Comscore Tracker

Baru 2 Pekan Jadi Pelatih PSMS Medan, Philep Hansen Dikritik Suporter

SMeCk Hooligan akan boikot Edy Rahmayadi Cup

Medan, IDN Times - Philep Hansen Maramis baru saja menukangi PSMS Medan mulai 3 Januari 2020. Beberapa pemain sudah dikontrak.

Pada laga pramusim Edy Rahmayadi Cup, Kamis (16/1), tim asuhannya kalah 1-2 atas Felda United (Malaysia) di Stadion Teladan.

Kekalahan di laga perdana Philep Hansen ini nampaknya membuat kelompok suporter SMeCK Hooligan meradang. Lewat akun instagram @smeckhooligan, Jumat (17/1), mereka mengkritik kebijakan manajemen PSMS merekrut Philep Hansen dan akan memboikot laga terakhir PSMS di Edy Rahmayadi Cup, Sabtu (18/1).

Baca Juga: Hari Ini Edy Rahmayadi Cup, PSMS Diuji Klub Liga Super Malaysia 

1. Berikut 5 poin yang jadi sorotan SMeCK Hooligan

Baru 2 Pekan Jadi Pelatih PSMS Medan, Philep Hansen Dikritik SuporterPelatih PSMS Philep Hansen (IDN Times/Hasudungan)

Berikut postingan SMeCK Hooligan pagi tadi:

OFFICIAL STATEMEN SMeCK HOOLIGAN Menyikapi Pemilihan Philip Hansen Sebagai Pelatih Kepala PSMS Medan.

Hasil dari rapat mendadak Pengurus Pusat SMeCK Hooligan dini hari ini, kami menyepakati beberapa poin yang kami anggap perlu sebagai bahan evaluasi management kepada Philip Hansen. Berikut beberapa poin yang sudah kami rangkum :

1. Sistem perekrutan pemain yang tidak profesional. • Hemat kami, di era sepak bola yang modern sistem perekrutan pemain dalam sebuah tim profesional tidaklah harus selalu melakukan sistem kuno trial/seleksi, mengingat track record calon pemain yang sama-sama sudah kita ketahui kualitasnya. Cukup dengan cara test medis untuk mengetahui kondisi fisik dan riwayat cedera, terkecuali untuk pemain amatir.

2. Track record yang biasa-biasa saja selama menukangi beberapa tim.
• Kami tidak menemukan prestasi yang mentereng dari seorang Philip Hansen, mengingat PSMS sebagai kebanggaan Sumatera Utara dan salah satu klub besar bersejarah, sangat riskan rasanya pemilihan pelatih karena CV yang beliau kirim salah satunya tertulis pernah berstatus main di Medan (Medan Jaya). Sehingga kami menilai pemilihan pelatih kepala terkesan coba-coba, karena yang kita ketahui ada belasan CV yang masuk dan ada nama pelatih yang berpengalaman. Sehingga kami merasa heran kenapa CV Philip Hansen yang dipilih.

3. Tidak memanfaatkan talenta lokal Sumatera Utara.
• Sama-sama kita ketahui Sumatera Utara tidak pernah berhenti mencetak talenta lapangan hijau yang mumpuni, sejauh pengamatan kami, Philip Hansen memprioritaskan pemain dari luar Sumatera Utara untuk bergabung dengan PSMS Medan, yang pada nyatanya kualitas pemain yang beliau bawa tidak lebih baik dari produk lokal Sumatera Utara yang ada.

4. Pencoretan pemain tanpa memiliki alasan yang jelas.
• Sangat disayangkan talenta muda lokal harus tersingkir dari squad, mengingat pemain yang dicoret memiliki prospek yang panjang dan tidak lebih baik dari pemain yang didatangkan saat ini.

5. Memiliki track record yang kurang harmonis dengan suporter.
• Kami sudah sharing dengan beberapa suporter yang sebelumnya beliau menangani tim yang bersangkutan, bahwa beliau sudah pernah terlibat clash dengan suporter. Hal ini tentu seharusnya menjadi pertimbangan management, karena tentu kami suporter sebagai pemain ke-12 berusaha agar selalu bersinergi dengan jajaran pelatih dan juga pemain demi mewujudkan tim yang kompak dan berprestasi.

ADA PERTANDINGAN TERAKHIR HARI SABTU NANTI (Vs Penang FA), KAMI SEPAKAT UNTUK MEMBOIKOT PERTANDINGAN! DAN POIN-POIN DIATAS AGAR SEGERA DIRESPON MANAGEMENT PSMS MEDAN.
Terima kasih, Horas, Salam Sada Roha."

2. Partai final akan berlangsung besok

Baru 2 Pekan Jadi Pelatih PSMS Medan, Philep Hansen Dikritik SuporterPemain Felda United merayakan gol ke gawang PSMS (IDN Times/Doni Hermawan)

Pada hari terakhir Edy Rahmayadi Cup, Felda United pun berhak melaju ke final menantang Boeung Ket FC di Stadion Teladan, Sabtu (18/1) pukul 19.00 WIB.

PSMS berebut posisi tiga kontra Penang FA sebelum laga final dimulai.

Baca Juga: [BREAKING] Klub Liga Super Malaysia  Bungkam PSMS, Debut Buruk Hansen

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya