H-3 Ramadan, Pemakaman Mandailing Medan Dipadati Peziarah

Medan, IDN Times - Menjelang bulan suci Ramadan, tanah wakaf pekuburan Mandailing yang berlokasi di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada H-3 masih dipadati peziarah.
Sejumlah keluarga tampak menyekar di pemakaman. Pemakaman ini ada sejak tahun 1891.
Tercatat 4 ribu lebih makam di tanah seluas lebih 2 hektare ini.
1. Tahun ini lebih ramai para pengunjung atau keluarga yang berziarah

Pengurus kenaziran pemakaman Mandailing, Ipong mengatakan tahun ini lebih ramai para pengunjung atau keluarga yang berziarah jika dibandingkan tahun lalu.
"Tahun ini agak lebih lumayan ramai daripada tahun kemaren," katanya pada IDN Times.
2. Puncak keramaian atau padatnya pada H-7 menjelang puasa

Puncak keramaian atau padatnya pada Kamis (12/2/2026) atau H-7 puasa, mayoritas penziarah berasal dari Medan dan ada juga di luar kota seperti Jakarta.
Dirinya menambahkan, setiap hari tanah wakaf perkebunan Mandailing ini dibersihkan. Sehingga pihak keluarga dikenakan biaya pengutipan kebersihan setiap tahunnya sebesar Rp60ribu.
3. Omzet penjual bunga tak sebanding pada tahun lalu

Sementara itu, seorang penjual bunga di Taman Pemakaman Umum (TPU) Mandailing di Kota Medan mengatakan pembeli bunga ziarah masih sepi.
"Ini masih sepi pembeli, biasanya sudah ramai pembeli H-3," ungkapnya yang tidak ingin menyebutkan namanya.
Dia mengatakan sudah 4 tahun sebagai penjual bunga disekitar TPU Mandailing ini. Sehingga, omzet tak sebanding pada tahun lalu.
“Yang jual bunga kek gini pun udah mulai ramai jadi kayak bersainglah kami,” sambungnya.
Bunga ziarah yang dijual Siti perbungkus seharga Rp5 ribu terdiri dari bunga kertas, daun pandan, bunga kenanga dan beberapa jenis bunga lainnya.


















