- Bengkalis 228,51 hektar
- Kepulauan Meranti 13,40 hektar
- Siak 65,32 hektar
- Kampar 38,45 hektar
- Pelalawan 681,5 hektar
- Inhu 2,7 hektar
- Inhil 64,70 hektar
- Rohil 12 hektar
- Kuansing 3 hektar
- Dumai 34,12 hektar
- Pekanbaru 17,45 hektar
Untuk Pantau Karhutla, 2 Helikopter Patroli BNPB Tiba di Pekanbaru

Pekanbaru, IDN Times - Dua unit helikopter patroli tiba di Lanud Roesmin Nurjadin di Kota Pekanbaru. Kedua helikopter itu merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang disiapkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Adapun kedua helikopter itu, masing-masing Type Bell 206 B3, Reg PK-FPA dan Type Bell 206 L4, Reg PK-ZGK.
"Benar, dua unit helikopter patroli Karhutla sudah tiba di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru," ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Provinsi Riau Jim Gafur, Minggu (8/3/2026).
Sebelumnya BNPB telah mengirimkan pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membuat hujan buatan di daerah pesisir Riau yang curah hujannya sudah mulai berkurang.
1. Untuk memantau kondisi Karhutla, terutama di daerah rawan

Dikatakan Jim Gafur, kedua unit helikopter tersebut akan memantau kondisi Karhutla di Bumi Lancang Kuning, terutama di wilayah yang dinilai rawan.
"Titik api yang ditemukan saat patroli udara nanti, akan ditindaklanjuti untuk dilakukan pemadaman oleh tim gabungan," kata Jim Gafur.
2. Luas lahan terbakar mencapai 1.161,64 hektar

Diterangkannya, Karhutla yang telah terjadi di Provinsi Riau sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, mencapai 1.161, 64 hektar. Karhutla itu terjadi di Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.
"Total luasan Karhutla yang telah terjadi 1.161,64 hektar," terangnya.
3. Ini rinciannya, Kabupaten Pelalawan paling luas

Berdasarkan data yang diterima IDN Times, Kabupaten Pelalawan paling luas terjadi Karhutla. Berikut ini rincian kabupaten/kota yang terjadi di Provinsi Riau.
"Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.974 hotspot atau titik panas," pungkas Jim Gafur.



















