Distribusi Terganggu, Harga Tomat di Sumut Naik Jadi Rp15 Ribu

Medan, IDN Times - Harga tomat saat ini ditransaksikan sekitar Rp15 ribu per Kg, kenaikan tersebut terjadi dalam sepekan terakhir. Dari yang semula berada dikisaran harga Rp9 ribuan per Kg pada awal Februari, dan terus merangsek naik hingga saat ini.
Faktor utama pemicu kenaikan adalah masalah supply yang terganggu setelah tomat sempat terpuruk dalam harganya hingga Rp5 ribu per Kg di pekan ketiga Desember 2025.
1. Dampak terjadi kenaikan harga di wilayah Sumatera Barat

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menilai petani mengalami kerugian yang mengakibatkan beralih ke tanaman lainnya.
Sementara itu, tekanan harga tomat mengalami kenaikan setelah terjadi kenaikan harga di wilayah Sumatera Barat. Masih dilakukan observasi seberapa lama nantinya harga tomat akan bertahan mahal.
"Selain tomat, harga daging ayam dan daging sapi di beberapa pedagang juga mengalami kenaikan," katanya.
2. Kenaikan harga daging sapi dikarenakan permintaan jelang Ramadan

Mengacu kepada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), terjadi kenaikan harga daging sapi sebesar Rp5 ribu per Kg. Sebelumnya Rp140 ribu menjadi Rp145 ribu di Pasar Sukaramai (13/02/2026).
Gunawan menilai kenaikan harga daging sapi tersebut lebih dikarenakan faktor demand atau permintaan jelang Ramadan ini.
"Kenaikan harga diperkirakan bersifat sementara, dan kenaikan terjadi di level pedagang pengecer. Sementara di level produsen, dari hasil pemantauan sejauh ini tidak mengalami perubahan harga," ungkap Gunawan.
Selain daging sapi, harga daging ayam juga terpantau naik. Berdasarkan rilis data harga melalui PIHPS, terjadi kenaikan harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di kota medan seperti sukaramai, aksara dan petisah. Kenaikan harganya sekitar 1.000 hingga 2.500 per Kg. Saat ini harga daging ayam ditransaksikan dalam rentang 41.000 hingga 44.500 per Kg di Kota Medan (13/2/2026).
3. Kenaikan harga daging sapi dan ayam diprediksi akan berlangsung sesaat

Kenaikan harga daging sapi dan daging ayam diprediksi hanya akan berlangsung sesaat.
Dari hasil pemantauan dilapangan, pasokan daging sapi dan daging ayam terpantau stabil dan mencukupi hingga lebaran nanti.
Pasokannya juga masih konsisten dengan pasokan di hari normal. Jika melihat realisasi harga yang menyentuh 45%, maka bisa diproyeksikan demand alami kenaikan diatas 15% jelang Ramadhan ini.
"Dan dari hasil estimasi saya, dibulan Ramadahan ini rata-rata pasokan yang disediakan dalam sepekan naik sekitar 10% dibandingkan dengan hari normal. Ini menunjukan bahwa harga daging ayam yang terbentuk mencerminkan tingginya permintaan. Sementara untuk daging sapi potensi kenaikannya bisa mencapai 35% dibandingkan dengan hari normal," sambungnya.
Menurutnya, hal ini terjadi karena pada beberapa budaya masyarakat tertentu, daging sapi seakan dijadikan menu wajib jelang memasuki bulan Ramadan. Ditambah lagi dengan banjir yang turut memicu banyak ternak sapi milik petani yang mati. Sehingga terjadi pergeseran demand atau permintaan daging sapi dari peternak modern.


















