Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bika Bakar Khas Minang Jadi Primadona saat Ramadan di Medan

Bika Bakar Khas Minang Jadi Primadona saat Ramadan di Medan
Kudapan kue tradisional asal Minang, kue bika bakar di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Kue Bika Bakar khas Minang jadi takjil favorit di Medan selama Ramadan karena cita rasanya yang gurih manis dan mudah ditemukan di kawasan Jalan Amaliun dengan harga terjangkau.
  • Dibuat dari tepung beras dan kelapa, kue ini dimasak dengan cara dibakar menggunakan dua sumber panas agar matang merata, menciptakan aroma serta tekstur khas tradisional.
  • Usaha keluarga Putra yang berdiri sejak 1993 tetap mempertahankan resep asli, mampu menjual hingga 700 kue per hari saat Ramadan, disajikan bersama ketan srikaya atau serabi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Di Kota Medan salah satu kuliner khas budaya Minang adalah kue Bika Bakar. Saat Ramadan menjadi takjil yang banyak diminati dan menjadi primadona.

Sebab, Kue bika bakar ini memiliki cita rasa gurih dan manis. Ini kudapan khas yang berasal dari Sumatra Barat. Tak sulit untuk bisa menemukannya, karena ada di Jalan Amaliun, Kecamatan Medan Area, Kota Medan.

Harganya pun tak mahal, cukup dengan Rp2 ribu saja dapat menikmati makanan yang identik dengan kelestarian budaya Minang di Kota Medan.

1. Berbahan dasar tepung beras dan kelapa dimasak dengan cara dibakar

Kudapan kue tradisional asal Minang, kue bika bakar di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Kudapan kue tradisional asal Minang, kue bika bakar di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Kue satu ini punya keunikan dan menarik dalam proses atau metode pembuatannya. Berbahan dasar tepung beras dan kelapa. Kemudian, dimasak dengan cara dibakar.

Kue satu ini punya keunikan dan menarik dalam proses atau metode pembuatannya. Berbahan dasar tepung beras dan kelapa. Kemudian, dimasak dengan cara dibakar.

Cara membakarnya pun bukan sembarangan, kue ini dibakar dengan menggunakan dua pemanas sekaligus, yakni di bagian bawah dengan kayu, dan diatas diletakkan sabut kelapa yang dibakar. Hal tersebut dibuat agar proses pematangan kue bika bisa merata.

2. Sudah berjualan sejak tahun 1993 dengan mempertahankan cita rasa dan proses pembuatan secara tradisional

Kudapan kue tradisional asal Minang, kue bika bakar di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Kudapan kue tradisional asal Minang, kue bika bakar di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Putra, merupakan penerus dagangan orang tuanya yang sudah berjualan sejak tahun 1993. Mempertahankan cita rasa dan proses pembuatan tradisional adalah tekad Putra.

Disebutnya hal itu bentuk menjaga kelestarian budaya makanan khas dari tanah Minang tersebut. "Melestarikan saja, agar tidak hilang makanan khas Minang ini," ujar Putra pada IDN Times.

3. Dapat dinikmati dengan ketan srikaya, serabi, dan onde-onde

IMG_20260228_102919.jpg
Kudapan kue tradisional asal Minang, kue bika bakar di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Memasuki bulan Ramadan, Bika Bakar Amak Nurmalis ini bisa terjual 700 kue per harinya. Sedangkan di hari biasanya bisa terjual 400-500 kue per hari.

Bika bakar ialah jajanan jadul khas Minang yang dapat ditemui di daerah pesisir Sumatera Barat. Salah satunya yaitu Pariaman.

Kue bika biasanya dimakan sebagai kudapan bersama kue tradisional khas Minang lainnya, seperti ketan srikaya, serabi, dan onde-onde.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More