Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cerita Laira Munthe Coba Peruntungan Jadi Penyanyi Daerah Simalungun

Cerita Laira Munthe Coba Peruntungan Jadi Penyanyi Daerah Simalungun
Single Laira yang berjudul "Hasamboranmu" menggunakan bahasa Simalungun (Sipayung Production)

Simalungun, IDN Times ­– Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika beberapa orang menilai masyarakat Sumatra Utara memiliki suara yang indah. Bahkan pada kompetisi menyanyi berskala nasional, sebagian penyanyi Sumut cukup memantik perhatian khalayak. Namun, di samping Sumatra Utara yang dikenal sebagai provinsi dengan predikat banyak melahirkan penyanyi bersuara bagus itu, ada penyanyi daerah yang kerap luput dari perhatian masyarakat. Padahal suara penyanyi daerah juga memiliki kualitas suara yang tak kalah ciamik.

Salah satunya Laira Munthe. Perempuan berusia 20 tahun ini memilih mencoba peruntungan lewat lagu-lagu daerah, khususnya Simalungun dan Karo. Meskipun dikatakannya penyanyi daerah cukup minim perhatian dari masyarakat, khususnya masyarakat yang berasal dari daerahnya sendiri.

1. Penyanyi daerah dianggap punya partisipasi merevitalisasi budaya

Tak hanya Simalungun, Laira juga memiliki lagu berbahasa Karo (Wiranis Karo Musik)
Tak hanya Simalungun, Laira juga memiliki lagu berbahasa Karo (Wiranis Karo Musik)

Kepada IDN Times Laira mengatakan cukup sulit menjadi penyanyi daerah yang langsung dikenal banyak orang. Bahkan dirinya mengungkapkan harus memiliki single dahulu di Youtube barulah banyak yang mengundangnya manggung.

“Saya penyanyi lagu daerah, khususnya Simalungun dan Karo. Ada juga single saya lagu rohani, namun tetap konsisten menggunakan bahasa daerah. Total ada enam single saya sejauh ini,” aku Laira.

Sebab masih tergolong “orang baru” dalam  dunia penyanyi daerah, Laira tak begitu menargetkan menjadi seseorang yang begitu dielu-elukan. Baginya bernyanyi merupakan salah satu langkahnya dalam mengapresiasi dirinya sendiri bahkan membantu merevitalisasi bahasa daerah di samping sudah mulai memudarnya animo masyarakat terhadap sesuatu yang berbau kedaerahan.

“Menjadi penyanyi daerah merupakan salah satu goals saya sebenarnya. Memulai karir menjadi penyanyi daerah saya pikir merupakan suatu langkah yang arif dalam membantu merevitalisasi corak kedaerahan,’ tutur perempuan berusia 20 tahun itu.

2. Mendekati anak muda dengan cara menciptakan lirik dan pemaknaan lagu seputar dunia romansa

Banyak lagu Laira yang mengangkat drama percintaan (Wilsan Sitepu Official)
Banyak lagu Laira yang mengangkat drama percintaan (Wilsan Sitepu Official)

Laira mengujarkan jika banyak penyanyi-penyanyi daerah yang kualitas suaranya tak kalah bagus dengan penyanyi lagu-lagu populer. Namun yang menjadi penyesalannya adalah, cukup sedikitnya minat orang dalam meniti karir menjadi penyanyi daerah di Simalungun.

“Saya melihat fenomena ini sedikit berbeda dengan masyarakat Karo. Sepengamatan saya, ada saja penyanyi-penyanyi baru daerah Karo yang bermunculan, bahkan setiap minggunya. Kalau Simalungun, penyanyi daerahnya lama-kelamaan saya rasa mulai berkurang. Melihat fenomena ini saya jadi tertarik untuk membangkitkan semangat lagu-lagu daerah di Simalungun, terkhusus di kalangan anak-anak muda,” kata Laira.

Dirinya tak sungkan-sungkan mengungkapkan triknya dalam mendekatkan lagu-lagu daerah kepada anak-anak muda yang dalam hal ini sebagai pewaris kebudayaan. Laira dan tim produsernya mencoba memadukan antara lagu berbahasa daerah dengan tren dan musik anak-anak muda yang kerap berkutat dengan masalah romansa atau percintaan. Baginya, ini merupakan salah satu langkah yang strategis.

 “Lagu saya memang rata-rata dikemas dalam balutan kisah percintaan yang sendu. Relate juga sama kisah-kisah anak muda sekarang. Seperti gejolak batin seseorang bahwa pasangan kita sekarang belum tentu menjadi jodoh kita, ada juga yang menceritakan tentang toxic relationship di mana pacarnya ini gak bagus alias bad attitude, sampai yang menceritakan akan segera move on pun ada. Peristiwa-peristiwa ini, kan, cukup dekat dengan apa yang menimpa anak muda. Dengan kita mengangkat lagu berbahasa daerah yang relate dengan kehidupan mereka, saya berharap dapat memantik animo mereka,” tuturnya.

3. Menjadi penyanyi daerah adalah impian Laira sejak kecil

Laira Munthe bercita-cita sebagai penyanyi daerah sejak masih kecil (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Laira Munthe bercita-cita sebagai penyanyi daerah sejak masih kecil (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Latar belakang Laira yang hidup di kalangan masyarakat Simalungun dan Karo membuatnya ingin berkontribusi banyak bagi dua daerah itu. Anak muda yang berkuliah di Fakultas Bahasa dan Seni ini mengaku ingin mengeluarkan segala kemampuannya di samping minat orang dengan lagu-lagu berbahasa daerah yang masih rendah.

“Tak jarang saya sering insecure karena melihat penyanyi daerah memiliki suara yang bagus-bagus, ya, meskipun banyak juga yang mengatakan suara saya juga bagus. Hal ini lah yang memotivasi saya untuk benar-benar mulai mencoba peruntungan dan memaksimalkan profesi sebagai penyanyi daerah. Karena saya masih kecil juga ingin menjadi penyanyi daerah,” aku Laira.

Mendobrak pasar musik merupakan salah satu impian lain Laira. Ia memperkenalkan lagu-lagunya tersebut di kanal Youtube serta dari panggung ke panggung. Lagu-lagu miliknya antara lain berjudul “Gelah Nggo Tehndu”, “Kam Denga”, “Hasamboranmu”, sampai “Isni Janji”.

“Saya ingin menjadi perpanjangan tangan untuk mengenalkan bahasa daerah saya kepada anak-anak muda. Ketika lagu berbahasa daerah itu popular, niscaya dapat merevitalisasi corak-corak kedaerahan yang ada,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Eko Agus Herianto
Doni Hermawan
Eko Agus Herianto
EditorEko Agus Herianto
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Syariah Menunggu Kak Na di Rumah Darurat

07 Apr 2026, 23:00 WIBNews