Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini 5 Penyebab Daun Anggrek Retak dan Solusinya

ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/ameliacui)
ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/ameliacui)

Daun anggrek yang tampak indah dan segar bisa tiba-tiba menunjukkan keretakan yang mengganggu penampilan tanaman secara keseluruhan. Bagi sebagian pecinta anggrek, kondisi ini mungkin memicu kekhawatiran dan pertanyaan tentang apa yang salah dalam perawatannya.

Jika kamu pernah menemukan daun anggrek yang retak tanpa tahu penyebabnya, ada berbagai kemungkinan yang bisa dijelaskan mengapa anggrek mengalami hal tersebut.

Untuk itu, simak informasi mengenai penyebab dan solusi dari daun anggrek yang retak lewat artikel berikut. Cek, yuk:

1. Penyiraman tidak teratur

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/rocketmannprod)
ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/rocketmannprod)

Penyiraman yang tidak konsisten sering menyebabkan daun anggrek menjadi kering dan keriput. Ketika tanaman yang terlalu kering disiram secara tiba-tiba dan berlebihan, tekanan air bisa menyebabkan daun retak di bagian tengah. Hal ini umum terjadi jika kamu membiarkan media tanam kering terlalu lama.

Untuk menghindarinya, siramlah anggrek hanya ketika media tanam sudah benar-benar kering namun jangan dibiarkan kering terlalu lama. Gunakan metode rendam sebentar (sekitar 20 menit) agar akar menyerap air secara perlahan. Setelahnya, pastikan pot benar-benar tiris untuk mencegah pembusukan akar.

2. Kelembapan udara terlalu rendah

ilustrasi merawat tanaman (pexels.com/rocketmannprod)
ilustrasi merawat tanaman (pexels.com/rocketmannprod)

Daun anggrek sangat sensitif terhadap kelembapan lingkungan yang terlalu rendah. Udara kering dapat menyebabkan hilangnya cairan dari jaringan daun sehingga mudah rapuh dan retak. Kondisi ini makin parah jika terjadi perubahan kelembapan secara drastis.

Untuk mencegahnya, tempatkan anggrek di ruangan dengan suhu dan kelembapan stabil. Kamu dapat menambahkan humidifier atau mengelompokkan tanaman untuk menciptakan mikroklimat yang lebih lembap. Hindari meletakkannya di dekat AC, kipas angin, atau jendela yang sering terbuka.

3. Cahaya tidak sesuai

ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/magdaehlerspexels)
ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/magdaehlerspexels)

Paparan sinar matahari langsung bisa membakar daun anggrek, membuat permukaannya kering dan akhirnya pecah. Sebaliknya, jika kekurangan cahaya, daun bisa membengkok ke arah cahaya dan mengalami tekanan yang membuatnya retak. Kedua kondisi ini merusak struktur daun secara bertahap.

Solusinya, tempatkan anggrek di tempat dengan cahaya terang tapi tidak langsung, seperti di balik tirai tipis. Perhatikan warna dan tekstur daun, jika menguning atau muncul bintik-bintik, itu tanda intensitas cahaya perlu disesuaikan. Kamu juga bisa memindahkan tanaman ke lokasi dengan pencahayaan yang lebih stabil sepanjang hari.

4. Trauma atau kerusakan fisik

ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/ameliacui)
ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/ameliacui)

Daun anggrek bisa terbelah akibat benturan, lipatan, atau terjatuh, baik saat dibawa pulang dari toko maupun saat disimpan di rumah. Retakan karena trauma biasanya berbentuk horizontal dan tidak berhubungan dengan pola penyiraman atau kelembapan. Ini bisa terjadi karena ruang penyimpanan terlalu sempit atau gangguan dari anak-anak dan hewan peliharaan.

Untuk menghindari hal ini, periksa kondisi fisik tanaman sebelum membelinya dan bawa dengan hati-hati. Di rumah, letakkan anggrek di tempat yang aman dan tidak mudah tersenggol. Gunakan penyangga atau alas yang stabil untuk menambah perlindungan ekstra.

5. Kekurangan nutrisi

ilustrasi wanita memangkas bunga (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi wanita memangkas bunga (pexels.com/cottonbro)

Nutrisi yang tidak seimbang, terutama kelebihan nitrogen dan kalium, dapat menyebabkan kekurangan kalsium pada anggrek. Kalsium sangat penting untuk memperkuat dinding sel daun, dan tanpa itu, daun akan lebih mudah retak. Masalah ini biasanya muncul jika pupuk yang digunakan tidak sesuai kebutuhan anggrek.

Untuk mengatasinya, gunakan pupuk khusus anggrek dengan rasio NPK (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium) seimbang dan sesuai anjuran. Jika media tanam sudah terlalu jenuh, pertimbangkan untuk mengganti pot dan mengganti media dengan yang baru. Dengan asupan nutrisi yang tepat, daun baru akan tumbuh lebih kuat dan sehat.

Demikianlah, merawat anggrek tak harus rumit. Dengan mengenali penyebab dan solusinya, kamu bisa mencegah daun retak dan menjaga tanaman tetap sehat. Cukup perhatikan lingkungan, penyiraman, dan nutrisi agar anggrek tumbuh kuat dan indah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
IDN Times Hyperlocal
Arifin Al Alamudi
IDN Times Hyperlocal
EditorIDN Times Hyperlocal
Follow Us

Latest Life Sumatera Utara

See More

3 Fakta Coryanthes speciosa, Bunga Anggrek dengan Penyerbukan Unik

16 Jan 2026, 15:00 WIBLife