Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[KLASIK] PSMS vs Persija Liga 1 2018: Macan Melempem di Teladan

Kota Medan
4 min read
[KLASIK] PSMS vs Persija Liga 1 2018: Macan Melempem di Teladan
Duel PSMS kontra Persija di Stadion Teladan Medan saat Liga 1 2018 (IDN Times/Doni Hermawan)
  • PSMS Medan mengalahkan Persija 3-1 di Stadion Teladan pada 6 April 2018, kemenangan pertama mereka di Liga 1 setelah dua laga awal tanpa poin.

  • Setelah tertinggal lewat gol Rohit Chand, PSMS berbalik unggul melalui gol bunuh diri Marko Simic, sundulan Reinaldo Lobo, dan tendangan akrobatik Suhandi.

  • Akhir musim 2018 memperlihatkan nasib kontras: Persija menjadi juara dengan 62 poin, sedangkan PSMS finis terbawah dengan 37 poin dan terdegradasi ke Liga 2.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times- Pertemuan kembali PSMS Medan kontra Persija setelah berbeda kasta sejak 2018 menarik disaksikan. Duel pembuka iLeague Cup PSMS kontra Persija di Stadion Utama Sumut, Selasa (3/11/2026) besok akan melepas kerinduan untuk dua tim yang sebelumnnya jadi raja di era Perserikatan ini.

Menarik melihat lagi duel terakhir kedua tim di kompetisi resmi. Duel terjadi saat PSMS menghadapi Persija Jakarta di Stadion Teladan pada 6 April 2018. Hasil ini akhirnya, PSMS meraih kemenangan 3-1.

Kemenangan tersebut terasa spesial karena menjadi hasil positif pertama PSMS di Liga 1 setelah gagal meraih poin dalam dua pertandingan sebelumnya. Lebih menarik lagi, lawan yang mereka kalahkan adalah Persija yang saat itu sedang berada dalam tren positif. IDN Times mengajak pembaca melihat lagi duel klasik ini.

  1. 1. Djadjang Nurdjaman berani mengubah susunan pemain

    Pemain PSMS Medan dan Persija Jakarta berebut bola dalam pertandingan Liga 1 2018 di Stadion Teladan, Medan.
    Duel PSMS kontra Persija di Stadion Teladan Medan saat Liga 1 2018 (IDN Times/Doni Hermawan)

    Menghadapi Persija, Djadjang Nurdjaman atau yang akrab disapa Djanur berada dalam situasi yang tidak mudah. Ia harus mencari formula tepat agar PSMS tidak kembali menelan kekalahan dan memperpanjang tren negatif pada awal kompetisi.

    Djanur pun mengambil sejumlah keputusan berani. Salah satunya dengan mencadangkan Muhammad Roby, bek senior yang sebelumnya dipercaya mengenakan ban kapten dalam dua pertandingan awal. Posisi tersebut kemudian diisi Roni Fatahillah.

    Meski tidak memiliki pengalaman sebanyak Roby, Roni dikenal dengan gaya bermain keras dan agresif yang identik dengan karakter rap-rap PSMS.

    Kejutan lain datang dari sektor pertahanan. Firza Andika yang baru berusia 18 tahun mendapat kesempatan menjalani debut profesionalnya bersama PSMS di posisi bek kiri.

    Djanur juga memasukkan Suhandi ke dalam susunan pemain utama, sementara Sadney Urikhob harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Keputusan tersebut terbukti memberi warna berbeda dalam permainan Ayam Kinantan.

    PSMS Medan: Abdul Rohim, Jajang Sukmara, Reinaldo Lobo, Roni Fatahillah, Firza Andika, Dilshod Sharofetdinov, Suhandi, Abdul Aziz, Frets Butuan, Wilfried Yessoh, Erwin Ramdani.

    Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa, Novri Setiawan, Vava Mario, Jaimerson, Rezaldi Hehanussa, Fitra Ridwan, Rohit Chand, Sandi, Riko Simanjuntak, Marko Simic, Rudi Widodo.

  2. 2. Sempat tertinggal, PSMS mengamuk lewat aksi Suhandi dan Lobo

    Para pemain PSMS Medan dan Persija Jakarta bertanding di Stadion Teladan Medan pada laga Liga 1 musim 2018.
    Duel PSMS kontra Persija di Stadion Teladan Medan saat Liga 1 2018 (IDN Times/Doni Hermawan)

    Persija mengawali pertandingan dengan cukup baik. Tim tamu berhasil membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui Rohit Chand. Gol tersebut tercipta setelah Rohit menyambut umpan tendangan bebas Riko Simanjuntak dengan sepakan setengah voli yang gagal dihentikan Abdul Rohim.

    Momentum pertandingan berubah menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-41, Persija justru kebobolan melalui gol bunuh diri Marko Simic.Berawal dari tendangan bebas Suhandi, Simic yang berusaha menghalau bola dengan sundulan malah mengarahkannya ke gawang sendiri. Andritany Ardhiyasa pun gagal mengantisipasi bola tersebut.

    Gol itu membangkitkan semangat para pemain PSMS. Hanya berselang dua menit, tuan rumah kembali mencetak gol melalui Reinaldo Lobo.

    Bek asal Brasil tersebut berhasil memaksimalkan sepak pojok yang dilepaskan Firza Andika dengan sundulan akurat. Gol itu terasa semakin istimewa karena Reinaldo sedang merayakan ulang tahunnya. PSMS pun berbalik unggul 2-1 sebelum turun minum. Dari situasi tertinggal, Ayam Kinantan justru berhasil memasuki jeda pertandingan dengan keunggulan.

    Suhandi mencetak gol spektakuler melalui tendangan akrobatik yang membuat Andritany kembali memungut bola dari gawangnya pada menit ke-54.Persija berusaha mengejar ketertinggalan melalui sejumlah peluang. Marko Simic sempat melepaskan tendangan salto, tetapi bola masih bisa diamankan Dhika Bayangkara yang masuk pada babak kedua.Hingga pertandingan berakhir, PSMS mampu mempertahankan keunggulan 3-1 dan mengamankan kemenangan penting di kandang sendiri.

  3. 3. Ironi akhir musim: PSMS degradasi, Persija angkat trofi juara

    Para pemain PSMS Medan dan Persija berebut bola dalam pertandingan Liga 1 2018 di Stadion Teladan, Medan.
    Duel PSMS kontra Persija di Stadion Teladan Medan saat Liga 1 2018 (IDN Times/Doni Hermawan)

    Kemenangan 3-1 atas Persija di Stadion Teladan menjadi salah satu momen manis PSMS Medan pada Liga 1 2018. Namun, hasil gemilang tersebut ternyata tidak menjamin perjalanan Ayam Kinantan berakhir bahagia.

    Nasib kedua tim justru berbanding terbalik ketika kompetisi memasuki pekan terakhir. Persija berhasil mengunci gelar juara setelah mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-1 pada 9 Desember 2018. Tambahan tiga poin membuat Macan Kemayoran mengoleksi 62 poin, unggul satu angka atas PSM Makassar yang finis sebagai runner-up.

    Sementara itu, PSMS harus menerima kenyataan pahit. Kekalahan telak 1-5 dari PSM Makassar pada pertandingan terakhir memastikan mereka finis di posisi terbawah klasemen dengan koleksi 37 poin. Dari 34 pertandingan, PSMS hanya mencatatkan 11 kemenangan dan empat hasil imbang, sementara 19 laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Ayam Kinantan pun terdegradasi ke Liga 2 bersama Sriwijaya FC dan Mitra Kukar.

Related Articles

See More