Comscore Tracker

Stok Oksigen di Medan Hingga Sumut Cukup, Tabungnya Langka

Kebutuhan oksigen sejalan dengan kondisi BOR

Medan, IDN Times – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengklaim ketersediaan stok oksigen untuk seluruh rumah sakit aman. Terutama rumah sakit yang merawat pasien COVID-19.

Kebutuhan oksigen, menurut menantu Presiden Joko Widodo itu, sejalan dengan pertumbuhan keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19.

"Kalau BOR-nya meningkat, banyak pasien di dalam rumah sakit, tentunya pasokan oksigen yang dibutuhkan lebih banyak lagi," kata Bobby di Balai Kota, Senin (5/7/2021).

1. Sejauh ini BOR di Medan diklaim masih rendah

Stok Oksigen di Medan Hingga Sumut Cukup, Tabungnya LangkaIlustrasi tabung oksigen medis. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi).

Medan menjadi salah satu penyumbang kasus COVID-19 terbanyak di Sumatra  Utara. Bahkan, data nasional menyebutkan jika Medan berstatus zona merah (sumber: covid19.go.id). Saat ini, data kumulatif kasus COVID-19 per 5 Juni 2021, sudah mencapai 18.743 kasus terjadi di Medan. Bertambah 97 kasus dari hari sebelumnya.

Kata Bobby, saat ini BOR di Kota Medan masih rendah. Untuk ruang isolasi misalnya, BOR-nya bergerak flat di angka 36 persen, sementara BOR ICU khusus pasien Covid-19 kurang lebih 46 persen.

"Artinya, ketersediaan tabung oksigen aman. Sudah saya tanyakan ke pihak rumah sakit," ungkapnya.

2. Rumah sakit sudah minta pasokan oksigen dua kali lipat

Stok Oksigen di Medan Hingga Sumut Cukup, Tabungnya LangkaIlustrasi tabung oksigen medis. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi).

Sejak awal pandemik tahun lalu, sebagian besar rumah sakit sudah meminta pasokan oksigen dua kali lipat dari kebutuhan dalam kondisi normal.

"Bahkan, saat BOR kita sampai 75 persen (beberapa waktu lalu), oksigen kita tidak sampai habis," jelasnya.

Saat ini, Pemko Medan tetap memantau ketersediaan pasokan. Termasuk kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan 60 rumah sakit yang ada di Kota Medan.

Baca Juga: BOR Menurun, Gubernur Edy Klaim Kasus COVID-19 di Sumut Mulai Melandai

3. KPPU juga lakukan peninjauan stok oksigen hingga tingkat produsen

Stok Oksigen di Medan Hingga Sumut Cukup, Tabungnya LangkaLogo KPPU

Kasus kehabisan stok oksigen santer terjadi belakangan ini. Bahkan, di Yogyakarta, puluhan pasien COVID-19 meninggal karena RSUP Dr Sardjito di Sleman mengalami kehabisan oksigen. Kondisi ini membantahkan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengatakan stok oksigen cukup.

Untuk mengetahui kondisi stok oksigen di Sumatra Utara, Komisi Pemantau Persaingan Usaha (KPPU) melakukan peninjauan pada produsen oksigen PT Aneka Gas Industri di Medan. Mereka ingin memastikan, bagaimana kondisi pasokan dan harga oksigen di Sumut.

Kepala  Kantor Wilayah I KPPU Ramli Smanjuntak mengatakan, kondisi ketersediaan oksigen  sejauh ini aman. Aneka Gas Industri menjadi salah satu produsen gas terbesar yang memasok rumah sakit.

“Tadi saya diskusi langsung dengan manajemennya, untuk pasokannya tersedia dan sangat mencukupi,” kata Ramli, Senin (5/7/2021).

4. Harga oksigen dari produsen masih normal

Stok Oksigen di Medan Hingga Sumut Cukup, Tabungnya LangkaIlustrasi tabung oksigen medis. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).

Dalam peninjauannya, kata Ramli, KPPU belum menemukan pelanggaran. Harga oksigen masih berada dalam kisaran 60-70 ribu per botol dengan ukuran 6 meter kubik.

“Harga ini masih normal,”  kata Ramli.

Namun, produsen meminta ada komunikasi yang leih baik lagi. Begitupun soal pengawalan pengiriman oksigen kepada rumah sakit sehingga ada pemangkasan waktu pengiriman.

Perubahan harga justru terjadi pada tingkat pangkalan atau agen. Para distributor yang membeli dari produsen kemudian menyortirnya ke tabung yang lebih kecil dengan ukuran satu meter kubik.

“Harganya bisa mencapai sekitar 40 ribu. Itu memang ada disparitas. Tapi mungkin karena ada biaya transportasi dan lainnya sehingga harganya berbeda,” ujar Ramli.

Sejauh ini, permintaan oksigen di Sumut justru menurun. Namun kata Ramli, lonjakan permintaan terjadi sekitar dua minggu lalu.

Pihaknya akan terus melakukan pemantaua persaingan harga di Sumut. Pihaknya siap menindak para pengusaha yang nakal memainkan harga.

5. Ketersediaan tabung gas kian langka di Medan, harganya naik

Stok Oksigen di Medan Hingga Sumut Cukup, Tabungnya LangkaPengisian oksigen di Hikmah Gas Medical Oxygen, Cilandak, Jaksel, di tengah kelangkaan oksigen (dok. IDN Times)

Pantauan IDN Times di lapangan, justru terjadi kelangkaan pada ketersediaan tabung gas oksigen. Kelangkaan tabung di Kota Medan terjadi sejak tiga minggu belakangan.

Karena kelangkaan itu, harga tabung pun meroket. Dari sejumlah toko alat kesehatan yang didatangi tim IDN Times, harga tabung sudah mencapai Rp3 juta. Padahal sebelumnya, harga tabung tidak sampai Rp1 juta.

"Harganya Rp2 juta, kalau tabungnya saja Rp1,5 juta ukuran 1 meter kubik (10kg), besok sudah beda lagi harganya. Karena regulatornya saja dijual Rp650 ribu," ujar salah satu pedagang yang tak mau disebutkan identitasnya.

Kenaikan harga ini diakui secara bertahap mulai di bawah Rp1 juta, dan Rp1,2 juta, melonjak naik Rp1,5 juta hingga menjadi Rp2 juta. Artinya, tarif harga yang dijual meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

Baca Juga: Tangis Perempuan saat Antre Tabung Oksigen: Tolong Bapak Saya Sesak!

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya