Comscore Tracker

Kisah Wafatnya Fatimah Az-Zahra, Putri Rasul di Hari Ketiga Ramadan

Fatimah meninggal di usia 28 tahun

Bulan Ramadan tahun 11 Hijriah menjadi salah satu tahun kesedihan bagi umat Islam. Di tahun itu seorang perempuan yang sangat dicintai umat Islam, Fatimah Az-Zahra wafat. Putri Rasulullah itu wafat Selasa di hari ketiga Ramadan.

أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ: خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ

“Wanita-wanita terbaik di surga yaitu; Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam bintu Imran, dan Asiyah binti Muzahim istri Firaun.” (HR. Ibnu Abdil Bar, al-Isti’ab 2/113).

Kematian Penghulu wanita di Surga itu membuat Ali bin Abi Thalib sangat bersedih. Fatimah meninggal enam bulan setelah kematian Ayahnya, Nabi Muhammad SAW. 

1. Cerita Fatimah sejak kecil dan pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib

Kisah Wafatnya Fatimah Az-Zahra, Putri Rasul di Hari Ketiga RamadanIlustrasi Nabi Muhammad SAW (IDN Times/Aditya Pratama)

Dikutip dari dalamislam.com, Fatimah adalah putri bungsu Rasulullah dari pernikahannya dengan Khadijah binti Khuwailid. Fatimah adalah putri yang cerdas. Sejak kecil Fatimah menunjukkan keberaniannya. Dia selalu membela Ayahnya dari hinaan kaum Quraisy meski masih kecil. Termasuk saat kaum Quraisy saat menaruh kotoran unta di punggung Rasul. 

Fatimah juga seorang mujahidin yang membantu merawat luka para pejuang di medan perang. Bahkan ketika Rasulullah terluka, ia membakar sobekan tikar dan membungkusnya pada luka sang ayah hingga darahnya tidak lagi keluar.

Rasulullah juga sangat selektif memilih jodoh untuk Fatimah. Bahkan saat dua sahabat Rasul, Abu Bakar dan Umar sempat melamarnya. Tapi Rasul akhirnya menanti Ali bin Abi Thalib yang melamar putrinya. Hanya saja Ali minder karena merasa gak punya apa-apa. 

Ali akhirnya menjual baju perangnya seharga 400 dirham untuk meminang Fatimah. Dari pernikahannya yang sederhana, Fatimah dan Ali dikaruniai 4 orang anak yakni Hasan, Husein, Zainab, dan Ummi Kultsum.

Baca Juga: Kisah Nabi Yusuf, Dimusuhi Saudaranya hingga Difitnah karena Tampan

2. Fatimah sangat bersedih dengan kepergian Rasulullah

Kisah Wafatnya Fatimah Az-Zahra, Putri Rasul di Hari Ketiga RamadanIlustrasi Nabi Muhammad SAW (IDN Times/Aditya Pratama)

Kehidupan Fatimah begitu bahagia meski diwarnai suka dan duka. Salah satu hal paling sedih dalam hidup Fatimah adalah saat Rasulullah meninggal. Fatimah orang yang paling terpukul. Ia tidak lagi makan, minum, bahkan tertawa.

“Enam bulan setelah beliau wafat, putri beliau Fatimah radhiallahu ‘anha wafat. Menyusul ibunya (Khadijah) dan ayahnya (Rasulullah). Rasulullah SAW mengabarkan pada Fatimah, ia adalah orang pertama dari keluarganya yang akan menyusulnya. Beliau berkata kepada Fatimah, ‘Tidakkah engkau ridha, menjadi penghulu wanita di surga?’ Ia adalah putri bungsu Nabi. Ini adalah pendapat yang masyhur. Tidak ada lagi anak Rasulullah yang masih hidup kecuali dia. Karena itu, Allah besarkan pahala untuknya. Dialah (satu-satunya anak Nabi yang merasakan kehilangan Rasulullah.” (Ibnu Katsir, al-Bidayah wa an-Nihayah, 6/365).

3. Fatimah meninggal saat Ali salat di masjid

Kisah Wafatnya Fatimah Az-Zahra, Putri Rasul di Hari Ketiga RamadanIlustrasi Sujud (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ismail)

Lalu tibalah hari penuh kesedihan itu. Pada 3 Ramadan 11 Hijriah, Fatimah meninggal. Dikisahkan dalam Irshad: Wisdom of a Sufi Master (1988), setelah mandi, Fatimah yang sudah tahu akan kematiannya mengenakan pakaian yang bagus lalu tidur dan berbaring di samping Ali. 

Ia membisikkan kepada Ali soal kematiannya yang sudah dekat. Fatimah juga menyebut jika setelah meninggal nanti tidak ingin dimakamkan dengan upacara pemakaman. Air mata Ali tumpah mendengar itu. Tapi saat itu waktu salat tiba dan Ali bergegas ke masjid.

Saat Ali berada di masjid, Fatimah mengembuskan napas terakhirnya. Hasan dan Husein bergegas menyusul sang Ayah memberitahukan kabar tersebut. Ali kemudian memakamkan Fatimah sesuai dengan permintaan terakhir sang istri. Tidak ada pelayat atau kerabat dekat dalam pemakaman tersebut. Selain itu hanya Ali yang berhak memandikannya.

Hingga kini tak ada yang tahu di mana makam Fatimah. Ali bahkan membuat tiga kuburan palsu untuk mengaburkannya.

Baca Juga: 5 Fakta Fatimah Az-Zahra, Putri Kesayangan Nabi Muhammad SAW

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya