Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ini Penyebab Suhu Panas di Medan pada Awal Ramadan Menurut BMKG

Kota Medan
Ini Penyebab Suhu Panas di Medan pada Awal Ramadan Menurut BMKG
Ilustrasi dehidrasi akibat aktifitas di siang hari yang panas (nolmeter.com)
Share Article

Medan, IDN Times – Warga di Kota Medan belakangan merasa peningkatan suhu udara semakin tinggi di awal Ramadan. Ada yang berpendapat, setiap Ramadan suhu yang panas adalah biasa.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan dalam analisisnya mencatat, Kota Medan dan sekitarnya memang dilanda cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir. Simak penjelasannya.

  1. 1. Medan dan sekitarnya masuk musim kemarau

    Pixabay.com
    Pixabay.com

    Forecaster BBMKG Wilayah I Medan Martha Manurung menjelaskan, saat ini Kota Medan dan sekitarnya sudah memasuki musim kemarau. Musim kemarau sudah dimulai sejak Januari 2024.

    Dalam beberapa hari terakhir, mereka mengamati suhu tertinggi mencapai 36,2 derajat celcius.

    “Hal ini disebabkan karena aliran udara yang bersifat divergen menghambat pertumbuhan awan-awan hujan,” kata Martha kepada IDN Times, Jumat (15/3/2024).

  2. 2. Potensi hujan masih terjadi di wilayah Barat Sumut

    Ilustrasi hujan (IDN Times/Irwan Idris)
    Ilustrasi hujan (IDN Times/Irwan Idris)

    Sementra itu, potensi hujan masih terjadi di Sumatra Utara wilayah Barat. Hujan berpotensi terjadi pada siang-malam hari.

  3. 3. Masyarakat diimbau kurangi kegiatan luar ruangan

    ilustrasi tubuh berkeringat akibat cuaca panas (freepik.com/freepik)
    ilustrasi tubuh berkeringat akibat cuaca panas (freepik.com/freepik)

    BBMKG juga mengimbau agar masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan karna cuaca panas. “Perbanyak konsumsi air putih dan buah untuk menghindari dehidrasi,” katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More