Profil Eko Purdjianto, Pelatih Baru PSMS Medan

- Eko Purdjianto, pelatih baru PSMS Medan
- Karier sebagai pemain dan asisten pelatih
- Bawa Persis promosi sebagai pelatih kepala, lalu kembali jadi asisten
Medan, IDN Times- PSMS resmi menunjuk Eko Purdjianto sebagai pelatih baru untuk mengarungi sisa musim Championship 2025/2026. Eko sudah membesut sejumlah klub hingga tim nasional. Meski posisinya didominasi sebagai asisten pelatih. Terakhir Eko saat ini menjabat asisten pelatih tim nasional U-20.
Berikut rekam jejak Eko Purdjianto yang dilansir IDN Times dari berbagai sumber.
1. Karier sebagai pemain

Nama Eko sempat dikenal publik sebagai bek tangguh yang memperkuat sejumlah klub nasional pada era akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Karier profesionalnya dimulai bersama Pelita Solo pada 1999, sebelum melanjutkan perjalanan ke PSPS Pekanbaru, PSIS Semarang, Persema Malang, hingga Persitara Jakarta Utara. Di level tim nasional, ia mencatatkan 27 penampilan dan menyumbang tiga gol untuk Timnas Indonesia, termasuk meraih medali perunggu SEA Games 1999.
Namun, jalan karier Eko sebagai pemain tidak berlangsung panjang. Cedera lutut serius yang dialaminya—pertama di lutut kiri saat menjalani trial bersama klub Swedia Helsingborg, disusul cedera lutut kanan saat pemusatan latihan timnas di Bulgaria—memaksanya gantung sepatu pada usia 31 tahun. Bagi sebagian pemain, kondisi ini menjadi akhir segalanya. Tapi bagi Eko, justru menjadi titik balik.
2. Bareng-bareng Indra Sjafri di Timnas dan Bali United

Alih-alih menjauh dari sepak bola, Eko memilih bertahan dengan jalur berbeda. Ia sudah mengantongi lisensi C Nasional saat masih aktif bermain, lalu melanjutkan lisensi B Nasional usai pensiun. Keputusan itu menjadi fondasi kuat bagi transisinya ke dunia kepelatihan.
Langkah awalnya dimulai sebagai asisten pelatih PSIS Semarang pada 2008–2009 dan 2010–2013. Konsistensi dan kapasitasnya kemudian membawanya ke level yang lebih tinggi saat dipercaya menjadi asisten pelatih Timnas U-19 di bawah Indra Sjafri pada 2013–2015. Pada periode inilah Eko turut membentuk generasi emas muda Indonesia, termasuk Evan Dimas dan Hansamu Yama, serta mengantar Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 2013.
Kepercayaan terhadap Eko berlanjut di level klub. Bersama Indra Sjafri, ia menjadi bagian penting staf pelatih Bali United selama 2016–2021. Dalam periode tersebut, Bali United mencatat prestasi signifikan: runner-up Liga 1 2017 dan puncaknya juara Liga 1 2019.
3. Bawa Persis promosi sebagai pelatih kepala, lalu kembali jadi asisten

Puncak pembuktian Eko sebagai pelatih kepala terjadi saat ia ditunjuk menangani Persis Solo pada Maret 2021. Mengemban misi berat promosi, Eko sukses menjawab tantangan dengan membawa Persis Solo menjadi juara Liga 2 musim 2021, sekaligus memastikan tiket ke Liga 1.
Meski sempat kembali berperan sebagai asisten pelatih Persis Solo pada 2022–2023, kiprah Eko tak pernah lepas dari sorotan. Pada Juni 2023, ia kembali ke PSIS Semarang dengan peran ganda sebagai manajer dan asisten pelatih, dikontrak hingga 2025.
Di luar level klub, Eko juga terus mendapat kepercayaan di lingkup tim nasional. Ia menjadi bagian dari staf Timnas U-22 yang meraih medali emas SEA Games 2023, serta terlibat dalam pemusatan latihan Timnas U-20 sejak Desember 2023. Peran ini menegaskan posisinya sebagai figur yang dianggap mampu menjembatani pembinaan pemain muda dengan tuntutan sepak bola profesional.
Perjalanan Eko menunjukkan bahwa cedera yang mengakhiri karier ber
















