Comscore Tracker

Kisah Oloan Nababan, Tukang Semir Jadi Wakil Bupati Humbang Hasundutan

Sosok RT Teladan yang menjabat selama 12 tahun

Memiliki nama lengkap Oloan Paniaran Nababan merupakan darah asli Medan yang lahir pada tanggal 14 November 1974 di Medan, Sumatera Utara. Sehingga saat ini Oloan Paniaran sudah menginjak usia 47 tahun.

Oloan dulunya menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN 3 Cihampelas Bandung tahun 1989. Lalu melanjutkan pendidikannnya ke sekolah menengah pertama di SMP Kristen Hidup Baru pada tanggal 1992. 

Kemudian, Oloan kembali melanjutkan pendidikannya sekolah menengah atas di SMA Kristen Hidup Baru tahun 1995. Tidak sampai disitu, Oloan melanjutkan studi S1 nya di Universitas Borobudur tahun 2017.

Kembali melanjutkan pendidikan magister pada tahun 2019 dan gelar doktoralnya di Universitas Borobudur. Oloan Paniaran merupakan sosok yang sangat inspiratif dan mengajarkan kita agar tidak pantang menyerah.

Oloan mengambil jurusan hukum agar menjadikannya seseorang yang lebih peka terhadap permasalahan sekitar dan melatih karakter agar menjadi pribadi yang pemberani dan kritis. Oloan berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana dengan predikat cumlaude.

Tak lama kemudian, Oloan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan Magister dengan nilai yang cumlaude. Oloan bahkan dikenal sebagai pribadi yang tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik namun juga berprestasi dalam bidang non akademik.

1. Ketua RT Teladan yang menjabat selama 12 tahun dari 2006 hingga 2018

Kisah Oloan Nababan, Tukang Semir Jadi Wakil Bupati Humbang HasundutanWakil Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan (Dok. IDN Times)

Beberapa penghargaan di antaranya yaitu penghargaan dari Punguan Simanjuntak, Penghargaan dari Punguan Nababan atas partisipasi dalam penyumbangan dana untuk pembangunan gereja.

Selain itu, menjadi Ketua RT Teladan yang menjabat selama 12 tahun dari 2006 hingga 2018.

Oloan merupakan pribadi yang senang berbagi dan ramah dengan orang di sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa penghargaan menjadi donatur beberapa gereja. 

2. Pernah bekerja menjadi tukang semir dan pedagang asongan

Kisah Oloan Nababan, Tukang Semir Jadi Wakil Bupati Humbang HasundutanWakil Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan (Dok. IDN Times)

Oloan Paniaran lahir dari pasangan N. Nababan dan A. Br. Simanjuntak. Oloan merupakan anak ke 5 dari 9 bersaudara. Beliau berasal dari keluarga yang sangat sederhana dan bisa dibilang kekurangan .

Semasa kecilnya, dihabiskan di kampung dan ketika Oloan hendak beranjak dewasa, orang tuanya mengajak untuk pindah ke Bandung. Dari remaja, Oloan sudah hidup dengan keras dan serba kekurangan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Oloan terpaksa harus bekerja menjadi tukang semir dan pedagang asongan. Pekerjaan ini harus Oloan lakukan setiap pulang dari sekolah. 

Bahkan Oloan juga pernah harus bekerja menarik angkot. Hal ini dilakukan Oloan semata-mata untuk mencukupi kebutuhan sekolah dan uang jajan sehari-hari. Oloan juga tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya.

Oloan adalah pribadi yang gemar belajar dan mencari tahu akan sesuatu hal yang tidak dia ketahui. Meskipun dengan keterbatasan biaya, Oloan masih bisa menempuh sekolah dengan menggunakan uang hasil bekerjanya. 

Menurut Oloan, meski telah menempuh pendidikan sampai ke tingkat S-3 namun dirinya merasa belum puas dengan pendidikan yang telah diterima saat ini. Oloan berkata bahwa ilmu itu tidak ada habis-habisnya dan akan terus berkembang, sehingga dalam kehidupan seseorang itu harus terus belajar seiring dengan berkembangnya zaman. 

3. Menerima 2 tanda kehormatan selama menjadi personel TNI AD

Kisah Oloan Nababan, Tukang Semir Jadi Wakil Bupati Humbang HasundutanWakil Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan (Dok. IDN Times)

Pada tahun 1997, Oloan berhasil diterima menjadi anggota TNI AD dan di masa kerjanya Oloan berhasil menerima 2 tanda kehormatan yaitu Satya Lencana 8 tahun yang diberikan oleh Bapak Presiden RI ke-6 yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Satya Lencana 16 tahun dari Bapak Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo.

Oloan Paniaran sudah melewati fase kehidupan yang berat, namun Oloan masih bisa melewatinya dengan baik.

Oloan Paniaran dipercaya untuk mendampingi Dosmar Banjarnaho untuk memimpin Kabupaten Humbang Hasundutan.

Baca Juga: Dosmar Banjarnahor, Mantan Akuntan yang Pimpin Humbahas 2 Periode

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya