PSPS Pekanbaru Menang Lagi, PSMS Medan Rasakan Kekalahan Perdana

- PSPS Pekanbaru menang 2-1 atas PSMS Medan pada pekan kelima Liga 2 2026/2027, sekaligus menggeser lawannya dari puncak klasemen sementara.
- PSMS bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31 setelah Rizdjar Nurviat mendapat kartu merah. Babak pertama berakhir tanpa gol meski kedua tim menciptakan serangan.
- Pemain pengganti Dimas Wicaksono dan Hamzah Depa mencetak gol PSPS, sementara Javier Siverio menyamakan skor untuk PSMS. Kemenangan ini menjadi kemenangan keempat beruntun PSPS.
Pekanbaru, IDN Times - PSPS Pekanbaru berhasil membuat PSMS Medan merasakan kekalahan perdana di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (11/10/2026). Dalam laga pekan kelima Liga 2 Indonesia Pegadaian Championship musim 2026/2027, PSPS menang tipis dengan skor 2-1.
Atas kemenangan tersebut, PSPS menggeser posisi PSMS di puncak klasmen sementara. Sedangkan PSMS, turun satu peringkat ke posisi ke 2.
Dalam laga itu, 2 gol PSPS dicetak oleh 2 pemain pengganti, Dimas Wicaksono dan Hamzah Depa. Sedangkan gol tunggal PSMS, dicetak oleh sang striker Javier Siverio.
Kemenangan PSPS ini merupakan yang keempat kali berturut-turut. Sedang kekalahan PSMS ini, menjadi yang pertama kalinya.
1. Di babak pertama, satu pemain PSMS kena kartu merah

Wasit saat memberikan kartu merah ke pemain PSMS Medan (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru) Sejak peluit babak pertama dibunyikan, PSPS dan PSMS saling jual beli serangan dan lebih banyak memainkan bola di lapangan tengah. Meskipun sama-sama membangun serangan, namun belum ada yang berhasil mencetak gol.
Pada menit ke-31, pemain PSMS Rizdjar Nurviat langsung kena kartu merah saat pemain PSPS Asir Asiz mau berhadapan one by one dengan kiper PSMS. Dimana, saat itu Rizdjar tertangkap mata wasit sedang menarik kerah baju Asir diluar kota pinalti, yang membuat Air terjatuh dan kehilangan bolanya.Â
Mendapat tendangan bebas, Matheus Machado ymaju sebagai eksekutor. Namun pemain asing asal Brazil itu gagal menjalankan tugasnya, karena bola melambung jauh di atas mistar gawang PSMS.
Selanjutnya, PSMS dengan 10 pemainnya mencoba melakukan serangan balik lewat skema counter attack. Namun, usaha skuad Ayam Kinantan itu belum membuahkan hasil.Â
PSPS yang bermain dihadapan belasan ribu pendukungnya, tidak mau kalah. Skuad Askar Bertuah mencoba melancarkan serangan lewat kecepatan Asir Aziz dan Antonio Gamaroni. Tapi juga belum membuahkan gol.
Hingga turun minum, skor masih 0-0.Â
2. Dua pemain pengganti PSPS jadi pahlawan, sang top skor tambah jumlah gol

Pemain PSPS saat mencetak gol ke gawang PSMS Medan (IDN Times/ IG pspsriau) Masuk babak kedua, PSPS langsung merubah taktik permainan dengan mengganti sejumlah pemain. PSPS memasukkan Dimas Wicaksono, Misbakus Sholikin, Hamzah Depa, Ilham Fathoni dan Natanael Siringo Ringo.Â
Upaya tersebut akhirnya memecahkan kebuntuan PSPS. Di menit ke 48, Dimas berhasil menjebol gawang PSMS. Memanfaatkan umpan silang yang diberikan Antonio Gamaroni, Dimas merobek gawang PSMS. Skor sementara 1-0.
Tertinggal 1-0, PSMS mencoba bangkit dengan melakukan serangan balik sehat. PSMS akhirnya berhasil menyamakan kedudukan skor lewat sundulan sang top skor Javier Siverio di menit ke 59. Berawal dari tendangan sudut, Phillerson Natan Silva memberikan umpan lambung tinggi yang langsung disundul Javier Siverio. Skor berubah menjadi 1-1.
Tak mau malu dihadapan pendukungnya, PSPS mencoba membangun serangan cepat. Melihat PSMS yang keteteran, langsung dimanfaatkan PSPS lewat serangan balik.
Pada menit ke 83 PSPS Akhirnya mencetak gol keduanya. Lewat kaki Hamzah Depa, gol indah tercipta. Skor berubah menjadi 2-1 untuk PSPS.Â
Berada diatas angin, PSPS terus membombardir pertahanan PSMS. Namun hingga pluit panjang dibunyikan skor tidak berubah, skor 2-1 untuk kemenangan PSPS.
3. Ini kata pelatih PSPS dan PSMS

Pelatih PSPS Akhyar Ilyas (kiri) dan pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto (IDN Times/ Fanny Rizano) Sementara itu, pelatih PSPS Akhyar Ilyas mengatakan bahwa laga hari ini memang ditargetkan untuk menang. Meskipun begitu, Akhyar mengakui skill permainan PSMS diatas rata-rata.
"Alhamdulillah target tercapai. Meskipun begitu kami tetap melakukan evaluasi. Karena lawan (PSMS) dengan 10 pemain bisa mencetak gol. Bahkan kita lihat tadi, mereka punya beberapa kesempatan, meskipun berhasil dihalau," kata Akhyar.
Berada di puncak klasmen, Akhyar meminta kepada anak asuhnya untuk tidak cepat puas. Menurutnya, perjalanan masih masih panjang.
"Jalan masih panjang, makanya saya ingatkan ke anak-anak untuk tidak cepat puas," pungkasnya.
Disisi lain, pelatih PSMS Eko Purdjianto mengakui, anak asuhnya mengalami kesulitan di babak pertama.
"Dibabak pertama memang kami kesulitan, tapi masih bisa diatasi," sebutnya.
Dibabak kedua, dilanjutkannya, saat satu pemainnya kena kartu merah, semua rencana PSMS berubah total. Meskipun sempat membalas 1 gol, PSMS semakin kesulitan untuk membongkar pertahanan PSPS.
"Saat turun minum, kami sudah ada rencana untuk mengantisipasi sejumlah pemain lawan (PSPS). Tapi karena kartu merah itu, ya kami jadi kesulitan meskipun berhasil membalas 1 gol," pungkasnya.
















