Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ada 55 Kasus Anak HIV/AIDS di Medan, Akibat Ibu Tak Tahu Terinfeksi

Kota Medan
Ada 55 Kasus Anak HIV/AIDS di Medan, Akibat Ibu Tak Tahu Terinfeksi
ilustrasi HIV/AIDS (pexels.com/Klaus Nielsen)
Share Article

Medan, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, Sumatera Utara, menemukan sebanyak 9.878 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome AIDS (AIDS) di daerah ini.

"Kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Kota Medan saat ini sebanyak 9.878 orang," ujar Kepala Dinkes Kota Medan Yuda Pratiwi Setiawan dalam peringatan Hari AIDS Sedunia, di Medan, Jumat (29/11/2024). Acara ini diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Medan dan Yayasan Peduli Anak Dengah HIV AIDS.

Dari total jumlah kasus HIV/AIDS itu, lanjut dia, di antaranya 5.813 orang dengan HIV/AIDS ini sedang menjalani pengobatan dengan antiretroviral (ARV) di Kota Medan. Sebanyak 55 di antaranya adalah anak-anak.

1. Ibu tidak tahu terinfeksi sehingga sempat melakukan pencegahan penularan pada anak

ilustrasi HIV (pexels.com/Miguel Á. Padriñán)
ilustrasi HIV (pexels.com/Miguel Á. Padriñán)

Penularan HIV-AIDS di Kota Medan tidak hanya terjadi pada kelompok masyarakat dengan perilaku berisiko, tetapi juga pada orang berstatus sebagai istri. Kemudian, kata dia, petugas medis bisa terkontaminasi karena kurang disiplin dalam melaksanakan prosedur pelayanan orang dengan HIV/AIDS.

Bahkan, bayi baru lahir pun bisa tertular dari ibunya karena tidak mengetahui status HIV, sehingga tidak sempat dilakukan pencegahan penularan ibu ke anak (PPIA).

"Di Kota Medan saat ini ada 55 orang anak dengan status anak dengan HIV/AIDS atau ADHA," katanya seperti dilansir ANTARA.

Pihaknya mengajak semua pihak terkait agar belajar atas kondisi ini pada pertemuan dihadiri ratusan penggiat, lembaga swadaya masyarakat di bidang penanganan HIV/AIDS, dan media massa.

"Adapun hal-hal yang perlu ditingkatkan bersama adalah menyampaikan pentingnya tes HIV pada ibu hamil, terutama trimester pertama kehamilannya," ucap Yuda.

2. Cegah penularan, ibu hamil bisa berikan pengobatan dengan antiretroviral

ilustrasi HIV (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi HIV (pexels.com/Anna Shvets)

Bila ibu hamil terdeteksi, papar dia, segera berikan pengobatan dengan antiretroviral agar ibu hamil dan janinnya sehat menjalani kehamilan dan persalinan nantinya.

"Ini juga diharapkan akan memutus penularan dari ibu ke anak, sehingga tidak ada lagi kasus baru HIV pada anak," ungkapnya.

Selain itu, tutur dia, perlunya tes HIV bagi calon pengantin di Kota Medan, dan perlindungan yang tepat bagi tenaga kesehatan.

3. Berupaya memperbanyak tempat pelayanan konseling

ilustrasi pasien di rumah sakit (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi pasien di rumah sakit (pexels.com/RDNE Stock project)

Dia memaparkan, hingga kini berbagai upaya sudah dan sedang dilakukan menanggulangi penularan HIV/AIDS di Kota Medan, baik oleh pemerintah maupun swasta.

"Kita terus berusaha menemukan kasus HIV/AIDS dengan memperbanyak tempat pelayanan konseling dan tes HIV atau dikenal VCT (Voluntary Conseling and Testing)," tutur Yuda.

Di samping itu, juga tempat pelayanan perawatan dukungan dan pengobatan, baik puskesmas, rumah sakit maupun klinik.

Ketua Yayasan Peduli Anak Dengah HIV AIDS Saurma MGP Siahaan mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Medan karena mendukung terlaksananya peringatan ini.

"Sebelumnya Pemkot Medan mendukung kami di pertemuan peningkatan capaian skrining bagi ibu hamil pada 26 November 2024," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More