Jalan ‘Bergelombang’ Atlet NPC Sumut Menuju Peparnas 2024

Besok, Selasa 1 Oktober 2024, sebanyak 99 atlet National Paralympic Committee (NPC) Sumut akan bertolak ke Solo, Provinsi Jawa Tengah. Mereka mewakili Kontingen Provinsi Sumatera Utara untuk berebut medali pada event Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII 2024.
Pengurus NPC Sumut memasang target membawa pulang 33 medali emas dari 14 cabor yang telah menjalani Pembuatan Latihan Daerah (Pelatda). Selain itu juga menargetkan bisa finis di posisi empat besar klasemen akhir.
Untuk mencapai target itu, jalan ‘bergelombang’ dilalui para atlet, mirip lintasan lari tempat berlatih atlet atletik NPC Sumut selama ini. Pertama, Sumut yang awalnya menjadi tuan rumah Papernas 2024 melanjutkan tuan rumah PON 2024 malah batal. Peparnas dipindah ke Solo pada tanggal 6-13 Oktober mendatang.
"Saya menyatakan kekecewaan besar atas batalnya Peparnas di Sumut karena momen Peparnas ini belum tentu kita dapat lagi beberapa tahun yang akan datang. Namun, kita harus bangkit dari kekecewaan dan kita akan tetap fokus dalam pembinaan mempersiapkan kontingen dalam Peparnas ke Solo nanti," ucap Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sumut, Alan Sastra Ginting pada Juni lalu.
Wajar kecewa, pasalnya NPC Sumut sudah menyiapkan 350 atlet untuk tampil sebagai tuan rumah. Kini sebagai tamu di Solo, NPC Sumut hanya memberangkatkan 99 atlet.
Kedua, soal fasilitas dan prasarana latihan. Pantauan IDN Times, fasilitas latihan di Stadion Unimed terbilang kurang layak. Lintasan lari atletik sangat bergelombang di beberapa titik. Hal ini tentu menyulitkan latihan bagi para atlet Atletik NPC Sumut.
“Kalau lintasan seperti ini, tentu kami harus lebih hati-hati untuk latihan agar tidak jatuh,” ujar seorang Atlet Atletik.

Cabang Olahraga balap kursi roda juga mengalami hal yang serupa. Pantauan IDN Times, atlet latihan masih menggunakan kursi roda yang jadul dan berat. Sedangkan atlet-atlet di daerah lain sudah menggunakan kursi roda berbahan Alloy yang jauh lebih ringan.
Ketiga, soal bonus untuk atlet yang belum jelas. Hingga saat ini Pemprov Sumut belum membeberkan berapa jumlah bonus yang akan diberikan pada Atlet NPC jika berhasil meraih medali pada Peparnas 2024. Padahal untuk atlet PON Sumut, Pj Gubernur Sumut sudah membeberkan akan memberi bonus lebih besar dari PON 2021 Papua, kala itu bonus medali emas Rp250 juta.
Pada Peparnas 2021, Atlet NPC Sumut hanya mendapat bonus sepertiga dari atlet PON, yaitu hanya Rp100 juta untuk peraih medali emas, Rp50 juta untuk perak, dan Rp30 juta untuk perunggu.
Padahal jika dibandingkan pada 2021, Prestasi NPC Sumut jauh lebih mentereng dari PON Sumut. Tim NPC Sumut finis di peringkat lima besar dengan torehan 27 medali emas, 32 medali perak dan 15 medali perunggu. Sedangkan PON Sumut ‘hanya’ meraih 10 medali emas, 22 perak dan 23 perunggu serta terlempar dari 10 besar klasemen akhir.

Meski di warnai jalan ‘bergelombang’, semangat para atletik NPC Sumut tidak surut. Bahkan Pelatih kepala atletik NPC Sumut, Sinung Nugroho siap memberi kejutan di Peparnas Solo nanti.
"Selama ini latihan atlet PSJ dan non-PSJ bareng. Kita pantau ada peluang juga mereka atlet non PSJ berangkat ke Peparnas. Harapan kita menambah dan tidak kurang. Apalagi semangat mereka latihan sangat tinggi," katanya beberapa waktu lalu.
Mari warga Sumut doakan perjuangan 99 atlet NPC Sumut agar bisa mengharumkan nama provinsi berjuluk Marsipature Hutanabe di ajang Peparnas 2024 Solo!



















