Comscore Tracker

Kisah Yos Tarigan, Mantan Jurnalis yang Kini Jadi Jaksa 

"Kalau gak jadi jurnalis, mungkin saya gak jadi jaksa"

Medan, IDN Times- Yos Arnold Tarigan, SH, MH saat ini menjabat Jaksa di Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Namun sebelumnya, ia pernah menjadi jurnalis di salah satu media cetak di Kota Medan.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Yos mengungkapkan jeli melihat peluang adalah kunci sukses baginya. "Tentu dengan berbagai persiapan. Namun, jeli melihat peluang adalah kunci utama, harus lebih peka," ujarnya.

Diakuinya, pernah menjadi jurnalis memudahkannya mendapatkan informasi lebih awal. Baik itu untuk keperluan membuat berita atau peluang kerja baru. Apalagi saat itu, Yos mendapatkan penugasan meliput isu kriminal dan hukum. 

"Kalau saya gak pos di sini (Kejati Sumut) saya gak dapat informasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil saat itu. Saya gak bisa mungkiri, kalau saya gak jadi jurnalis mungkin saya tidak akan bisa jadi jaksa," ucap pria kelahiran 1983 itu.

1. Sebelum jadi jurnalis pernah nulis opini di media cetak

Kisah Yos Tarigan, Mantan Jurnalis yang Kini Jadi Jaksa unsplash.com/ AbsolutVision

Yos bercerita, kesukaannya dalam dunia membaca dan menulis sudah dilatih sejak kecil. Namun ia mulai menulis sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Kemudian, hobi menulis itu berlanjut saat menjadi mahasiswa di Fakultus Hukum Universitas Sumatra Utara pada 2006.

Yos bilang, saat itu ia sering mengirim tulisan ke Koran Analisa. Ia bahkan mengingat untuk honor tulisan pertamanya dibayar Rp150 ribu. "Saya dulu suka nulis opini di Koran Analisa," ceritanya.

Setelah lulus, Yos bekerja di Kantor Pengacara. Namun, hobi menulis tak lantas berhenti saat dia bekerja. Hingga pada akhirnya, ia mendapatkan informasi penerimaan jurnalis untuk Koran Medan Bisnis.

"Saat itu kerja di Kantor Pengacara. Kebetulan saya nulis, lalu datang ambil honor. Ternyata ada informasi penerimaan jurnalis. Jadilah bekerja untuk Koran Medan Bisnis dari tahun 2008-2009," kenangnya.

2. Yos mengakui banyak kemudahan mendapatkan informasi saat jadi jurnalis

Kisah Yos Tarigan, Mantan Jurnalis yang Kini Jadi Jaksa Ilustrasi Jurnalis. IDN TImes/Arief Rahmat

Menjalani profesi jadi jurnalis, Yos mengakui banyak kemudahan mendapatkan informasi. Apalagi, saat itu ia diberi penugasan meliput isu kriminal dan hukum.

"Diberi pos liputan di kepolisian, kemudian di pengadilan dan kejaksaan. Saat itu ada informasi penerimaan pegawai di Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara," cerita Yos. 

"Jadi waktu masih jurnalis coba tes ujian CPNS pada 2009. Bahkan saat ujian ketemu jurnalis juga, ya ditanya ngapain di sini," ujarnya seraya tertawa.

Kemudian, ia dinyatakan lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil pada 2009, ia ditempatkan di Kabupaten Mandailing Natal.

3. Yos mendapatkan kesempatan untuk bertugas di penerangan hukum karena mantan jurnalis

Kisah Yos Tarigan, Mantan Jurnalis yang Kini Jadi Jaksa Ilustrasi Jurnalis (IDN TImes/Arief Rahmat)

Tak lama setelah dirinya bekerja Kabupaten Mandailing Natal, ia kembali mendapatkan kesempatan untuk bertugas di penerangan hukum (penkum). "Saya banyak terbantu karena saya bekas jurnalis," katanya.

Sebagai mantan jurnalis, Yos dipindahkan ke Sumatra Utara untuk menjadi staf di Penerangan Hukum pada 2011-2013. Di masa itu pula, ia kembali melanjutkan studi di Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, dan ia memperoleh gelar magister (S2) Hukum pada 2013.

Baca Juga: Mauktar Dihukum Mati, Pengadilan Tinggi Tolak Banding Kasusnya

4. Lanjutkan studi Pascasarjana hingga bekesempatan mengikuti PPPJ

Kisah Yos Tarigan, Mantan Jurnalis yang Kini Jadi Jaksa Ilustrasi hukum (IDN Times/Arief Rahmat)

Pada tahun kelulusannya itu, ia terpanggil untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ). Selesai mengikuti PPPJ, ia ditempatkan di Kejaksaan Negeri Kabanjahe di Bidang Intelijen pada 2013-2015.

"Saya saat itu menangani sidang pembunuhan, begal, kekerasan dalam rumah tangga dan anak. Paling dominan saya dikasih tangani berkas kasus anak. Untuk menangani kasus anak berbeda dengan peradilan biasa. Dari waktu dan penampilan juga tidak sama," katanya. 

Yos bilang, pada 2015, diperlukan kembali Jaksa yang punya latar belakang jurnalis. "Sempat juga saya jadi Kasubsi Penkum dan Pelaksana Harian (Plh) Kasi Penkum pada 2017," ceritanya.

"Sebelum saya Plh, saya jadi Jaksa Fungsional. Tapi dapat surat untuk dikembalikan ke Penkum untuk menyusun release berita dan komunikasi ke media karena saya pernah berprofesi jadi jurnalis," sambungnya.

Yos juga pernah menjabat Kasi Pidsus di Kejaksaan Tapanuli Selatan (Tapsel) pada 2018-2020. Namun, pada akhir 2020 ia dipindah tugas menjadi Kasi Pidsus Deliserdang. Selanjutnya, pada Oktober 2021 menjabat Kasi Penkum Kejati Sumut. 

5. Yos: Masing-masing kasus punya karakter sendiri terhadap pelaku

Kisah Yos Tarigan, Mantan Jurnalis yang Kini Jadi Jaksa Ilustrasi sidang daring. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Dikatakan Yos, penanganan perkara yang banyak dilakukannya saat ia bertugas di Kejari Kabanjahe. Namun, masing-masing kasus punya karakter sendiri terhadap pelaku. "Fungsi jaksa menuntut, negara hadir di situ. Saya selalu mengedepankan hati nurani," kata pria kelahiran 2 Maret 1983 itu.

Salah satu kasus yang melekat diingatannya adalah saat menyidangkan perkara anak usia 16 tahun, diduga melakukan penganiayaan. "Berkas di P21, betul perkara ada. Tapi setelah saya lihat lagi, kenapa sih dia melakukan itu, ternyata ada sebab akibat. Ibunya berantam dan dikejar. Respon dia cepat, terjadilah perbuatan penganiayaan itu untuk melindungi ibunya," bebernya.

"Pidananya ada tapi sebab melakukan itu ada. Kita anggap dia anak di bawah umur. Saya lakukan kunjungan ke kampungnya. Dengan berbagai pertimbangan, saya tuntut 6 bulan tapi diputus 4 bulan. Saya menggunakan hati nurani dan peka terhadap yang berperkara, baik korban maupun pelaku," kenangnya.

6. Selain jeli lihat peluang, kunci sukses bagi Yos adalah meminta restu kepada orangtua di setiap langkahnya

Kisah Yos Tarigan, Mantan Jurnalis yang Kini Jadi Jaksa IDN Times/Masdalena Napitupulu

Selain jeli lihat peluang, kunci sukses bagi Yos adalah meminta restu kepada orangtua di setiap langkahnya. "Saya dari kecil diajari orang tua, harus ramah, senyum, dan peka. Yang paling penting jujur," tuturnya. 

"Ketika kita kecil apa yang kita inginkan, ketika besar apa yang kita bisa, itu kuncinya," ujar Yos memungkasi.

Baca Juga: 5 Film tentang Pengadilan Penyihir di Amerika, Seram Bukan Main

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya