5 Fakta Pembunuhan Fitriani, Calon Pengantin di Belawan

Medan, IDN Times - Pembunuhan Fitriani, calon pengantin perempuan, warga Lingkungan 7 Lorong 2 Veteran, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatra Utara pada 16 Desember lalu terungkap. Dua pelaku sudah ditangkap setelah dua pekan diburu.
Keduanya yakni Jefri alias Konyak (25) dan Muskajar (28).Berikut 5 fakta pembunuhan korban yang akan menikah dua bulan lagi ini.
1. Korban diperkosa setelah dibunuh

Fitriani ditemukan tewas pada Kamis (16/12/2021). Ia ditemukan adik korban, Lia Amelia (11) di ruang tamu. Ia ditemukan dengan kondisi celana melorot. Diketahui dari pengakuan pelaku, jika jenazah Fitriani diperkosa setelah dibunuh.
Lia mengatakan saat itu ia meninggalkan kakaknya tidur sendirian di rumah karena tidur di rumah tetangganya. Sementara sang abang pergi melaut.
2. Otak pelaku mengaku sakit hati cintanya ditolak

Jefri alias Konyak, otak pelaku pembunuhan Fitriani mengaku sakit hati karena cintanya ditolak korban dan lebih memilih menikah dengan temannya. Ya, Jefri adalah teman dari calon suami korban.
Sementara satu pelaku lainnya yakni Muskajar (28) tak lain anak angkat dari calon mertua korban.
3. Sandal pelaku jadi kunci pengungkapan kasus

Usai membunuh Fitriani, pelaku juga membawa barang-barang berharga milik korban. Termasuk cincin tunangannya. Petunjuk yang ditemukan polisi, ada sandal yang tertinggal. Ternyata milik pelaku bernama Muskajar, yang tak lain saudara angkat calon suami korban.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKPB Faisal Rahmat Husein Simatupang menjelaskan jika itu jadi petunjuk kuat. "Dari serangkaian penyelidikan ya, kami menemukan sandal. Dari sini kami bisa mendeteksi pelaku," ucap AKPB Faisal, Jumat (31/12/2021).
4. Pelaku sempat kabur dan ditangkap di luar Medan dengan lokasi berbeda

Kedua pelaku sempat kabur ke luar kota usai melakukan aksi kejinya. Polisi menembak Jefri karena berusaha melawan petugas. Ia ditangkap di kawasan Batubara. Sementara rekannya Muskajar ditangkap di daerah Serdang Bedagai.
5. Calon suami korban pulang melaut menyaksikan calon istrinya sudah tak bernyawa

Peristiwa itu meninggalkan dua mendalam bagi calon suami korban. Saat kejadian dia sedang melaut. Saat pulang ia menemukan calon pengantinnya sudah tak bernyawa. Padahal Januari mendatang, dirinya akan menikah. Tragisnya calon istrinya dibunuh teman dan saudara angkatnya sendiri.



















