Comscore Tracker

PON Makin Dekat, Mantan Atlet Nasional Minta KONI Sumut Gerak Cepat

Demi target 5 besar PON

Medan, IDN Times- Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh-Sumatra Utara sudah menyisakan persiapan dua tahun lagi. Namun para mantan atlet nasional asal Sumut menilai pergerakan masih cukup lambat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut.

Hal itu disampaikan pengurus Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Sumatra Utara. Menurutnya sudah saatnya KONI Sumut bergerak cepat untuk menyongsong gelaran multieven olahraga empat tahunan itu.

"KONI bergerak lambat. Ada hal-hal yang tidak memerlukan anggaran. Tapi tidak dilakukan KONI. Ada pengprov-pengprov yang kisruh tapi tidak cepat diselesaikan. Hal itu bisa memengaruhi prestasi. Kalau hal itu sudah selesai, mereka bisa membina dengan lebih fokus gak diganggu persoalan internal lagi," kata Ketua IANI Sumut, Lamhot Simamora didampingi Sekretaris Eka Wirawan Siregar, Selasa (28/6/2022).

1. Mencapai target 5 besar PON harga mati bagi tuan rumah

PON Makin Dekat, Mantan Atlet Nasional Minta KONI Sumut Gerak CepatKetua IANI Sumut, Lamhot Simamora (Dok.Istimewa)

Menurutnya mencapai target 5 besar PON adalah harga mati bagi Sumut setelah babak belur di Papua. Apalagi saat ini Sumut adalah tuan rumah bersama Aceh.

"Sumut paling gak kita tuan rumah 5 besar. Ini marwah tuan rumah. Tapi program KONI yang malah kurang gerak cepat. Menunggu anggaran. Oke APBD belum keluar, tapi harus jemput bola. Harus banyak membuat try out untuk atlet yang sudah pelatda, ada promosi degradasi di situ, kalau atletnya gak mampu ini akan dilakukan KONI. Tempo 2 tahun gak segampang itu," tambahnya.

Apalagi banyaknya kisruh pengprov cabor yang bermasalah. Seperti renang, tinju, bulu tangkis hingga teranyar tenis. "Aceh sudah gerak cepat. Di Papua kita di bawah Aceh. DKI, Jawa Barat, Jatim kita berat. Palembang juga serius. Kalau gak sanggup bisa sinergi. Kita mantan-mantan atlet bisa kasih masukan," bebernya.

Baca Juga: Soal Dualisme PRSI Sumut, Klub: KONI Jangan Lempar ke PB

2. Para pemimpin pengprov cabang olahraga juga harus serius

PON Makin Dekat, Mantan Atlet Nasional Minta KONI Sumut Gerak CepatIlustrasi medali PON (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Banyak lumbung cabor lumbung medali kini tertidur dan sibuk dengan dualisme kepengurusan. Ia juga mengingatkan para pemimpin Pengprov cabor untuk serius.

"Renang itu lumbung medali, ada tinju juga. Dulu kalau lawan sudah diundi jumpa Sumut pasti gemetar. Sekarang biasa saja. Soal waktu kalau giat pasti cukup, tapi jangan nunggu bola. Kalau serius pengprov-pengprov bisa. Pimpinan pengprov harus berkorban dan siap untuk membuat try out atlet-atlet dia. Jangan hanya andalkan uang dari APBD KONI. Kalau di cabor tinju bisa kirim ke Thailand karena memang ke Kuba kan mahal. Mereka sering buat even kok," tambah mantan juara OPBF ini.

Lamhot juga menilai KONI Sumut jangan tutup telinga mendengar masukan dari mantan atlet. Apalagi mereka yang punya pengalaman bagaimana cara untuk mendapat medali.

"PON ini gak sama dengan kejurnas. KONI Sumut jangan hanya andalkan teori. Dengar masukan dari mantan atlet. Karena soal praktiknya atletnya yang tahu," bebernya.

3. Meraih emas PON, jenjang pembinaannya harus jelas

PON Makin Dekat, Mantan Atlet Nasional Minta KONI Sumut Gerak Cepatilustrasi polo air (unsplash.com/Philippa Rose-Tite)

Salah satu cabor yang kini menurun prestasinya meski dulu jadi andalan adalah akuatik, terutama polo air. Mantan atlet polo air nasional, Tengku Rinel Rizal mengatakan akan sulit meraih prestasi di cabang akuatik jika pembinaan tak diterapkan dengan baik.

"Sebagai mantan atlet saya lihat dari seleksinya, saya lihat agak pesimis. Untuk meraih emas PON itu tidak mudah. Jenjangnya harus jelas, dari pemula, junior ke senior. Saya juga tidak tahu apakah atlet-atlet ini pernah latih tanding," kata Tengku Rinel.

Peraih medali emas PON tiga kali ini menceritakan pengalamannya digembleng dengan keras dulu bersama atlet-atlet lainnya.

"Dulu renang 100 meter saja kami harus di bawah satu menit. Selain itu juga menggunakan bola besi yang berat dan juga dikasi ikat pinggang pemberat. Yang pasti kalau untuk dapat emas harus kerja keras lebih. Kita saja untuk polo air sudah tidak lolos kualifikasi di 2 PON terakhir," pungkasnya. 

Baca Juga: Harap Judo Sumut Berprestasi di PON 2024, Wagub Ijeck Siap Mendukung

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya