Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tugu Raja Parhoris Harianja, Jejak Sejarah Leluhur di Onan Runggu

Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)
Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)

Pulau Samosir memiliki banyak tugu leluhur yang menjadi penanda sejarah tiap marga. Namun, Dari semua yang ada, tugu Raja Parhoris Harianja di Kecamatan Onan Runggu menyimpan cerita yang cukup berbeda dibanding lainnya.

Tugu ini berkaitan erat dengan asal-usul marga Harianja, persatuan keturunan, serta berbagai kegiatan adat yang masih berlangsung hingga kini. Keberadaannya juga tidak terlepas dari peran para perantau yang tetap menjaga hubungan dengan kampung halaman.

Sejumlah peristiwa besar pernah digelar di lokasi ini dan menjadikan tugu sebagai salah satu pusat aktivitas marga Harianja di Samosir.  Dari semua keunikan ini, berikut hal menarik untuk diketahui dari tugu ini.

1. Menjadi Titik Kumpul Harianja dari Berbagai Negara

Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)
Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)

Tugu Raja Parhoris Harianja dikenal sebagai tempat berkumpulnya marga Harianja dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri. Hal ini terlihat pada Juli 2023 saat digelarnya Pesta Syukuran dan Musyawarah Besar (Mubes) PHBI di lokasi tugu.

Oppung Jesica, warga yang dipercaya memegang kunci pagar tugu, mengatakan bahwa tugu ini memang diperuntukkan sebagai tempat berkumpul marga Harianja sedunia.

Ia menjelaskan, lokasi tugu dipilih karena Onan Runggu merupakan asal leluhur mereka. Jika ada keturunan Harianja atau peziarah yang ingin datang, kunci pagar biasanya diminta kepadanya.

2. Nama Harianja Berasal dari Nama Leluhur

silsilah parhoris harianja (Mangara Wahyudi)
silsilah parhoris harianja (Mangara Wahyudi)

Dalam catatan adat yang berkembang di wilayah Onan Runggu, nama Harianja dikaitkan dengan Parhoris, seorang leluhur yang namanya kemudian digunakan sebagai identitas marga melalui kesepakatan adat.

Proses pembentukan nama marga ini tidak semata-mata mengikuti garis keturunan biologis, melainkan juga dipengaruhi oleh struktur sosial dan kesepakatan adat setempat. Tugu Raja Parhoris Harianja kemudian didirikan sebagai penanda sejarah leluhur yang menjadi rujukan identitas marga Harianja di wilayah tersebut.

3. Berdiri di Wilayah Dominasi Marga Lain

Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)
Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)

Tugu Raja Parhoris Harianja berada di wilayah Onan Runggu yang secara historis dikenal sebagai kawasan dominasi keturunan Raja Sonang, seperti marga Gultom, Samosir, Pakpahan, dan Sitinjak. Keberadaan tugu Harianja di kawasan ini menunjukkan jejak sejarah pemukiman dan relasi adat yang berkembang sejak masa awal pembentukan huta di wilayah tersebut.

Penempatan tugu di Onan Runggu juga mencerminkan pengakuan sosial terhadap keberadaan dan peran marga Harianja di tengah komunitas lintas marga. Hingga kini, tugu tersebut berdiri sebagai bagian dari lanskap adat setempat yang memperlihatkan keterkaitan sejarah antara Harianja dan marga-marga lain di kawasan Samosir bagian selatan.

4. Dibangun dengan Dukungan Tokoh Nasional

Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)
Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)

Pembangunan Tugu Raja Parhoris melibatkan tokoh-tokoh Harianja yang berkiprah di tingkat nasional. Mereka berasal dari latar belakang militer, akademisi, hingga birokrasi.

Keterlibatan para perantau ini menunjukkan kuatnya hubungan antara diaspora Harianja dengan kampung halaman. Tugu tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam menjaga sejarah dan identitas marga di Samosir.

5. Jadi Lokasi Kegiatan Adat dan Lingkungan

Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)
Tugu Harianja (Mangara Wahyudi)

Dalam rangkaian Mubes PHBI 2023, kegiatan adat di sekitar tugu disertai penanaman pohon dan penebaran benih ikan di Danau Toba.

Kegiatan ini mencerminkan perhatian marga Harianja terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar. Tugu Raja Parhoris kini juga digunakan sebagai pusat kegiatan sosial yang melibatkan warga setempat.

Tugu Raja Parhoris Harianja di Onan Runggu memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya marga Harianja. Dari tempat berkumpulnya keturunan hingga lokasi berbagai kegiatan adat dan sosial, tugu ini terus digunakan secara aktif.

Keberadaannya menunjukkan bagaimana tradisi Batak tetap dijaga sambil menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Hingga kini, Tugu Raja Parhoris Harianja tetap menjadi bagian penting dari identitas dan kebersamaan marga Harianja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest Travel Sumatera Utara

See More

Tugu Raja Parhoris Harianja, Jejak Sejarah Leluhur di Onan Runggu

24 Jan 2026, 07:42 WIBTravel