Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tumbangkan PSIS, Pelatih PSMS Sesalkan Kartu Merah Javi Siverio

Kota Medan
2 min read
Tumbangkan PSIS, Pelatih PSMS Sesalkan Kartu Merah Javi Siverio
Gelandang PSMS Raihan Utama selebrasi usai membobol gawang PSIS di Stadion Utama Sumut, Minggu (25/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
  • PSMS Medan menang 2-1 atas PSIS Semarang meski Javier Siverio mendapat kartu merah pada menit ke-39, setelah sebelumnya mencetak gol dan membawa tim unggul 2-0.
  • Pelatih Eko Purdjianto menyesalkan kartu merah tersebut karena PSMS harus mengubah strategi dari menguasai bola menjadi lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik.
  • PSIS memperkecil skor lewat Fitra Ridwan pada menit 90+8 setelah Rifki Dwi Septiawan juga dikartu merah; PSMS tetap menjaga kemenangan dan berharap hasil ini memotivasi tim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menyoroti kartu merah yang kembali diterima timnya saat menghadapi PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027. Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama, Ayam Kinantan mampu mengamankan kemenangan 2-1 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (25/10/2026) malam WIB.

PSMS kehilangan striker andalannya, Javier Siverio, pada menit ke-39 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS. Situasi tersebut membuat tuan rumah harus mengubah strategi untuk mempertahankan keunggulan dua gol.

"Terima kasih, yang pasti kita syukuri lagi. Tapi terjadi lagi kartu merah di babak pertama. Luar biasa perjuangan pemain dengan susah payah mempertahankan keunggulan 2-0," kata Eko seusai pertandingan.

  1. 1. Lebih banyak bertahan usai kartu merah

    Gelandang PSMS Raihan Utama saat menghadapi PSIS di Stadion Utama Sumut pada Minggu, 25 Oktober 2026.
    Gelandang PSMS Raihan Utama ssaat menghadapi PSIS di Stadion Utama Sumut, Minggu (25/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

    PSMS membuka keunggulan melalui tembakan Raihan Utama pada menit ke-22. Keunggulan tuan rumah bertambah lewat gol Javier Siverio pada menit ke-38 setelah memanfaatkan assist Ikhsan Chan.

    Namun, kartu merah yang diterima Siverio membuat PSMS tak lagi leluasa menjalankan permainan seperti sebelumnya. Eko menjelaskan timnya harus mengubah pendekatan dengan lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.

    "Pertama, kita memang kesulitan lagi di babak pertama bermain dengan 10 pemain. Tadinya kita memegang possession, tetapi setelah kehilangan pemain, kita bertahan dan melakukan counter. Terlepas dari itu, kita tetap berusaha memegang bola agar tidak mudah hilang," ujar Eko.

  2. 2. Apresiasi pemain yang bisa pertahankan keunggulan meski 10 pemain

    Javier Siverio, top skor PSMS, menerima kartu merah saat menghadapi PSIS di Stadion Utama Sumut dalam laga.
    Top skorer PSMS Javier Siverio diganjar kartu merah saat menghadapi PSIS di Stadion Utama Sumut, Minggu (25/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

    Memasuki babak kedua, PSIS berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengejar ketertinggalan. Pertahanan PSMS mampu meredam tekanan tim tamu hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.

    Situasi kembali berubah pada menit ke-82 setelah pemain PSIS, Rifki Dwi Septiawan, menerima kartu merah akibat dua kartu kuning. Kedua tim pun kembali bermain dengan jumlah pemain yang sama.

    PSIS akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui Fitra Ridwan pada menit ke-90+8. Gol tersebut membuat akhir pertandingan berlangsung menegangkan, tetapi PSMS tetap mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang.

    Eko mengakui para pemain sempat kehilangan konsentrasi menjelang laga berakhir. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan skuadnya yang mampu mempertahankan keunggulan dalam situasi sulit.

    "Di menit terakhir kita tidak fokus, tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka bisa mempertahankan keunggulan 2-0 cukup lama dalam situasi yang tidak mudah," tuturnya.

  3. 3. Pemain syukuri cetak gol lebih awal

    Pemain PSMS Phillerson de Oliveira berduel melawan PSIS di Stadion Utama Sumut pada laga 25 Oktober 2026.
    Pemain PSMS Phillerson de Oliveira saat menghadapi PSIS di Stadion Utama Sumut, Minggu (25/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

    Sementara itu, pemain PSMS, Rangga Muslim, berharap kemenangan tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

    "Alhamdulillah, kami bisa mencetak gol lebih awal dan unggul 2-0. Mudah-mudahan hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk pertandingan berikutnya," kata Rangga.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More