Comscore Tracker

Cerita dari Vaksinasi Anak SD, Digigit Semut hingga Dibujuk dengan HP

Vaksinasi diharapkan bisa buat tatap muka 100 persen lagi

Medan, IDN Times -Vaksinasi anak usia 6 sampai 12 tahun digalakkan di berbagai daerah. Termasuk di Kota Medan. 

Namun bukan hal yang  mudah melakukan vaksinasi untuk anak sekolah. Berbagai tingkah polos bocah-bocah ini membuat para guru, tenaga kesehatan hingga orangtua murid harus bekerja keras. Mengeluarkan bujuk rayu hingga mereka mau disuntik. 

Seperti salah seorang siswa kelas 5 bernama Olfat, dari SDN Percobaan di Jalan Sei Petani Kecamatan Medan Baru ini berkali-kali harus ditenangkan sang guru agar mau divaksinasi.

1. Dua jam ia harus dibujuk orangtua, guru hingga tenaga kesehatan, tapi urung berhasil

Cerita dari Vaksinasi Anak SD, Digigit Semut hingga Dibujuk dengan HPSuasana vaksinasi siswa SD diseluruh sekolah Kota Medan (Dok. Istimewa)

Olfat sudah hampir 2 jam dibujuk orangtuanya, hingga kepala Sekolah ataupun dari pihak kesehatan yang akan menyuntikkan vaksinnya. Pada saat Olfat menyatakan siap, ia pun meminta izin memberinya waktu untuk minum airputih terlebih dahulu.

"Bentar bu saya mau minum dulu," ucap Olfat dengan pipi yang mulai memerah.

Namun, usai minum dosis vaksin pun dibuka namun pada saat hendak divaksin Olfat kembali menutup lengannya dengan tangan seerat-eratnya.

Melihat Olfat menutup lengannya, pihak kesehatan yang akan menyuntik Olfat pun terlihat mulai kebingungan. "Gak sakit nak, ayolah ini dosisnya udah dibuka ga boleh lama-lama nanti rusak. Itu semua kawan-kawan kamu sudah semua," ucap salah seorang nakes.

2. Orangtua coba membujuk rayu dengan handphone

Cerita dari Vaksinasi Anak SD, Digigit Semut hingga Dibujuk dengan HPSuasana vaksinasi siswa SD diseluruh sekolah Kota Medan (Dok. Istimewa)

Orangtua Olfat pun coba ikut menenangkan sang anak. Ibu Olfat menyodorkan handphone untuk bermain game. Hal ini tak berhasil juga, membuat Olfat membuka lengan dengan tangannya tersebut. "Mama kasih HP sambil main game ya," ucap Ibu Olfat.

Olfat pun kembali dibiarkan sendiri untuk menenangkan diri, karena belum membuka lengannya hingga dosis vaksin di sekolahnya habis. Akhirnya Olfat pun pulang dan besok akan kembali ke sekolah untuk vaksinasi kembali.

Menanggapi hal tersebut, Fauziah, Kepala Sekolah SDN percobaan mengaku hal tersebut sudah diwanti-wantinya.

"Sudah kita duga bakal ada seperti ini, jadi hanya perlu kesabaran mudah-mudahan besok Olfat sudah mau divaksinasi," bebernya.

3. Tak semua anak takut, ada juga yang datang dengan berani

Tak semua anak takut disuntik. Ada juga yang datang dengan gagah berani. Salah satunya siswi perempuan bernama Paradiba. Ia datang ditemani sang Ayah. 

Setelah melewati semua prosedur, akhirnya Paradiba disuntik vaksin jenis sinovac. Paradiba memeluk sang ayah sambil memejamkan matanya. Ia mengaku tak terpaksa karena memang seluruh anggota keluarganya sudah disuntik.

"Tidak ada rasa apa-apa pegal juga enggak sakit juga enggak pusing atau lapar juga enggak," terangnya.

Pada saat vaksin disuntikkan ke lengannya juga, Paradiba mengaku hanya seperti digigit semut. "Tidak sakit cuman kaya digigit semut saja," ucapnya.

4. Sang Ayah bangga anaknya mau divaksinasi tanpa paksaan

Cerita dari Vaksinasi Anak SD, Digigit Semut hingga Dibujuk dengan HPSuasana vaksinasi siswa SD diseluruh sekolah Kota Medan (Dok. Istimewa)

Sementara Idris, sang ayah yang juga mendampingi dan mengaku bangga sebab sang anak mau divaksinasi. "Kita gak memaksa, tiba-tiba anak saya bilang mau vaksin jadi banggalah karena anak saya bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri," ucapnya.

Idris juga berharap agar usai vaksinasi ini, anak-anak sekolah bisa melaksanakan PTM 100 persen.

"Mudah-mudahan setelah ini bisa belajar tatap mukanya secara sempurna seperti dulu lagi jangan terbatas lagi," ujarnya.

5. Vaksinasi anak usia 6 sampai dengan 12 tahun mulai berjalan di seluruh sekolah Kota Medan

Cerita dari Vaksinasi Anak SD, Digigit Semut hingga Dibujuk dengan HPSuasana vaksinasi siswa SD diseluruh sekolah Kota Medan (Dok. Istimewa)

Sekedar informasi, pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-12 tahun mulai berjalan di seluruh sekolah dasar Kota Medan, Senin (17/1/2022).

Menurut Kepala Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Fauziah menyatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi anak hari ini ada di 42 titik sekolah yang diresmikan oleh Wali Kota Medan.

"Kegiatan vaksinasi anak ini untuk launchingnya hari ini satu kecamatan satu sekolah, jika kecamatannya luas itu ada tiga atau dua sekolah yang lakukan vaksinasi," jelas Fauziah.

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya