Satu Ruko Tiga Warisan: Kuliner, Budaya, dan Cerita di Kota Lama Medan

- Ruko WARISAN di Jalan Kumango, Medan, berdiri sejak 1920-an dan direstorasi tahun 2023 tanpa mengubah gaya Peranakan aslinya, menghadirkan nuansa nostalgia khas rumah tempo dulu.
- Kafe ini menawarkan berbagai menu dimsum dan teh autentik dengan harga terjangkau, menjadikan ritual makan dan minum sebagai pengalaman budaya yang hangat dan penuh kenangan.
- Konsep 'Gossip' dijadikan elemen sosial utama, menciptakan ruang interaksi antar pengunjung lewat desain meja rapat, musik lawas, serta suasana yang mendorong obrolan santai tanpa distraksi digital.
Medan, IDN Times - Jika Kesawan adalah museum hidupnya Kota Medan, maka WARISAN adalah ruang tamunya. Di balik fasad ruko hijau-kuning gonjreng dengan jendela biru khas Peranakan, ada tiga tradisi yang dijaga disini. Yaitu, Dimsum, Teh, dan Gossip. Namun, ini bukan sekadar tagline, tapi ritual harian orang Medan yang dikemas ulang dalam ruko berusia 100 tahun.
Nama restoran ini adalah WARISAN dengan tagline Dimsum . Teh . Gossip. Tempatnya berlokasi di jalan Kumango nomor 5 Kota Medan yang buka mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB, dengan menawarkan berbagai menu pilihan kisaran harga Rp10 ribu hingga Rp30 ribuan.
Mari simak ulasan kafe Warisan ini:
1. Bangunan kafe Warisan adalah ruko sejak tahun 1920-an yang "Bangun" Lagi

Bangunannya bekas ruko saudagar Tionghoa-Melayu sejak era tahun 1920-an. Direstorasi 2023 tanpa ngilangin DNA aslinya yang menampilkan jendela krepyak biru dan teralis besi tempa, keramik motif flora di dinding khas rumah peranakan Deli, pintu harmonika dan lantai tegel abu-abu, logo wayang di papan nama: simbol “meneruskan cerita”.
Disini juga terasa vibes jadulnya, karena banyak properti yang dipasang atau digantung. Seperti lampu petromax, kain panjang gendong bayi, kerupuk, tutup saji, dan lainnya.
Lantai 1 biasanya untuk nongkrong atau ngopi cepat dan takeaway dimsum. Kemudian Lantai 2 ini jadi “ruang gossip” utamanya meja kayu panjang, kursi rotan, gorden renda putih. Vibes ini seperti di rumah nenek.
Foto paling iconic dengan berdiri depan papan “WARISAN” dengan background jendela warna-warni.
2. Berikut menu yang wajib dirasa

Nah, menu yang wajib dicoba ada berbagai macam. Mulai dari nasi goreng, kwitiaw hingga minuman kopi hitam. Ada juga Siomay Udang WARISAN dengan harga Rp22 ribu/3 pcs. Udang berasa, ayamnya gak tepung doang. Hakau Kristal Rp25.000/3 pcs Kulit transparan, kuah udang meleleh. Lumpia Kulit Tahu Rp18.000/2 pcs dengan isi bengkuang ditambah udang jadi kriuk di luar. Ada ceker Lumpia Rp15.000/porsi yang empuk dan bumbu meresap sampai tulang. Bakpao Telor Asin Lumer Rp12.000/pcs Isiannya banjir, wajib pecahin pelan-pelan. Cakwe dan Susu Kedelai Rp15.000 Paket sarapan ala kopitiam jadul.
Untuk nge-dimsum terbaik pada pukul 09.00-11.00 pagi, karena kukusan baru keluar, masih mengepul tapi kalau lewat pukul 20.00 WIB biasanya banyak yang habis.
Nah, biasanya datang ber-4, bisa pesan 5 menu dimsum dan 4 teh jadi total ±Rp120 ribu. Secara kalkulasi Rp30 ribu/orang udah kenyang dan bisa gossip 2 jam.
Menariknya, tagline “Teh” di sini serius. Bukan teh sachet celup. Yakni:
1. Teh Tarik WARISAN Rp15.000 – Pakai susu kental jadul + gula aren. Ditarik tinggi, buihnya tebal.
2. Teh Melati Tjong A Fie Style Rp12.000 – Disajikan di teko tanah liat kecil + cangkir belimbing. Pahit-wangi.
3. Teh O Panas Rp8.000 – Penyelamat kalau kebanyakan dimsum. Tawar, sepat, bersih.
4. Teh Bunga Telang Leci Rp18.000 – Biru ungu cantik, asam manis, paling fotogenik.
Fun Fact: Gelas dan tekonya sengaja pakai model tahun 1980-an. Pastinya, biar ingat, kalau dulu mau nge-teh itu ritual, bukan buru-buru.
3. Warisan Budaya: “Gossip” Sebagai Lem Sosial

Kenapa “Gossip” masuk jadi konsep resmi? Karena di Medan, nongkrong = tukar cerita. WARISAN sengaja desain tempatnya biar obrolan ngalir.
Jika diamati, ada meja dempet yang gak ada sekat tinggi. Mau gak mau kenal meja sebelah. Kemudian musik yang diputar era tahun 80-90an pelan yang dinyanyikan oleh Chrisye, Nike Ardilla, Koes Plus pasti volume pas biar bisik-bisik gak bocor.
Kemudian Lantai 2 ini area semi-privat. Ada tirai bambu yang bisa ditutup kalau curhatnya udah level “confidential”.
Menariknya, wiFi sengaja lemot tujuannya biar gak sibuk HP atau sibuk ngobrol.
Untuk aturan Gossip WARISAN: silakan gosip, asal jangan bawa nama orang yang lagi duduk di sini juga.” Tempel di dinding.
Jadi, ini bukan kafe yang jual estetik doang. WARISAN jual memori dengan rasa dimsum masa kecil, pahitnya teh nenek, dan hangatnya cerita yang gak ada di story IG.


















