Beri Jempol ke Bawah untuk PSMS, Iwan Setiawan Diamuk Suporter
- Laga Derby Andalas antara PSMS dan Sriwijaya FC berlangsung panas dengan dua kartu merah serta aksi suporter yang marah pada Iwan Setiawan karena gestur jempol ke bawahnya.
- Iwan Setiawan meminta maaf kepada suporter PSMS usai laga, namun tetap menyesalkan kekalahan Sriwijaya meski sempat unggul jumlah pemain di babak pertama.
- Pemain Sriwijaya FC Tyson menilai timnya tampil baik dan layak mendapat satu poin, sementara gol tunggal PSMS dicetak Felipe Cadenazzi pada menit keempat.
Medan, IDN Times- Derby Andalas terakhir yang menyajikan duel PSMS kontra Sriwijaya FC di Stadion Utama Sumatra Utara pada lanjutan Championship musim 2025/2026 berlangsung dalam tensi tinggi. Dua kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk PSMS dan Sriwijaya menjadi salah satu bukti.
Selain itu Pelatih Sriwijaya Iwan Setiawan juga menjadi sorotan dari laga ini. Omongannya yang sesumbar akan mengalahkan PSMS dengan gestur jempol ke bawah memancing kemarahan suporter PSMS.
1. Suporter chant memaki dan melempar Iwan
Sepanjang laga, nama Iwan Setiawan diteriakkan suporter diiringi kata-kata makian. Puncaknya usai laga, Iwan Setiawan mendatangi tribun Selatan yang ditempati suporter PSMS. Dia mengatupkan kedua tangan ke atas sebagai gestur permohonan maaf.
Namun suporter yang sudah terlanjur kecewa terhadap Iwan bereaksi keras. Mereka berkonfrontasi dan memertanyakan aksi Iwan itu. Bahkan lemparan bekas air mineral dilayangkan kepadanya. Pemain PSMS, dan Sriwijaya serta pihak keamanan pun harus turun untuk meredakan situasi.
Usai laga, Iwan menyampaikan permohonan maaf. "Saya juga ingin sampaikan permohonan maaf. Seperti yang teman-teman wartawan lihat tadi, saya pergi ke suporter ultas PSMS. Saya mohon maaf kalau kemarin ada bahasa-bahasa yang kurang berkenan. Selamat untuk SMS atas kemarin hari ini," kata Iwan usai laga.
2. Iwan sesalkan Sriwijaya gagal menang
Iwan sebenarnya bukan nama asing bagi PSMS. Iwan pernah membesut PSMS di kompetisi musim 2008/2009. Saat itu Iwan hanya menangani PSMS beberapa laga sebelum akhirnya didepak PSMS.
Iwan sendiri menyesalkan Sriwijaya harus menelan kekalahan dari laga itu. Padahal mereka sempat unggul jumlah pemain saat penyerang PSMS Antoni Putro Nugroho diusir wasit.
"Saya kira malam ini pertandingan cukup enak untuk dinikmati. Kedua tim saya lihat sama-sama punya karakter yang sama.Militan, tidak mau kalah, disiplin. Cuma sedikit yang saya sayangkan pada saat kami ungguul dalam jumlah pemain, kami tidak memanfaatkan. Di babak kedua kami harus kehilangan pemain sehingga kena kartu merah. Kami tidak bisa memanfaatkan itu," kata Iwan.
"Padahal misalnya normal pertandingan terus bermain dengan PSMS dengan 10 dan kita 11 pemain, mungkin insya Allah hasilnya berbeda. Biar bagaimanapun itulah sepak bola. Saya pribadi cukup respect untuk pertandingan malam hari ini," tambahnya.
3. Tyson sebut Sriwijaya harusnya layak dapat poin
Iwan mengatakan skuat bermain dengan tekad kuat mencuri kemenangan. Meskipun mereka sudah tak punya asa bertahan. "Saya pikir kami bermain dengan baik. Selain dari 5 menit pertama kami tidak bermain dengan baik.Selain itu kami memiliki posisi yang baik. Mungkin salah satu permainan terbaik kami, tapi saya tidak berpikir kami menciptakan peluang yang cukup. Tapi ya itu sepak bola. Saya pikir kami berhak mendapatkan satu poin," kata pemain Sriwijaya FC Tyson.
Pada laga itu PSMS mencetak satu-satunya gol lewat Felipe Cadenazzi pada menit ke-4.Menjelang berakhirnya babak pertama, PSMS harus kehilangan Antoni Putro Nugroho yang diusir wasit karena kartu merah setelah pengecekan VAR.
Namun tingginya tensi laga membuat wasit tak hanya mengeluarkan satu kartu merah. Pada menit ke-56, M. Fadil Redia juga harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah usai melanggar Adlin Cahya usai cek VAR.















