- Basket
- Bola voli
- Sepak takraw
- Sepakbola
Efisiensi Anggaran, Popda dan Peparpeda Riau 2026 Batal Digelar

- Pemerintah Provinsi Riau resmi membatalkan Popda XVII dan Peparpeda 2026 karena kebijakan efisiensi anggaran yang membuat pelaksanaan dua event olahraga itu tidak memungkinkan.
- Kadispora Riau Yurnalis menyebut beberapa daerah tidak memiliki cukup dana untuk mendukung atletnya, bahkan ada yang hanya mampu mengikuti satu cabang olahraga saja.
- Meskipun jumlah cabang olahraga Popda 2026 sudah dikurangi menjadi empat, yaitu basket, bola voli, sepak takraw, dan sepakbola, kegiatan tersebut tetap dibatalkan.
Pekanbaru, IDN Times - Pemerintah Provinsi Riau batal menggelar dua event olahraga. Kedua event tersebut yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Provinsi Riau 2026.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau Yurnalis, Jumat (22/5/2026).
"Benar, Popda dan Peparpeda Riau 2026 sudah resmi dibatalkan," kata Yurnalis.
Atas hal tersebut, Yurnalis mengaku sudah menyurati Dispora kabupaten/kota mengenai dengan pembatalan event Popda dan Peparpeda itu.
Untuk diketahui, Popda XVII Provinsi Riau direncanakan berlangsung pada bulan Juni 2026.
1. Keadaan keuangan tak memungkinkan

Yurnalis menerangkan, adapun alasan pembatalan tersebut, akibat dari efesiensi anggaran. Padahal, pihaknya telah mengatur dan membuat anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Sebetulnya kita sudah mengatur dan masukkan ke dalam anggaran, tetapi karena memang keadaan keuangan yang tak memungkinkan. Semuanya kan tergantung dana. Kita juga mapping semua daerah di Riau, keadaannya lebih kurang sama," terang Yurnalis.
Lebih lanjut dikatakannya, hanya beberapa cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan dan sesuai dengan Pra Popnas.
"Pra Popnas saja yang dibiayai oleh APBN, itu juga sudah dibatalkan," lanjut Yurnalis.
2. Ada daerah yang tak memiliki anggaran, jadi tak bisa dipaksakan

Diterangkannya, beberapa daerah di Bumi Lancang Kuning, juga telah menganggarkan dana untuk atletnya, tetapi tidak bisa ikut semua cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan. Bahkan, disebut Yurnalis, ada daerah yang sama sekali tidak memiliki anggaran untuk mendukung atletnya ikut dalam event tersebut.
"Ada juga daerah yang hanya bisa ikut satu cabang. Jadi ini tidak bisa kita paksakan," terang Yurnalis.
3. Ini cabor yang batal dipertandingkan, hanya ada 4

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Nasional di Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), jumlah cabor yang dipertandingkan untuk Popda 2026, terjadi pengurangan. Meskipun sudah dilakukan pengurangan hingga menyisakan 4 cabor, event tersebut juga tetap tidak bisa digelar.
Berikut ini 4 cabor yang rencananya akan dipertandingkan di Popda 2026.
















