingin. Positif thinking, saya tahu rakyat ini resah dan demo. Saya tidak menyalahkan itu. Saya harus pasti apa ini sebenarnya. Dan langkah-langkah apa saja saya lakukan selaku Gubernur Sumatera Utara,” katanya.

3. Edy sudah sampaikan langkah antisipasi ke DPRD Sumut

Edy Rahmayadi (Twitter @RahmayadiEdy)
Edy Rahmayadi (Twitter @RahmayadiEdy)

Kata Edy, dirinya sudah menyampaikan langkah – langkah yang akan dilakukan pascakenaikan BBM. “Saya sudah laporkan ini, kepada dewan (DPRD Sumut). Prediksi ke depan, apa yang harus antisipasi kesulitan rakyat,” katanya.

Dalam waktu dekat Pemprov Sumut juga akan menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat terdampak langsung kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Kata Edy, penyaluran Bansos akan melibatkan TNI/Polri dan Kepala Desa. Dengan sistem penyaluran dari rumah ke rumah masyarakat berhak penerimaan Bansos tersebut.

"Ini akan kita lakukan (salurkan). Kita akan libatkan TNI/Polri dan Kepala Desa. Dia door to door, dia tidak seperti yang lalu. Memberikan secara massal," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Prayugo Utomo
EditorPrayugo Utomo

Latest News Sumatera Utara

See More

Harga Pertamax Naik, Ojol di Medan Pontang-panting Kejar Potongan Aplikator

11 Jun 2026, 23:21 WIBNews