Temui Plt Gubernur Riau, Presiden PSPS Bawa 3 Agenda Utama

- Manajemen PSPS Pekanbaru bertemu Plt Gubernur Riau membawa tiga agenda utama: kerja sama pengelolaan Stadion Kaharuddin Nasution, dispensasi biaya penggunaan stadion, dan dukungan sponsor lokal.
- PSPS melakukan perombakan besar dengan mengganti sekitar 50 persen pemain serta mendatangkan pelatih baru untuk memperkuat tim menghadapi Liga 2 musim 2026/2027.
- Gede Widiade memastikan dua pemain asing baru segera bergabung, namun identitasnya masih dirahasiakan sebagai bagian strategi membangun tim yang lebih kompetitif.
Pekanbaru, IDN Times - Menghadapi kompetisi Liga 2 atau Chamoionship musim 2026/2027, manajemen PSPS Pekanbaru melakukan pertemuan dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau. Manajemen PSPS membawa tiga poin sebagai agenda utamanya dalam menghadapi kompetisi musim depan.
Adapun tiga poin itu, disampaikan langsung oleh Presiden/ Chairman Klub PSPS I Gede Widiade yang didampingi CEO Edward Riansyah.
"Saya sebagai Chairman bersama CEO PSPS Pekanbaru (Edward Riansyah) menghadap pak Plt Gubernur dengan membawa tiga agenda utama," ucap Gede, Rabu (8/7/2026).
1. Ini tiga poinnya

Adapun tiga poin yang disampaikan I Gede ke SF Hariyanto yakni, terkait kerja sama dalam pengelolaan Stadion Kaharuddin Nasution Kota Pekanbaru yang menjadi markas PSPS, permohonan dispensasi biaya penggunaan stadion dan meminta dukungan Pemerintah Provinsi Riau untuk membantu memperluas jaringan sponsor lokal.
Pengelolaan stadion
Menurut Gede, kerja sama dalam pengelolaan stadion selama lima tahun, akan memberikan kepastian dalam perawatan, pembenahan fasilitas, hingga pengembangan stadion secara berkelanjutan.
"Kami ingin menindaklanjuti keinginan untuk mengelola stadion yang saat ini kami gunakan. Harapannya, stadion ini bisa dikerjasamakan dengan kami selama lima tahun ke depan," ucapnya.
Gede menjelaskan, konsep kerja sama tersebut dirancang agar menguntungkan kedua belah pihak. Melalui skema itu, Pemerintah Provinsi Riau tidak lagi dibebani biaya pemeliharaan stadion, karena seluruh perawatan akan ditangani oleh PSPS.
Sebagai gantinya, pemerintah tetap memperoleh pemasukan melalui sistem bagi hasil dari penjualan tiket pertandingan.
“Pemerintah Provinsi tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk perawatan stadion. Justru nantinya akan memperoleh pendapatan melalui pembagian persentase hasil penjualan tiket," terang Gede.
Dispensasi biaya penggunaan stadion
Terkait hal ini, pada musim sebelumnya, manajemen PSPS juga telah mendapatkan dispensasi biaya penggunaan stadion yang diberikan Pemerintah Provinsi Riau. Atas hal itu, manajemen PSPS kembali mengajukan dispensasi biaya penggunaan stadion untuk musim kompetisi yang akan datang.
Gede mengungkapkan, selama ini biaya pemeliharaan lapangan, fasilitas stadion, hingga operasional lampu sepenuhnya ditanggung oleh manajemen PSPS agar stadion memenuhi standar yang ditetapkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.
"Selama ini biaya maintenance dan fasilitas lampu stadion 100 persen dikelola serta dibiayai oleh pihak PSPS. Hal ini kami lakukan agar fasilitas stadion memenuhi regulasi resmi dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru," ungkapnya.
Minta dukungan untuk sponsor lokal
Terakhir, dalam pertemuan itu, Gede juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Riau untuk membantu memperluas jaringan sponsor lokal. Ia menilai, PSPS bukan hanya milik masyarakat Pekanbaru, melainkan kebanggaan seluruh masyarakat Riau.
Sehingga, keterlibatan perusahaan-perusahaan daerah sangat penting untuk memperkuat keberlangsungan operasional klub.
"Sebagian besar sponsor kami masih berasal dari luar daerah. Karena PSPS adalah milik masyarakat Riau, kami berharap dukungan pemerintah untuk mengoptimalkan sponsor lokal dari perusahaan-perusahaan yang ada di Riau," harapnya.
2. PSPS rombak skuat

Sementara itu, terkait dengan skuad, PSPS melakukan perombakan besar. Gede menjelaskan, sekitar 50 persen pemain yang memperkuat PSPS pada musim depan, merupakan wajah baru.
"Musim ini kami melakukan banyak perubahan. Sekitar 50 persen pemain merupakan wajah baru dan kami juga mendatangkan pelatih kepala baru untuk membawa semangat serta strategi yang berbeda," jelas Gede.
Perubahan besar itu bukan tanpa alasan. Evaluasi terhadap perjalanan PSPS pada musim lalu, menjadi dasar manajemen mengambil keputusan berani untuk membangun ulang kekuatan tim. Gede bersama manajemen menilai, Askar Bertuah membutuhkan energi baru agar mampu bersaing lebih kompetitif di Liga 2 yang diprediksi semakin ketat.
Tak hanya mendatangkan pemain baru, PSPS juga melakukan penyegaran di jajaran kepelatihan. Hampir seluruh staf pelatih mengalami pergantian, kecuali posisi asisten pelatih yang tetap dipertahankan sebagai jembatan kesinambungan program tim.
"Yang tetap hanya asisten pelatih. Selebihnya kami lakukan pembaruan, baik di level pemain maupun pelatih," terangnya.
Menurut Gede, perubahan besar memang mengandung risiko. Namun ia optimis, perpaduan pemain lama dan wajah-wajah baru akan menciptakan keseimbangan yang dibutuhkan tim.
Selain kualitas individu, manajemen juga menaruh perhatian besar terhadap pembentukan karakter tim agar lebih solid sepanjang kompetisi. Saat ini, sejumlah pemain mulai menjalani tahapan persiapan menghadapi musim baru. Program latihan akan difokuskan untuk mempercepat adaptasi antarpemain, sekaligus menyatukan filosofi permainan yang diinginkan pelatih baru.
Gede juga berharap dukungan masyarakat Bumi Lancang Kuning menjadi energi tambahan bagi perjuangan tim.
"Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Riau agar PSPS bisa melangkah lebih jauh dan, insyaallah, kembali promosi ke Liga 1," pinta Gede.
Dengan revolusi yang dilakukan musim ini, PSPS mengirim pesan bahwa mereka datang bukan sekadar meramaikan kompetisi, tetapi menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan tiket promosi ke Liga 1.
3. Masih rahasiakan dua pemain asing

PSPS diketahui baru memiliki seorang pemain asing. Dia adalah Antonio Gamaroni, striker asal Brazil yang pada musim lalu juga membela PSPS. Artinya, PSPS masih memiliki kuota dua pemain asing lagi.
Terkait hal ini, Gede memastikan akan mendatangkan dua pemain asing yang disebut memiliki kualitas untuk mengangkat performa tim. Meskipun begitu, Gede masih belum bersedia mengungkap profil kedua pemain asing yang akan didatangkannya. Namun, ia memastikan bahwa kehadiran kedua pemain asing nanti, akan menjadi kejutan bagi publik sepakbola Riau.
Menurut Gede, proses perekrutan pemain asing merupakan bagian penting dari strategi klub dalam membangun tim yang lebih kompetitif.
"Proses seleksi pemain asing dilakukan secara cermat agar sesuai dengan kebutuhan tim," katanya
Gede juga menjelaskan, PSPS tidak sekadar mencari pemain berlabel asing, tetapi sosok yang mampu menjadi pembeda dalam pertandingan sekaligus meningkatkan kualitas permainan rekan-rekannya.
"Musim lalu menjadi pelajaran berharga bagi manajemen. Evaluasi menyeluruh menghasilkan keputusan untuk memperkuat beberapa sektor yang dinilai masih membutuhkan peningkatan," terang Gede.
Karena itu, perekrutan pemain asing menjadi salah satu prioritas utama. Selain mendatangkan legiun asing, PSPS juga melakukan perubahan besar terhadap komposisi pemain lokal.
Gede menilai, kombinasi pemain baru, pelatih baru dan strategi baru akan memberikan warna berbeda bagi permainan PSPS musim depan. Manajemen optimistis tim mampu tampil lebih stabil dibanding musim sebelumnya.
"Seluruh proses pembentukan skuad kini terus dimatangkan sebelum kompetisi resmi dimulai," sebut Gede.
Suporter pun mulai dibuat penasaran mengenai siapa dua pemain asing yang dimaksud. Jika sesuai ekspektasi, bukan tidak mungkin PSPS akan menjadi salah satu tim yang paling disorot pada bursa transfer Liga 2 musim ini.
"Bagi manajemen, seluruh langkah tersebut merupakan investasi besar demi satu tujuan, yakni membawa PSPS kembali ke Liga 1," pungkasnya.















