Ilustrasi Pengeroyokan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ibu korban dugaan pengeroyokan, LS mengaku menyayangkan peristiwa itu. Kekerasan terhadap yang dialami anaknya (PPS) tidak seharusnya terjadi. Apalagi dalam dunia pendidikan.
"Kekerasan verbal dan fisik seharusnya tidak terjadi pada siswa, apalagi terjadi dalam lingkungan sekolah," kata LS.
LS mengaku kesal atas lambannya pihak sekolah menangani dugaan kekerasan terhadap anaknya. Seharusnya terduga pelaku mendapat tindakan tegas dari pihak sekolah demi kenyamanan bagi siswa.
"Hari Selasa (12/7/2022) saya sudah datang ke sekolah menemui guru. Saya diterima RMP di ruang guru," jelasnya.
"Kata ibu RMP, tunggulah dulu, sudah dilayangkan surat panggilan ke orangtua pelaku pengroyokan. Dan RMP mengatakan kepada saya, nantilah dipertemukan kedua belah pihak, kalau datang orangtua dari pelaku," tutur Lentina.