Persiapan Tim Sepak Bola PON 2024, Ridwan Saragih Coret 7 Pemain Lagi

Medan, IDN Times- Perombakan masih terus dilakukan tim sepak bola Sumatra Utara menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Teranyar Pelatih kepala Ridwan Saragih mencoret 7 pemain.
Diketahui sistem promosi dan degradasi masih diterapkan. Sebelumnya pencoretan juga dilakukan 11 Mei 2024 lalu. Kini skuat Sumut tersisa 27 pemain.
1. Pencoretan usai laga uji coba

Pelatih Kepala sepakbola putra PON Sumut, Ridwan Saragih mengatakan pencoretan merupakan hasil evaluasi dari performa pemain. Laga uji coba Jumat (24/5/2024) lalu menjadi ujian terakhir bagi pemain tersebut.
"Saya ada empat kriteria dalam menentukan pemain. Pertama, taktik dan teknik. Kedua fisikal, endurance, speed, strength dan power. Kemudian psikologi, bagaimana dia mengendalikan emosi, punya jiwa petarung dan jiwa pemenang. Terakhir adalah sosial, seperti attitude, respect, komunikasi. Jadi ada empat kriteria yang menentukan pemain atlet sepakbola PON," jelas Ridwan Saragih, Minggu (26/5/2024)
2. Akan disusutkan hingga 23 pemain

Mantan Pelatih PSMS dan PSPS Riau ini mengatakan, program promosi dan degradasi masih tetap akan berjalan. Apalagi kuota pemain untuk PON hanya 23 orang.
"Ya pasti ada degradasi, karena kita masih melihat performa mereka. Jadi performa mereka apakah meningkatkan atau tidak," ujarnya.
Ridwan juga mengingatkan para pemain yang terdegradasi agar tetap semangat latihan dan meningkatkan kemampuan diri. Karena menurutnya, kesempatan para pemain tersebut masih terbuka untuk kembali bergabung dengan tim sepakbola PON Sumut.
3. Ridwan berpesan kepada pemain untuk kerja keras

Tak hanya itu dirinya juga mengingatkan kepada para pemain yang masih berada di dalam skuat sepakbola PON Sumut agar terus bekerja keras berlatih. Mengingat promosi dan degradasi akan terus berjalan hingga ditetapkannya skuat PON Sumut.
"Mereka pemain hebat dan bagus, tetap mungkin perform mereka belum kelihatan selama di tim PON. Artinya jangan patah semangat, masih ada tempat lain. Kalau perfomanya meningkat tidak menutup kemungkinan dia kembali lagi ke PON," tuturnya.
"Kemudian untuk pemain yang ada di skuat tetap disiplin, respek dan kerja keras. Karena hanya diri mereka yang menentukan mereka bisa memperkuat tim PON, " pungkasnya.













