Koordinator Youth Tobacco Control Sumut, Zulqadri, saat membahas bahaya zat adiksi (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Zulqadri mengatakan jika sejauh ini dirinya masih bingung akan memilih siapa. Pasalnya, dirinya mencari capres dan cawapres yang benar-benar peka terhadap isu kesehatan masyarakat yang sayangnya isu tersebut dianggapnya sangat minim perhatian dari ketiga pasangan calon orang nomor satu dan dua di Indonesia itu.
"Ini bukan berarti kami ingin sok independen, tapi memang fakta yang ada dan yang terjadi di Indonesia seperti itu. Isu kesehatan masyarakat tidak sedetail ketika mereka menjelaskan ingin melanjutkan pembangunan, atau mereka yang ingin merealisasikan industri dan lain-lain. Mereka tak detail menyebutkan ingin membangun defense kesehatan masyarakat yang lebih baik lagi, penguatan kesehatan dasar yang lebih baik lagi, perhatian terhadap isu ini sangat kurang," tutur pemuda berusia 22 tahun ini.
Peran pemuda bagi Zulqadri sangat krusial. Ia berharap partisipasi anak muda juga harus digalakkan, bukan hanya dikatakannya sebagai dekorasi.
"Peran pemuda sejauh ini sebenarnya krusial kalau pemuda partisipasinya bermakna. Tapi kalau hanya sebagai dekorasi atau sebagai pemenuh saja buat apa? Harap lebih peduli lah dengan kebutuhan kaum muda. Karena di masa depan nanti kan generasi kita yang meneruskan," lanjutnya.
Menyongsong pilpres 2024 nanti, Zulqadri berharap pelaksanaannya dapat berlangsung damai, lancar, dan normatif. Sebagai ajang demokrasi perlima tahun ia berharap pilpres dapat dimaksimalkan sebagai ajang perubahan ke arah yang lebih baik lagi.
"Kami berharap di pemilu 2024 menjadi ajangnya generasi muda menunjukkan taringnya, bahwasanya generasi muda bisa mulai terlibat dan mulai bisa mengambil kebijakan untuk menyuarakan bahkan untuk mengimplementasikan kepentingan masyarakat," pungkasnya.