Comscore Tracker

Pebulu Tangkis Sumut Diharap Gak Down Hadapi Lawan dari Pulau Jawa

Daihatsu Astec Open Sumut resmi dimulai

Medan,IDN Times - Kejuaraan bulutangkis bertajuk Daihatsu Astec Open (DAO) 2020 di GOR PBSI Sumut resmi dibuka, Selasa (25/2). Kejuaraan ini digelar hingga 29 Februari mendatang.

Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian yang membuka kejuaraan. Pemprov Sumut berharap dari para pebulutangkis Sumut bisa menembus hingga final dan juara.

Sebagai catatan tahun lalu, tak satupun pebulu tangkis Sumut yang meraih gelar dari berbagai kategori.

"Kita berharap anak-anak ini bisa menguji teknik atau ilmu apa aja yang mereka dapat selama di klub dapat di terapkan. Terus mentalnya ini yang paling penting. Kita kalaupun jago tapi mentalnya sudah down duluan, itu tak akan bisa berhasil," ucapnya.

1. Jangan down lawan wakil klub-klub Jawa

Pebulu Tangkis Sumut Diharap Gak Down Hadapi Lawan dari Pulau JawaPebulu tangkis cilik saat bertanding di Daihatsu Astec Open 2020 seri Sumut (Dok.IDN Times/istimewa)

Baharuddin mengatakan, para pebulu tangkis harus menanamkan kepercayaan diri tinggi. "Hilangkan sitgma buruk yang sudah down duluan sebelum bertanding lawan dari klub-klub Jawa dan harus kita rubah. Saya yakin dan percaya dengan waktu empat tahun ini kita bisa lebih baik lagi dari segi prestasi di PON 2024 nanti," kata Baharuddin.

2. Puji pembenahan GOR PBSI Sumut

Pebulu Tangkis Sumut Diharap Gak Down Hadapi Lawan dari Pulau JawaPebulu tangkis cilik saat bertanding di Daihatsu Astec Open 2020 seri Sumut (Dok.IDN Times/istimewa)

Pada kesempatan itu Baharuddin juga melihat GOR PBSI Sumut semakin layak untuk menggelar even-even nasional. Dia melihat perubahan positif.

"Kami sangat berterimakasih kepada Pak Suripno Ngadimin yang begitu besar sumbangsihnya. Tidak hanya waktu, tenaga dan pikiran, beliau juga mau berkorban dari pendanaan untuk melakukan renovasi GOR dan mes (komplek PBSI Sumut). Sebab sebagaimana kita ketahui bahwa komplek ini punya Pemprov dan beliau sudah melakukan banyak perubahan," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua KONI Sumut, Prof. Agung Sunarno juga "Mudah-mudahan dari sini tercipta atlet-atlet potensial. Misalnya hasil dari kategori U-17 ini berpotensi untuk kita persiapkan bagi tim Sumut di PON 2024. Dan ini awal yang baik," harapnya.

"Selain itu dengan semangat yang ditunjukkan oleh beliau (Suripno Ngadimin) dapat dijadikan role of model oleh pengprov-pengrov cabor lainnya. Sebab olahraga itu tidak hanya tentang atlet, tapi juga sarana dan prasarana pendukung juga perlu," lanjutnya.

Baca Juga: Diawali di Sumut, 5 Fakta Soal Daihatsu Astec Open 2020 

3. Atlet Sumut berharap bisa meraih gelar

Pebulu Tangkis Sumut Diharap Gak Down Hadapi Lawan dari Pulau JawaPebulu tangkis cilik saat bertanding di Daihatsu Astec Open 2020 seri Sumut (Dok.IDN Times/istimewa)

Sementara Ketua Umum Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin, berharap atlet-atlet Sumut meningkat prestasinya di DAO seri ini. Apalagi mereka sebagai tuan rumah.

"Kemarin Bu Mimi (panitia DAO pusat) mengkritik keras saya. Tahun lalu kita buat bertaraf internasional, kurang peminatnya dari lokal (Sumut), sebab tahun lalu peserta dari Indonesia hanya 300-an dan sisanya dari luar negeri (total peserta tahun lalu 500-an peserta). Makanya tahun ini dibuat (taraf) nasional saja tapi peserta sampai 500-an," ungkapnya.

"Karena pemain Sumut ini mental masih kurang. Hadapi dari Jawa saja sudah takut, apalagi dari luar negeri. Maka dari itu even tahun lalu jadi pelajaran tahun ini. Mari kita bangkit. Sebab barometer keberhasilan seseorang tak hanya dari peringkat. Tapi dari semangat, percaya diri dan doa. Kalau semangat pasti mentalnya kuat," tutupnya.

4. Diikuti 80 klub dari seluruh Indonesia

Pebulu Tangkis Sumut Diharap Gak Down Hadapi Lawan dari Pulau JawaPebulu tangkis cilik saat bertanding di Daihatsu Astec Open 2020 seri Sumut (Dok.IDN Times/istimewa)

Sementara Ketua Panitia Lokal DAO 2020 Medan, Dody Sayendra, mengatakan bahwa even tahun ini diikuti sebanyak 565 peserta dari 80 klub dari seluruh Indonesia, termasuk dari klub-klub Jawa. Selain Sumut dan Jawa, juga ada dari provinsi lainnya seperti Aceh, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan lainnya.

Baca Juga: 7 Pebulu Tangkis Indonesia yang pernah Jadi Juara Dunia Junior

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya