Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gubernur Edy Rahmayadi Pernah Sakit karena Belajar Lemah Lembut

Gubernur Edy Rahmayadi Pernah Sakit karena Belajar Lemah Lembut
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menggelar pertemuan dengan para wartawan bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (28/1). (DISKOMINFO SUMUT)

Medan, IDN Times – Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengaku pernah sakit karena belajar untuk lemah lembut dalam bertutur kata. Dia mengaku, gaya tegasnya dalam berkomunikasi tidak bisa berubah lagi.

Hal itu diungkap Edy saat bersilaturahmi dengan awak media di rumah dinasnya, Medan, Jumat (28/1/2022).

“Saya sudah sampaikan ke semua. Saya pernah belajar lemah lembut. Tiga bulan, sakit saya,” ujar Edy.

1. Bicara dengan tegas menjadi ciri khas Edy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menggelar pertemuan dengan para wartawan bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (28/1). (DISKOMINFO SUMUT)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menggelar pertemuan dengan para wartawan bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (28/1). (DISKOMINFO SUMUT)

Kata Edy, berbicara dengan tegas adalah ciri khasnya. Terlebih dia pernah menjabat sebagai pemimpin militer saat menjadi prajurit TNI dulu.

Edy mengaku sering dinasihati soal gaya berkomunikasinya. Namun tampaknya, Edy ingin menjadi dirinya  sendiri yang memang tegas dalam bertutur.

“Sekarang kalian pilih. Saya kurangi (tegas) itu, tapi saya menipu kalian. Biarkan saya. Yang penting saya sehat," ucap mantan Pangkostrad itu.

2. Edy heran banyak yang mengira dirinya selalu marah-marah

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menggelar pertemuan dengan para wartawan bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (28/1). (DISKOMINFO SUMUT)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menggelar pertemuan dengan para wartawan bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (28/1). (DISKOMINFO SUMUT)

Edy juga heran, banyak pihak yang menilainya selalu marah-marah. Edy menegaskan jika dirinya adalah orang yang tidak pandai berbohong dan menutupi rahasia.

“Kalian tulis, gubernur marah-marah. Saya tidak pernah marah-marah. Kalau saya marah, saya ambil pistol. Itu baru saya marah-marah. Emang gaya bahasa saya seperti itu," ucap Edy.

3. Gubernur Edy mengajak jurnalis sama-sama membangun Sumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menggelar pertemuan dengan para wartawan bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (28/1). (DISKOMINFO SUMUT)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menggelar pertemuan dengan para wartawan bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (28/1). (DISKOMINFO SUMUT)

Dalam kesempatan silaturahmi itu, Edy ingin para awak media juga ikut membangun Sumatra Utara. Diakuinya, bahwa kondisi pembangunan di Sumut pada 2020 dan 2021 harus terhambat karena masalah pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Sehingga sendi ekonomi sampai pembangunan infrastruktur yang mendukungnya juga jauh berkurang selama kurun dua tahun terakhir. Begitu juga tingkat kesehatan serta pendidikan yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat.

“Saya mau kita semua bisa sama (sepemahaman). Kondisi kita dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan, karena hampir seluruh anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan lainnya dialokasikan untuk kebutuhan penanganan Covid-19. Jadi sekarang kita mau mengejar ketertinggalan selama ini,” kata Edy.

Dirinya juga meminta, agar semua pihak termasuk jurnalis untuk mengingatkan jika ada hal yang perlu diperbaiki. Sehingga apa yang dia sampaikan, diharapkan menjadi bahan diskusi untuk mencari kebenaran dan kebaikan bagi kepentingan masyarakat.

“Kalau hari ini kita makan ubi, pastikan itu memang ubi. Jangan sok bilang makan keju. Tetapi yakinkan, bahwa besok kita harus bisa makan keju. Maka yakinkan pada diri kita bahwa Sumut harus menjadi provinsi yang maju dan bermartabat,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Syariah Menunggu Kak Na di Rumah Darurat

07 Apr 2026, 23:00 WIBNews