Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Akademisi USU Pertanyakan Tudingan Ke Pemko Medan Soal Akomodasi Peserta AFF U-19

Akademisi USU Pertanyakan Tudingan Ke Pemko Medan Soal Akomodasi Peserta AFF U-19
Striker Timnas U-19, Dimas Aji Prasetyo mengontrol bola saat menghadapi Myanmar pada Piala AFF U-19 di Stadion Utama Sumut, Senin (1/6/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
Intinya Sih
  • Akademisi USU menilai tudingan terhadap Pemko Medan soal pembiayaan akomodasi AFF U-19 perlu dibuktikan dengan dokumen dan komitmen tertulis agar tidak menimbulkan asumsi yang merugikan.
  • Pemko Medan melalui Sekda menegaskan tidak pernah ada kesepakatan pembiayaan hotel peserta, karena tanggung jawab daerah hanya pada penyediaan fasilitas stadion dan dukungan teknis pertandingan.
  • Panitia AFF U-19 menyebut Pemko Medan memiliki komitmen membiayai akomodasi, sehingga kekecewaan muncul setelah beberapa tim seperti Timor Leste harus pindah hotel akibat kendala pembayaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times - Akademisi FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Fernanda Putra Adela, M.A., mempertanyakan tudingan terhadap Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang disebut tidak menepati komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026.

Fernanda menilai, tudingan tersebut perlu ditelusuri secara objektif dengan melihat fakta dan dasar kesepakatan yang ada. Ia menekankan pentingnya kejelasan terkait komitmen yang disebut-sebut tidak dipenuhi.

“Perlu ditelisik, pada rapat kapan Pemko Medan menyatakan komitmen terhadap pembiayaan akomodasi peserta. Selain itu, apakah ada komitmen tertulis terkait pembagian tanggung jawab sebagai tuan rumah penyelenggaraan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026) di Medan.

Menurutnya, tanpa adanya bukti komitmen yang jelas, tudingan tersebut berpotensi menjadi asumsi yang tidak berdasar.

1. Pentingnya transparansi dokumen dan kejelasan pembagian tanggung jawab

ARFL3097.JPG
Striker Timnas U-19, Dimas Aji Prasetyo melakukan selebrasi usai membobol gawang Myanmar pada Piala AFF U-19 di Stadion Utama Sumut, Senin (1/6/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dokumen dan kejelasan pembagian tanggung jawab agar polemik tidak berkembang menjadi asumsi yang merugikan berbagai pihak, termasuk citra penyelenggaraan event internasional.

Fernanda juga menyoroti aspek perencanaan anggaran daerah. Ia menyebut penunjukan Sumatera Utara sebagai salah satu tuan rumah oleh PSSI pada Maret 2026 tidak lazim jika langsung diikuti tuntutan pembiayaan akomodasi oleh pemerintah daerah.

“Karena tentu belum tertampung dalam pembahasan APBD 2026 sebelumnya. Secara administratif dan fiskal, hal itu menjadi sulit untuk dipenuhi,” katanya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan klarifikasi Pemko Medan yang membantah pernah memiliki komitmen pembiayaan akomodasi peserta turnamen.

2. Sekda: Sejak awal tidak pernah ada pembahasan maupun kesepakatan

IMG-20260311-WA0050.jpg
Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman (Don. Diskominfo Medan)

Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, menegaskan sejak awal tidak pernah ada pembahasan maupun kesepakatan terkait pembiayaan hotel bagi peserta AFF U-19.

“Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan lainnya. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Ia menjelaskan, dalam pertemuan pada Maret 2026, Pemko Medan hanya diminta menyiapkan fasilitas olahraga seperti Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika untuk mendukung pelaksanaan pertandingan dan latihan.

Wiriya juga mengungkapkan, permintaan dukungan pembiayaan baru disampaikan melalui surat pada 24 Mei 2026. Namun, permintaan tersebut dinilai tidak memiliki dasar regulasi serta tidak tersedia dalam struktur anggaran daerah.

“Tiba-tiba datang surat meminta pembiayaan. Kami melihat tidak ada ketentuan yang mengakomodasi hal tersebut, sehingga tidak bisa dipenuhi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemko Medan menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional merupakan tanggung jawab induk organisasi cabang olahraga, dalam hal ini PSSI, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Karena itu, pemerintah daerah menilai tidak tepat apabila biaya akomodasi dibebankan kepada APBD, termasuk melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah sejumlah tim peserta dikabarkan mengalami kendala pembayaran hotel. Panitia pelaksana menyebut adanya komitmen pembiayaan yang tidak terealisasi, sementara Pemko Medan menegaskan hal tersebut tidak pernah disepakati sejak awal.

3. Panitia sebut akomodasi jadi tanggung jawab Pemko Medan

Pelatih dan pemain Timor Leste berdiri di area wawancara setelah pertandingan Kejuaraan U19 ASEAN 2026 di Indonesia.
Pelatih Timor Leste Emral Bustaman dan pemain (IDN Times/Doni Hermawan)

Panitia penyelenggara AFF U-19 2026 Muhammad Fauzi mengatakan, akomodasi hotel menjadi tanggung jawab Pemko Medan. Hal ini sesuai dengan komitmen dengan Pemko Medan.

"Kami kecewa karena Pemko Medan tidak komitmen soal akomodasi negara peserta AFF ini. Kasihan para pemain muda yang mau mengasah mental, terpaksa dipusingkan karena soal uang hotel," kata salah seorang Panitia Pelaksana ASEAN Boys Championship, Muhammad Fauzi, Senin (1/6/2026) di Medan.

Ia menjelaskan beberapa negara yang terpaksa angkat kaki dari hotel di Medan. Di antaranya Timor Leste yang angkat kaki dari Grand Mercure Hotel Medan. Filipina juga terancam bernasib sama. "Event ini membawa nama Indonesia di level internasional. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, tentu akan berdampak pada citra penyelenggaraan turnamen," kata Fauzi.


Sementara Pelatih Timor Leste Emral Bustaman mengakui jika timnya pindah hotel dari yang sudah ditetapkan. Mereka juga tidak mengetahui alasannya.

"Kami lebih awal datang ke sini. Menginap di Hotel dekat Kualanamu 1 minggu. Kemudian kami dapat informasi hotel ke Grand Mercure. Tapi hari H kami dipindahkan ke Grand Central. Gak tau alasannya apa," kata Emral.

Eks pelatih Persib itu mengakui tempat menginap saat ini memang sedikit kurang kondusif untuk persiapan tim. Begitupun dia tak mau mencari alasan. "Selain itu memang kami merasa gak terganggu sedikit. karena di lantai atas ada kegiatan malam. Kami gak bisa menyalahkan juga. Saya bilang ke anak-anak jangan jadi alasan," ucapnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More