Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Unik Kebun Bunga Medan, Dari Taman Sunyi ke Ruang Kota

5 Fakta Unik Kebun Bunga Medan, Dari Taman Sunyi ke Ruang Kota
Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)
Intinya Sih
  • Kebun Bunga Medan dulunya merupakan kawasan memorial keluarga Tjong Yong Hian yang kemudian berkembang menjadi area olahraga dan ikon sepak bola kota Medan.
  • Wilayah ini mengalami berbagai perubahan fungsi, dari permukiman Tionghoa, stadion PON 1953, hingga markas PSMS Medan yang melahirkan pemain legendaris seperti Ronny Pasla.
  • Setelah direvitalisasi, Kebun Bunga kini menjadi ruang publik terbuka dengan lintasan lari dan taman hijau yang ramai dikunjungi warga untuk berolahraga dan bersantai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Urban Community Park Kebun Bunga Medan, sekarang terlihat jauh berbeda. Pagi hari orang berlari, napas tersengal, sepatu menghantamkan lintasan. Dikala sore menjelang malam, suasananya sudah berubah. Anak-anak berlarian, orang tua duduk santai, beberapa remaja pun sibuk berfoto. Tempat ini pun kembali ramai, sebagaimana ramainya sejarah yang diukirnya.

Dulu, ada masa ketika kawasan ini tidak seramai itu. Tribun beton tampak kusam, lapangan kehilangan daya tariknya, dan nama Kebun Bunga lebih sering disebut dalam nada nostalgia. Padahal bagi sebagian warga Medan, tempat ini pernah menjadi pusat sorak-sorai, tempat harapan ditumpahkan, pada sebelas pemain yang berlari berebut bola.

Menariknya, jika ditelusuri juga lebih jauh, kisah Kebun Bunga tidak berawal dari sepak bola. Kawasan ini ternyata sudah beberapa kali berganti fungsi, mengikuti perubahan zaman dengan cara yang tidak selalu disadari. Dan dari sejumlah fakta tentangnya yang kerap terlewat, berikut beberapa fakta unik yang membuat Kebun Bunga layak dipahami bukan sebagai taman kota biasa.

1. Namanya Bukan Soal Bunga

Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)
Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)

Banyak yang menduga nama “Kebun Bunga” berasal dari taman bunga peninggalan kolonial. Dugaan itu masuk akal, tetapi tidak tepat. Nama tersebut merujuk pada kompleks taman makam keluarga Kapitan Tionghoa Medan, Tjong Yong Hian. Di gerbangnya tertulis “Taman Kebun Bunga” atau Mao Rong Yuan.

Awalnya kawasan itu adalah ruang memorial. Tenang, tertata, jauh dari hiruk-pikuk pertandingan. Namun seiring waktu, nama tersebut melebar dan melekat pada area di sekitarnya.

2. Punya Sejarah Alih Fungsi yang Ekstrem

Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)
Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)

Pada akhir abad ke-19, wilayah ini dikenal sebagai permukiman etnis Tionghoa. Memasuki era kolonial, sebagian areanya dipakai sebagai fasilitas olahraga untuk kalangan Eropa. Sepak bola sudah dimainkan, meski belum menjadi tontonan massal.

Setelah kemerdekaan, lapangan ini dikembangkan menjadi stadion untuk PON 1953. Sejak itu, Kebun Bunga identik dengan sepak bola dan menjadi markas PSMS Medan. Kejayaan datang, lalu perlahan meredup sebelum akhirnya kawasan ini direvitalisasi.

3. Wajah Baru yang Lebih Terbuka

Sport Climbing di Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)
Sport Climbing di Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)

Kini tampilannya tidak lagi didominasi tribun tinggi di setiap sisi. Beberapa bagian dibuat terbuka. Lapangan terasa lebih lapang, lebih ringan.

Ruang hijau menjadi elemen utama. Orang datang bukan hanya untuk menonton pertandingan, tetapi juga untuk beraktivitas. Tidak terlalu formal, tidak pula terasa eksklusif.

4. Pernah Melahirkan Kiper yang Menggagalkan Penalti Pelé

Lapangan Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)
Lapangan Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)

Di lapangan ini, pemain-pemain PSMS ditempa dengan disiplin keras. Parlin Siagian dikenal lewat “tendangan pisang”-nya yang melengkung tajam dan kerap mengecoh kiper lawan. Kiper Ronny Pasla juga berkembang dalam atmosfer latihan di sini.

Pada 1972, ia mencatatkan salah satu momen paling dikenang dalam sejarah sepak bola Indonesia ketika menggagalkan penalti Pelé dalam laga ekshibisi melawan klub Brasil, Santos, yang saat itu diperkuat sang legenda. Aksi penyelamatan itu tetap menjadi bagian penting dari cerita panjang sepak bola nasional.

5. Kini Bukan Hanya Tentang Sepak Bola

Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)
Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)

Fungsinya kini lebih luas. Ada lintasan lari, ruang terbuka hijau, dan lapangan dengan rumput berstandar internasional. Komunitas olahraga memanfaatkannya. Keluarga datang pada akhir pekan. Aktivitas terus berlangsung, hampir tanpa jeda.

Kebun Bunga hari ini adalah hasil dari perubahan yang panjang. Ia pernah sunyi, pernah gemilang, dan kini kembali hidup dengan cara yang berbeda. Sebuah ruang kota yang terus bergerak, tanpa melepaskan jejak masa lalunya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest Travel Sumatera Utara

See More