Pertandingan tersebut saat Persiraja menjamu Garudayaksa FC, di Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh, pada Minggu (19/4/2026) malam.
Komdis Sanksi Persiraja, Laga Terakhir Tanpa Penonton

- Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada Persiraja Banda Aceh akibat insiden penyerangan perangkat pertandingan oleh oknum suporter saat laga melawan Garudayaksa FC di Stadion H Dimurthala.
- Sanksi tersebut berupa larangan menggelar satu pertandingan dengan penonton dan denda Rp30 juta, sehingga laga kandang kontra PSMS Medan akan digelar tanpa kehadiran suporter.
- Pihak Persiraja memutuskan tidak mengajukan banding karena waktu antara keputusan sanksi dan jadwal pertandingan terlalu dekat.
Banda Aceh, IDN Times - Persiraja Banda Aceh dipastikan bakal menjalani laga terakhir atau pekan ke-27 Championship musim 2025-2026 tanpa penonton. Hal itu karena Laskar Rencong dikenakan sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
1. Sanksi saat melawan Garudayaksa FC

Berdasarkan salinan keputusan Komdis PSSI tertanggal 25 April 2026, Persiraja dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI 2025 setelah terjadi penyerangan dan pemukulan terhadap perangkat pertandingan oleh oknum suporter usai laga.
"Benar, kami sudah menerima salinan surat tersebut, dan tentu saja itu mengejutkan karena hukumannya terlalu berat," kata Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, Kamis (30/4/2026).
2. Sanksi larangan menggelar pertandingan dengan penonton

Dalam putusannya di surat tersebut dituliskan, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat Persiraja bertindak sebagai tuan rumah. Sanksi ini berlaku pada laga terdekat.
Dengan demikian, pertandingan kandang Persiraja kontra PSMS Medan dipastikan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion pada Sabtu (2/5/2026).
Selain sanksi tanpa penonton, Persiraja juga dikenai denda sebesar Rp30 juta. Komdis turut mengingatkan bahwa pelanggaran serupa di masa mendatang dapat berujung pada hukuman yang lebih berat.
3. Persiraja enggan banding sanksi

PSSI juga membuka ruang banding atas keputusan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Kode Disiplin.
“Kita tidak melakukan banding lagi, karena jaraknya sangat dekat dari keputusan sanksi ke pertandingan terdekat,” ujar Rahmat.














