Jelang Lebaran, Ada Peningkatan 51 Persen Jumlah Kendaraan di Medan

Medan, IDN Times - Menjelang perayaan Idul Fitri yang diprediksi Senin 31 Maret 2025, banyak masyarakat khususnya di Kota Medan melakukan mudik atau balik kampung. Baik itu masyarakat yang hendak meninggalkan kota Medan maupun yang datang.
Dari data yang diperoleh Polrestabes Medan, ada kenaikan 51 persen jumlah kendaraan. Hal ini pula yang membuat banyak petugas turun langsung mengamankan mudik lebaran 2025. Termasuk pengawasan secara berkala di titik-titik rawan bencana.
1. Peningkatan jumlah kendaraan mencapai 51 persen

Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Setyawan menjelaskan bahwa ada peningkatan jumlah kendaraan arus mudik kali ini. Jumlah tersebut menyentuh angka 51 persen.
"Berdasarkan data yang ada menggunakan metode hitungan kendaraan di Medan yang dilakukan Satlantas, ada kenaikan 51 persen jumlah kendaraan di Kota Medan," kata Gidion, Sabtu (29/3/2025) sore.
Ia juga menjelaskan prediksi arus lalu lintas mudik yang padat. Di mana yang paling memungkinkan terjadinya macet tetap di wilayah Kota Medan.
"Jalur paling padat tetap di kota. Iya (peningkatan kendaraan) ada yang in dan out. Yang di Medan angka hari ini dan kemarin mencapai 51 persen," lanjutnya.
2. Jalur destinasi wisata rawan longsor, Kapolrestabes Medan ingatkan masyarakat meninjau perkiraan cuaca secara berkala

Gidion juga mewanti-wanti soal bencana alam yang mungkin saja terjadi. Dalam hal ini ia menyoroti jalur destinasi wisata di Medan-Berastagi yang rawan longsor.
"Kemarin kita melakukan pengecekan di pos termasuk sampai jalur destinasi wisata atau di Sembahe. Ada beberapa titik rawan longsor yang kita lihat," beber Gidion.
Pihaknya disebut akan berkolaborasi mengawal mudik hingga aktivitas warga berwisata selama libur lebaran. Di kawasan rawan bencana, pihaknya bekerjasama dengan Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian PU, Pemko Medan, hingga dinas-dinas terkait.
"Saran saya, pengguna jalan juga wajib mengetahui perkiraan cuaca. Itu sangat penting untuk memanajemen perjalanan," sebutnya.
3. Ada lebih dari 500 titik pengamanan lebaran di Kota Medan

Gidion menjelaskan bahwa anggota kepolisian dalam hal ini memantau di 13 pos jaga. Tak hanya itu, ada juga 500 titik lebih pengamanan lebaran yang mencakup tempat ibadah, jalan raya, simpang jalan, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata.
"Anggota kita sekitar 1.154 orang yang turut terlibat," ungkapnya.
Menjelang H-2 lebaran, terpantau sudah terdapat peningkatan arus lalu lintas. Terlebih jalur Medan-Berastagi. Bukan hanya itu, pihaknya pada malam lebaran nanti juga akan membuat pengalihan arus lalu lintas agar meminimalisir kemacetan.
"Yang paling kraudit (pengalihan arus) nanti waktu malam takbiran. Karena ada event malam takbiran," pungkasnya.

















