Yakopi menggelar pertemuan dan diskusi bertema “1st CoESDev 2026: International Conference on Coastal Ecosystems and Sustainable Development 2026” di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Lewat acara ini, Yakopi meluncurkan logo baru sebagai simbol semangat dan arah baru dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan pesisir. Peluncuran logo ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmennya, dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, sekaligus memperluas kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Konferensi internasional CoESDev 2026 yang mengusung tema “Sustainable Development in Coastal Area” ini menjadi wadah bertemunya para pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas potensi blue economy, kebijakan pengelolaan mangrove berkelanjutan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Isu-isu tersebut dinilai krusial dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) serta meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, termasuk dalam penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai institusi ternama, di antaranya perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Hiroshima University, Universiti Malaya, Integrity Council for the Voluntary Carbon Market, ClimeCo, serta akademisi dari Universitas Negeri Medan dan Universitas Sumatera Utara.
Adapun makna logo Yakopi baru, yakni:
Pohon berdaun hijau dengan akar yang kuat Melambangkan pertumbuhan, kehidupan, dan hubungan erat antara manusia/komunitas dengan alam. Daun memberi arti 5 pendiri dan 5 muda di tengah memberi arti perintis yang siap membangun regenerasi muda yang mencirikan daun akan tetap bertumbuh banyak.
Gelombang biru di bawah akar, melambangkan gerakan air, pesisir, atau ekosistem perairan dan akar yang menyentuh" air memberi arti keseimbangan antara daratan dan laut, sesuai dengan kegiatan yang dilakukan pada wilayah mangrove, DAS, atau konservasi pesisir dan kepulauan.
Gelombang biru di bawah akar →air, pesisir, atau Melambangkan gerakan ekosistem perairan dan akar yang "menyentuh" air memberi arti keseimbangan antara daratan yang dilakukan dan laut, sesuai dengan kegiatan pada wilayah mangrove, S, atau konservasi pesisir dan kepulauan.
Lingkaran biru: menyiratkan kesinambungan, perlindungan, dan ruang lingkup yang menyeluruh yang saling bersinergi satu sama lain.
Dengan semangat baru yang tercermin dalam logo tersebut, YAKOPI optimistis dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan kawasan pesisir yang tangguh, berdaya, dan berkelanjutan di masa depan.