Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

91 Desa di Aceh Terendam Banjir, Diperkirakan Bakal Meluas

91 Desa di Aceh Terendam Banjir, Diperkirakan Bakal Meluas
Banjir yang merendam Aceh Utara (Dok. Mirza Baihaqie untuk IDN Times)

Banda Aceh, IDN Times - Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Provinsi Aceh mengakibatkan tiga kabupaten terendam banjir, sejak Senin (25/12/2023). Hingga kini banjir masih merendam daerah itu.

Berdasarkan data IDN Times dapatkan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Selasa (26/12/2023), total sementara gampong yang terendam banjir mencapai 91 daerah tersebar di 21 kecamatan dalam tiga kabupaten, seperti Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

1. Di Aceh Utara, 59 gampong terendam banjir, 1.294 jiwa mengungsi dan satu warga meninggal

Banjir yang merendam tiga kabupaten di Aceh (Dok. Mirza Baihaqie untuk IDN Times)
Banjir yang merendam tiga kabupaten di Aceh (Dok. Mirza Baihaqie untuk IDN Times)

Banjir di Kabupaten Aceh Utara disebabkan hujan yang mengguyur darah itu dan Kabupaten Bener Meriah, sejak Minggu (24/12/2023). Akibatnya, Sungai Krueng Pirak, Sungai Krueng Pase, Sungai Krueng Keureuto, dan Sungai Krueng Peuto, meluap. Ketinggian air berkisar 10-120 sentimeter.

Secara rinci, banjir merendam 17 gampong di Kecamatan Pirak Timu, 16 gampong di Kecamatan Matangkuli, 13 gampong di Kecamatan Lhoksukon, empat gampong di Kecamatan Tanah Luas, masing-masing tiga gampong di Kecamatan Dewantara dan Kecamatan Cot Girek.

Selanjutnya dua gampong di Kecamatan Samudera serta satu gampong di Kecamatan Nisam. Sedangkan di Kecamatan Langkahan belum bisa dipastikan sebab masih dalam pendataan petugas di lapangan.

Total korban terdampak sementara berjumlah 4.899 kartu keluarga atau 17.084 jiwa. Sedangkan warga yang mengungsi mencapai 334 kartu keluarga atau 1.294 jiwa tersebar di Kecamatan Dewantara dan Kecamatan Samudera.

“Satu orang meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Krueng Peuto,” kata Kepala Pelaksana BPBA, Ilyas, Selasa (26/12/2023).

“Kondisi terakhir debit air sungai masih tinggi dan banjir semakin meluas,” imbuhnya.

2. Di Aceh Timur, 21 gampong dan ketinggian air mencapai 1,2 meter

Banjir di Kabupaten Aceh Timur, Aceh. (Dokumentasi warga)
Banjir di Kabupaten Aceh Timur, Aceh. (Dokumentasi warga)

Sementara itu, banjir di Kabupaten Aceh Timur mulai terjadi sejak Minggu (24/12/2023) pukul 22.00 WIB. Data terakhir menyebutkan bahwa banjir merendam 21 gampong yang tersebar di sembilan kecamatan dalam kabupaten tersebut. Ketinggian air sekira 30-120 sentimeter atau 1,2 meter.

Banjir merendam enam gampong di Kecamatan Birem Bayeun, empat gampong di Kecamatan Sungai Raya, masing-masing tiga gampong di Kecamatan Pante Bidari dan Kecamatan Indra Makmur.

Selanjutnya masing-masing satu gampong di Kecamatan Simpang Jernih, Kecamatan Rantau Peureulak, Kecamatan Banda Alam, Kecamatan Idi Timur, dan Kecamatan Idi Tunong, direndam banjir.

Belum diketahui berapa jumlah warga yang terkena dampak maupun mengungsi. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur telah berkoordinasi dengan petugas lintas sektoral untuk memantau kondisi banjir dan mendata korban.

“Permasalahan di lapangan, akses menuju ke Gampong Pante Kera, di Kecamatan Simpang Jernih, belum bisa dilalui,” ujar Ilyas.

“Kondisi terakhir debit air semakin bertambah dan sampai informasi ini disampaikan banjir terus meluas,” ungkapnya.

3. Di Aceh Tamiang, 726 jiwa mengungsi akibat 11 gampong terendam banjir

Ilustrasi banjir (Dokumentasi Pusdalops BPBA untuk IDN Times)
Ilustrasi banjir (Dokumentasi Pusdalops BPBA untuk IDN Times)

Hujan yang mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang mengakibatkan 11 gampong yang tersebar di tiga kecamatan terendam banjir, sejak Senin (25/12/2023) pukul 17.00 WIB. Belum diketahui jumlah korban terdampak, namun untuk sementara pengungsi ada 230 kepala keluarga atau 726 jiwa.

Sebaran banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni enam gampong di Kecamatan Bandar Pusaka, tiga gampong di Kecamatan Tamiang Hulu, dan dua gampong di Kecamatan Kejuruan Muda. Kondisi terakhir disebutkan bahwa air belum surut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
Muhammad Saifullah
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Masih Bertahan Hingga Malam, Mahasiswa Ultimatum Gembok Kantor Gubernur

11 Mei 2026, 22:20 WIBNews