Dua Korban Longsor di Proyek PLTM Aek Sibundong Ditemukan, Tiga Lagi Masih Dicari

Tapanuli Utara, IDN Times - Tim Operasi SAR Nasional dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bersama Pos SAR Danau Toba berhasil menemukan dua korban tanah longsor di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Aek Sibundong, Kecamatan Aek Sibundong, Kabupaten Tapanuli Utara. Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan terhadap tiga korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.
Longsor dilaporkan terjadi pada Rabu, 26 November 2025, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari berturut-turut. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimpa area kerja proyek sehingga sejumlah pekerja tertimbun.
Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan segera mengerahkan personel menuju lokasi. Operasi pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan dari Basarnas Medan, TNI–Polri, BPBD, Pemerintah Daerah, pihak PLTM, serta berbagai potensi SAR lainnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, selaku Search Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa proses pencarian sejak hari pertama dilakukan dengan metode manual search menggunakan alat ekstraksi ringan dan excavator. Pada Jumat, 28 November 2025, korban pertama atas nama Farida ditemukan pada pukul 15.55 WIB. Korban kedua, Gidion Manalu, ditemukan pada pukul 17.28 WIB tidak jauh dari lokasi penemuan pertama. Keduanya kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga melalui unsur terkait.
Hingga kini, tiga korban lainnya masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilanjutkan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan di area lereng yang masih berpotensi bergerak.
"Tim SAR Gabungan bekerja semaksimal mungkin di lapangan. Kondisi cuaca dan struktur tanah yang labil menjadi tantangan tersendiri, namun tidak mengurangi komitmen kami untuk menemukan seluruh korban. Kami memohon doa dan dukungan agar proses pencarian tiga korban lainnya dapat segera membuahkan hasil,” ujar Hery Marantika
Operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan atau sesuai dengan SOP Operation Time yang berlaku. Informasi terkait perkembangan pencarian akan disampaikan secara berkala.


















