Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Komdis PSSI Denda Rp95 Juta Persiraja Imbas Lawan Sumsel United

Kota Medan
3 min read
Komdis PSSI Denda Rp95 Juta Persiraja Imbas Lawan Sumsel United
Persiraja Banda Aceh melawan Sumsel United. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Komdis PSSI menjatuhkan total denda Rp95 juta terkait laga Persiraja Banda Aceh melawan Sumsel United di Stadion H Dimurthala, 2 Oktober 2026.
  • Persiraja didenda Rp75 juta akibat yel provokatif, pembakaran spanduk, dan lima suporter memasuki lapangan; panitia didenda Rp20 juta karena tanpa pengawalan perangkat pertandingan.
  • Manajer Ridha Mafdhul Gidong meminta suporter menyampaikan aspirasi tanpa merugikan tim serta menjaga keamanan dan ketertiban selama Pegadaian Championship 2026/2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjatuhkan sanksi denda kepada Persiraja Banda Aceh dan panitia pelaksana pertandingan terkait sejumlah pelanggaran saat Laskar Rencong menghadapi Sumsel United.

Pertandingan lanjutan pekan keempat Pegadaian Championship 2026/2027 tersebut berlangsung di Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh, pada Jumat (2/10/2026) malam.

Total denda yang dijatuhkan mencapai Rp95 juta. Sebanyak Rp75 juta merupakan sanksi untuk Persiraja atas tiga pelanggaran yang dilakukan suporter, sedangkan Rp20 juta lainnya dijatuhkan kepada panitia pelaksana pertandingan karena tidak menyediakan pengawalan kepulangan perangkat pertandingan dari stadion menuju hotel.

Berdasarkan keputusan Komdis PSSI yang dipublikasikan melalui situs resmi federasi, terdapat tiga jenis pelanggaran yang menjadi dasar pemberian sanksi kepada Persiraja.

  1. 1. Persiraja didenda Rp75 juta atas tiga pelanggaran suporter

    WhatsApp Image 2026-10-03 at 02.57.48.jpeg
    Suporter Kutaraja untuk Lantak Laju (SKULL). (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Persiraja dijatuhi denda Rp15 juta karena terdapat suporter yang meneriakkan yel-yel bernada provokatif dan menghina perangkat pertandingan di seluruh tribun.

    Selain itu, klub dikenai denda Rp30 juta akibat insiden pembakaran satu buah spanduk oleh suporter di Tribun Utara.

    Sanksi lainnya sebesar Rp30 juta dijatuhkan setelah pertandingan berakhir. Komdis PSSI mencatat lima orang suporter Persiraja memasuki area lapangan dari Tribun Utara.

    Dengan demikian, total denda yang harus ditanggung Persiraja atas tiga pelanggaran tersebut mencapai Rp75 juta.

  2. 2. Panitia pelaksana didenda Rp20 juta

    WhatsApp Image 2026-10-03 at 02.58.04 (1).jpeg
    Suporter Kutaraja untuk Lantak Laju (SKULL). (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Selain klub, panitia pelaksana pertandingan Persiraja juga menerima sanksi denda sebesar Rp20 juta.

    Sanksi tersebut dijatuhkan karena panitia pelaksana tidak menyediakan pengawalan kepulangan perangkat pertandingan dari stadion menuju hotel setelah laga Persiraja menghadapi Sumsel United.

    Dengan tambahan sanksi untuk panitia pelaksana, total denda terkait penyelenggaraan pertandingan tersebut mencapai Rp95 juta.

  3. 3. Manajemen Persiraja minta suporter tetap menjaga tim

    WhatsApp Image 2026-10-03 at 02.58.21.jpeg
    Persiraja Banda Aceh lawan Sumsel United. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Menanggapi sanksi tersebut, Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul Gidong, mengatakan pihaknya siap menerima berbagai kritik dan aspirasi dari suporter.

    Namun, ia menyayangkan apabila penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang justru merugikan tim.

    “Persiraja menerima kritikan dari seluruh elemen suporter. Namun, kami berharap dalam menyampaikan aspirasi tidak sampai merugikan tim,” kata Gidong, Rabu (14/10/2026).

    Ia mengajak seluruh elemen suporter bersama-sama menjaga Persiraja, termasuk dengan menciptakan suasana pertandingan yang aman dan tertib selama kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

    “Mari sama-sama menjaga. Apalagi selama ini komunikasi manajemen tim Persiraja dengan suporter berjalan harmonis,” ujarnya.

    Gidong berharap dukungan suporter tetap menjadi kekuatan bagi Laskar Rencong dalam mengarungi kompetisi musim ini. Menurutnya, dukungan positif sangat dibutuhkan tim, baik ketika bermain di kandang maupun saat menjalani pertandingan tandang.

    “Sanksi ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di stadion,” imbuhnya.

    Klub, panitia pelaksana, dan suporter diharapkan dapat bekerja sama agar kejadian serupa tidak terulang sehingga Persiraja dapat fokus menjalani kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More