Gubernur Edy Ultimatum Para Bandit : Kalian Banyak, Kami Lebih Banyak

Medan, IDN Times – Potensi kriminalitas cukup tinggi di masa mudik lebaran. Para bandit memanfaatkan waktu ini untuk berbuat kejahatan. Memanfaatkan rumah-rumah yang ditinggal penghuninya mudik. Belum lagi para begal yang belakangan terpantau masih marak.
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengultimatum para penjahat. Edy juga memastikan aparat mengetatkan pengamanan selama masa lebaran.
"Polisi, Satpol PP, dibantu AL, AD diperbanyak, makanya begal jangan macam-macam. Kalian banyak, kami lebih banyak," sebut Gubernur Edy, Rabu (19/4/2023).
1. Edy ingatkan pemudik soal keamanan rumah

Edy juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan keamanan rumah. Khususnya para pemudik yang biasanya meninggalkan rumah dalam waktu panjang.
"Kita juga mengamankan rumah rakyat yang ditinggalkan (untuk mudik). Hanya saya informasikan kepada rakyat, kami kan patroli di luar rumah. Untuk itu di dalam rumah siapkan benar, lampu, listrik, air, kompor harus kondisi aman," jelas Edy.
2. Ingatkan jaga ketertiban malam Idul Fitri

Edy juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban pada malam lebaran. Edy tidak melarang jika masyarakat ingin menyemarakkan malam leberan dengan takbiran keliling.
"Malam takbiran nanti kita lihat dengan Kapolda, tak ada masalah, tak ada tawuran. Kalau dilaksanakan takbiran itu bagus-bagus saja semua tapi begitu ada kejadian rakyat kita yang ugal-ugalan, tawuran, itu langsung saya laporkan ke Kapolda untuk hentikan. Selama ini bisa jalan dan diatur. Itu oke, selama euforia tak boleh berlebihan," jelas Gubernur Edy.
3. Pengamanan libatkan 13,9 ribu personel

Diprediksi akan ada 4,5 juta orang yang masuk ke Sumut. Sementara ada 4,4 juta orang yang ke luar dari Sumut.
Pengamanan dilakukan dalam rangkaian operasi Ketupat Toba. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari; 18 April sampai 1 Mei 2023.
Personel yang terlibat mulai dari TNI/Polri, Satpol PP, Jasa Marga, Basarnas, Pertamina, Dinas Perhubungan, serta pihak terkait lainnya. Jumlah personel menapai 13.900 orang. Jumlah ini meningkat dari 2022 yang berjumlah 10.376 personel pada 2022 lalu.
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak menjelaskan, pihaknya juga mendirikan 209 pos di sepanjang jalur mudik. Terdiri dari 110 pos pengamanan (Pospam), 71 pos pelayanan (Posyan) dan 28 pos terpadu.
“Masyarakat dapat menggunakan fasilitas atau pos pelayanan tersebut pada saat mudik nantinya baik di jalur jalan, terminal, pusat-pusat perbelanjaan dan tempat keramaian lainnya termasuk di bandara dan pelabuhan,” ujar Panca saat gelar pasukan di Lanud Soewondo, Senin (17/4/2023).



















