Bika Bakar Khas Minang Jadi Primadona saat Ramadan di Medan

- Kue Bika Bakar khas Minang jadi takjil favorit di Medan selama Ramadan karena cita rasanya yang gurih manis dan mudah ditemukan di kawasan Jalan Amaliun dengan harga terjangkau.
- Dibuat dari tepung beras dan kelapa, kue ini dimasak dengan cara dibakar menggunakan dua sumber panas agar matang merata, menciptakan aroma serta tekstur khas tradisional.
- Usaha keluarga Putra yang berdiri sejak 1993 tetap mempertahankan resep asli, mampu menjual hingga 700 kue per hari saat Ramadan, disajikan bersama ketan srikaya atau serabi.
Medan, IDN Times - Di Kota Medan salah satu kuliner khas budaya Minang adalah kue Bika Bakar. Saat Ramadan menjadi takjil yang banyak diminati dan menjadi primadona.
Sebab, Kue bika bakar ini memiliki cita rasa gurih dan manis. Ini kudapan khas yang berasal dari Sumatra Barat. Tak sulit untuk bisa menemukannya, karena ada di Jalan Amaliun, Kecamatan Medan Area, Kota Medan.
Harganya pun tak mahal, cukup dengan Rp2 ribu saja dapat menikmati makanan yang identik dengan kelestarian budaya Minang di Kota Medan.
1. Berbahan dasar tepung beras dan kelapa dimasak dengan cara dibakar

Kue satu ini punya keunikan dan menarik dalam proses atau metode pembuatannya. Berbahan dasar tepung beras dan kelapa. Kemudian, dimasak dengan cara dibakar.
Kue satu ini punya keunikan dan menarik dalam proses atau metode pembuatannya. Berbahan dasar tepung beras dan kelapa. Kemudian, dimasak dengan cara dibakar.
Cara membakarnya pun bukan sembarangan, kue ini dibakar dengan menggunakan dua pemanas sekaligus, yakni di bagian bawah dengan kayu, dan diatas diletakkan sabut kelapa yang dibakar. Hal tersebut dibuat agar proses pematangan kue bika bisa merata.
2. Sudah berjualan sejak tahun 1993 dengan mempertahankan cita rasa dan proses pembuatan secara tradisional

Putra, merupakan penerus dagangan orang tuanya yang sudah berjualan sejak tahun 1993. Mempertahankan cita rasa dan proses pembuatan tradisional adalah tekad Putra.
Disebutnya hal itu bentuk menjaga kelestarian budaya makanan khas dari tanah Minang tersebut. "Melestarikan saja, agar tidak hilang makanan khas Minang ini," ujar Putra pada IDN Times.
3. Dapat dinikmati dengan ketan srikaya, serabi, dan onde-onde

Memasuki bulan Ramadan, Bika Bakar Amak Nurmalis ini bisa terjual 700 kue per harinya. Sedangkan di hari biasanya bisa terjual 400-500 kue per hari.
Bika bakar ialah jajanan jadul khas Minang yang dapat ditemui di daerah pesisir Sumatera Barat. Salah satunya yaitu Pariaman.
Kue bika biasanya dimakan sebagai kudapan bersama kue tradisional khas Minang lainnya, seperti ketan srikaya, serabi, dan onde-onde.


















