Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Persiraja Bungkam PSGC, M Ridwan Beberkan Rahasia Perangkap Offside

Kota Medan
4 min read
Persiraja Bungkam PSGC, M Ridwan Beberkan Rahasia Perangkap Offside
Pelatih Persiajara Banda Aceh, M Ridwan (tengah). (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Persiraja Banda Aceh menang 2-1 atas PSGC Ciamis melalui strategi perangkap offside yang dirancang M Ridwan untuk menjaga garis pertahanan tetap rapat.
  • Ridwan menilai laga Championship Grup Barat sangat ketat; Persiraja menunjukkan peningkatan penguasaan bola, agresivitas, dan penciptaan peluang sebelum mencetak dua gol babak kedua.
  • Kemenangan kandang ini menjadi suntikan semangat bagi Persiraja, sementara tim pelatih akan mengevaluasi bola ke belakang pertahanan serta penyelesaian peluang di depan gawang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Pelatih Persiraja Banda Aceh, M Ridwan, mengungkapkan kesuksesan timnya meredam pergerakan para pemain PSGC tak lepas dari skema perangkap luar posisi (offside) yang berjalan sesuai rencana. 

Strategi tersebut terbukti beberapa kali berhasil menjebak para pemain tim tamu dalam laga ketat di Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh, Sabtu (24/10/2026) malam. Laskar Rencong sukses mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas PSGC Ciamis.


  1. 1. Bukan pemain belakang yang tertinggal, melainkan strategi offside

    WhatsApp Image 2026-10-24 at 23.22.53.jpeg
    Persiraja Banda Aceh lawan PSGC Ciamis di Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Ridwan dengan tegas membantah anggapan bahwa lini belakang Persiraja sempat kocar-kacir atau kedodoran ketika menghadapi serangan balik cepat dari kubu lawan. Ia memastikan bahwa kondisi tersebut merupakan desain taktis yang memang sengaja diciptakan untuk menjaga kerapatan antarlini.

    “Jadi bukan ketinggalan anak-anak pemain-pemain bukan ketinggalan, tapi memang itu kita ciptakan kondisi yang seperti itu agar line-nya itu rapi, terus kemudian ada pemain yang tertinggal dari PSGC, sehingga pemain yang tertinggal tersebut jika mendapatkan bola akan terjebak dalam posisi offside,” kata Ridwan.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa situasi tersebut kebanyakan bukan terjadi dari momen serangan balik murni (counter-attack), melainkan dari open play. Ketika PSGC menguasai bola, si kulit bundar langsung dikirimkan ke arah striker yang berujung pada duel di lini pertahanan.

    Ridwan tidak memungkiri masuknya pemain lawan nomor tertentu sempat menciptakan banyak masalah di lini pertahanan mereka. Namun, jebakan offside yang terjadi merupakan bagian dari desain taktis untuk menjaga agar garis pertahanan tetap kompak dan meninggalkan lawan di belakang.

    Meski demikian, tim pelatih tetap mencatat adanya beberapa catatan evaluasi, khususnya terkait masih mudahnya bola dilemparkan ke area belakang pertahanan Persiraja.

    “Jadi poin terbesarnya adalah bagaimana kita mencegah sumber masalahnya ini dulu, daripada kita pasti kita akan memperbaiki ini, tapi sumber masalahnya ini yang akan kita perbaiki,” ujar Ridwan.


  2. 2. Kemenangan berharga di tengah persaingan ketat grup barat Championship

    WhatsApp Image 2026-10-24 at 23.17.17.jpeg
    Para pemain Persiraja Banda Aceh selebrasi. (Dokumentasi Media Official Persiraja Banda Aceh untuk IDN Times)

    Menanggapi jalannya pertandingan, Ridwan mengakui duel melawan PSGC bukanlah laga yang mudah untuk dimenangkan. Secara keseluruhan, ia menilai seluruh kontestan di ajang Championship musim ini, khususnya di Grup Barat, berada dalam tingkat persaingan yang sangat ketat, tanpa memandang posisi di klasemen sementara.

    “Jadi kita tidak bisa melihat PSGC meskipun dari sisi klasemen tidak terlalu bagus posisinya, tapi masih di atas kita, ya. Terbukti di pertandingan hari ini kita susah payah untuk mengalahkan PSGC,” ungkapnya.

    Kendati demikian, pelatih Laskar Rencong ini melihat adanya peningkatan performa yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan pertandingan pada pekan sebelumnya. 

    Berdasarkan evaluasi dari staf kepelatihan, aspek penguasaan bola (ball possession) menjadi poin paling menonjol di mana Persiraja tampil lebih dominan dan agresif.

    Tuan rumah tercatat lebih banyak menciptakan peluang, khususnya di sepanjang babak pertama, meski belum mampu dikonversi menjadi gol. Gelontoran dua gol di babak kedua akhirnya mampu memecah kebuntuan dan memastikan tiga poin penuh di kandang sendiri.


  3. 3. Ibarat air di tengah gurun dan evaluasi menatap laga selanjutnya

    WhatsApp Image 2026-10-24 at 23.17.18.jpeg
    Para pemain Persiraja Banda Aceh selebrasi. (Dokumentasi Media Official Persiraja Banda Aceh untuk IDN Times)

    Kemenangan dramatis ini disambut rasa syukur yang mendalam oleh sang pelatih. Ridwan bahkan memberikan analogi yang menggambarkan betapa krusialnya arti kemenangan ini bagi mentalitas tim yang tengah berjuang di kompetisi Championship.

    “Banyak yang bilang juga, ‘nah menang lawan PSGC kok sampai segitu bahagianya?’ Ya sama, kita analogikan ketika kita ada di gurun, satu botol mineral itu sangat berharga. Ketika kita mendapatkan satu botol mineral itu kita seperti mendapatkan dunia kita, ya. Satu kemenangan hari ini sama seperti kita minum air di tengah kehausan yang menimpa kita,” tutur Ridwan penuh pengibaratan.

    Ia menyebut hasil positif ini sebagai tambahan tenaga, obat, sekaligus suntikan semangat baru bagi para pemain untuk mengarungi sisa kompetisi dan menatap laga-laga berikutnya. Ridwan pun menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh anak asuhnya serta mempersembahkan kemenangan tersebut untuk masyarakat Aceh di mana pun berada.

    Menutup keterangannya, sang juru taktik menyoroti ketajaman lini serang yang menciptakan banyak peluang emas bahkan beberapa di antaranya sempat membentur mistar gawang.

    Evaluasi berkala, baik melalui rekaman pertandingan maupun sesi latihan bersama tim analisa, akan terus digalakkan guna memperbaiki berbagai pekerjaan rumah (PR) yang masih tersisa.

    “Setidaknya kita punya atau kita bisa meng-create banyak peluang, itu dulu, ya. Ketika kita berbicara pertandingan yang sebelumnya, tidak banyak peluang yang bisa kita create. Artinya ini poin-poin positif dari apa yang ditunjukkan oleh para pemain, mudah-mudahan dari konfidensi yang didapat ini dengan kemenangan ini mudah-mudahan bisa membuat mereka lebih terang lagi di dalam di depan gawang dalam memanfaatkan peluang, ya,” pungkasnya.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More