Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Legenda PSMS Tumsila Meninggal, Ingin The Killer Kembali ke Liga 1

Kota Medan
2 min read
Legenda PSMS Tumsila Meninggal, Ingin The Killer Kembali ke Liga 1
Legenda PSMS Tumsila semasa hidup (IDN Times/Doni Hermawan)
  • Legenda PSMS Medan era 1970-an, Tumsila, meninggal dunia pada Kamis pagi dalam usia 79 tahun setelah berjuang melawan sakit.
  • Menurut adiknya, Raj Kumar, Tumsila tetap mengikuti perkembangan PSMS hingga hari-hari terakhir dan sering membicarakan klub tersebut bersama keluarga.
  • Saat dikunjungi legenda lain sebulan sebelumnya, Tumsila meminta mereka mendukung PSMS saat ini serta berharap Ayam Kinantan kembali berlaga di Liga 1.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times- PSMS Medan kembali kehilangan salah satu legendanya. Tumsila, legenda PSMS sejak era 1970-an mengembuskan napas terakhirnya, Kamis (8/10/2026) pagi.

Tumsila tutup usia 79 tahun. Di tengah perjuangannya melawan sakit, kecintaannya terhadap PSMS Medan ternyata tidak pernah padam.

  1. 1. Masih ikuti perkembangan dalam beberapa hari terakhir

    Philerson Silva menjadi salah satu aktor kemenangan PSMS atas Persikad pada pertandingan sepak bola tersebut.
    Philerson Silva salah satu aktor kemenangan PSMS atas Persikad (IDN Times/Doni Hermawan)

    Adik Tumsila, Raj Kumar, mengungkapkan sang kakak masih mengikuti perkembangan PSMS hingga hari-hari terakhirnya. Bahkan, pembicaraan mengenai klub kebanggaan masyarakat Medan itu masih kerap muncul dalam percakapan mereka.

    "Dia masih tanda dengan adik-adiknya, anaknya, jadi gak pikun. Bahkan dia masih sering membicarakan PSMS Medan lagi," ujar Raj Kumar di rumah duka Tumsila, Kamis siang.

  2. 2. Sempat kumpul bareng legenda lain

    Para mantan PSMS berpose bersama trofi usai menjuarai Turnamen Piala Wali Kota Medan di Kebun Bunga.
    Para mantan PSMS usai menjuarai Turnamen Piala Wali Kota Medan di Kebun Bunga, Minggu (30/8/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

    Sebulan sebelum Tumsila meninggal dunia, sejumlah legenda PSMS Medan sempat datang menjenguknya. Pertemuan tersebut kembali diwarnai pembicaraan tentang klub yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

    "Kurang lebih sebulan lalu lah legend-legend (PSMS) itu datang kemari, mereka masih bicarakan PSMS Medan. Dia (Tumsila) bilang ke mereka, kalian dukung PSMS yang sekarang ini," ucapnya.

    Menurut Raj, Tumsila tidak ingin para mantan pemain hanya berkumpul dan bernostalgia dengan masa lalu. Ia justru meminta para legenda ikut memberikan dukungan kepada PSMS yang saat ini masih berjuang di kasta kedua sepak bola Indonesia.

    "Jangan cuma di intern legend saja, dukung PSMS yang sekarang ini. Tetap dia bicarakan PSMS, dia bilang kalau kita ini besar dari PSMS, gak pernah keluar pembahasannya dari itu. Sampai teman-temannya mengeluarkan air mata," tutur Raj menambahkan.

  3. 3. Berharap PSMS Kembali ke Liga 1

    Javi Siverio dan Angelo Meneses merayakan gol untuk PSMS saat menghadapi Persikad di Stadion Utama Sumut.
    Selebrasi pemain PSMS Javi Siverio bersama Angelo Meneses saat kontra Persikad di Stadion Utama Sumut, Sabtu (3/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

    Kecintaan Tumsila terhadap PSMS juga terlihat dari harapannya agar Ayam Kinantan kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Raj mengatakan Tumsila masih mengetahui perkembangan PSMS dan berharap tim kebanggaan Medan tersebut bisa kembali ke Liga 1 atau Super League.

    "Jadi dia masih update soal PSMS. Dia berharap The Killer bisa kembali berlaga di Liga 1 (Super League), jadi dia masih peduli sama PSMS," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More