Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Tionghoa di Aceh Tiadakan Pertunjukan Barongsai Imlek Tahun Ini

WhatsApp Image 2026-02-17 at 05.08.57.jpeg
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Vihara Dharma Bakti, Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Intinya sih...
  • Tidak ada pertunjukan barongsai Imlek kali ini
  • Makna Shio Kuda Api bagi warga Tionghoa di Aceh
  • Berharap antarumat beragama tetap solid
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banda Aceh, IDN Times - Umat Buddha warga Tionghoa beribadah menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Vihara Dharma Bakti, Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (16/2/2026) malam.

Pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sekitar pukul 23.45 WIB. Mereka melaksanakan sembahyang leluhur sebelum memasuki pergantian tahun Shio Kuda dengan unsur api.


1. Tidak ada pertunjukan barongsai Imlek kali ini

WhatsApp Image 2026-02-17 at 04.14.19.jpeg
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Vihara Dharma Bakti, Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Ketua Yayasan Vihara Dharma Bakti Banda Aceh, Yuswar, memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili digelar secara sederhana tanpa pertunjukan barongsai.

“Kebetulan perayaan tahun ini kita barongsai tidak ada. Kita ikut bagaimana arahan kali ini perayaannya sederhana saja,” kata Yuswar, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi Aceh yang dalam beberapa bulan terakhir dilanda berbagai bencana alam. Menurutnya, hingga kini proses pemulihan di sejumlah daerah masih memprihatinkan.

“Karena kita melihat beberapa bulan ini alam kurang bersahabat sehingga banyak sekali bencana,” ujarnya.

“Pemulihan di Aceh masih sangat memprihatinkan. Jadi daripada merayakan secara meriah dan besar-besaran, kami lebih banyak menyalurkan bantuan ke daerah bencana,” imbuh Yuswar.

Terkait bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, Yuswar menyampaikan keprihatinan mendalam. 

Dia mengaku bila pihaknya telah menyalurkan bantuan ke sejumlah daerah terdampak di Aceh, seperti Pidie Jaya, Bener Meriah, Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Tengah.

“Kami sejak hari ketiga setelah bencana sudah menyalurkan bantuan. Lebih kurang sudah 15 kali kami drop bantuan. Kita membantu sesuai dengan kesanggupan,” ujarnya.


2. Makna Shio Kuda Api bagi warga Tionghoa di Aceh

WhatsApp Image 2026-02-17 at 05.08.58.jpeg
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Vihara Dharma Bakti, Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Dia mengatakan setiap tahun memiliki shio berbeda. Tahun ini, menurutnya, masyarakat Tionghoa memasuki tahun Shio Kuda Api, setelah tahun sebelumnya berada di bawah Shio Ular.

“Tahun ini kita masuk shio kuda dengan unsur api. Kalau tahun lalu masih shio Ular. Setiap tahun memang shionya berbeda,” ucapnya.

Dia menyampaikan, kuda dikenal sebagai simbol kelincahan dan kekuatan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat meneladani sifat tersebut untuk terus bergerak maju.

“Kuda itu lincah dan kuat. Untuk kehidupan, kita juga harus seperti sifat kuda, harus dipacu untuk lebih maju,” ujarnya.


3. Berharap antarumat beragama tetap solid

WhatsApp Image 2026-02-17 at 04.14.17.jpeg
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Vihara Dharma Bakti, Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Sehubungan dengan itu, Yuswar mengatakan unsur api dalam shio tahun ini juga dimaknai sebagai simbol dinamika yang perlu diwaspadai. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebaikan dan keburukan dalam kehidupan.

“Kita harus lebih waspada. Walaupun kuat dan ulet, kebaikan dan keburukan harus seimbang,” kata Yuswar.

“Mudah-mudahan tahun ini kita semua diberkahi keberhasilan yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan, sampai kemakmuran. Termasuk juga keharmonisan antarumat beragama dan toleransi yang baik,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Vihara Dharma Bakti Banda Aceh itu berharap seluruh masyarakat, baik warga Tionghoa maupun umat Muslim dan lainnya, dapat hidup dalam kerukunan yang solid pada tahun ini.

“Jadi mudah-mudahan kita hidup dalam kerukunan yang betul-betul solid,” ucapnya.

Yuswar juga mengajak masyarakat memperbanyak doa agar terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan, termasuk bencana alam dan gangguan terhadap kehidupan sosial.


4. Ajang pulang kampung dari rantau

WhatsApp Image 2026-02-17 at 04.14.18.jpeg
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Vihara Dharma Bakti, Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Sementara itu, seorang warga Tionghoa asal Banda Aceh yang merantau ke Jakarta, Latania, mengatakan Imlek selalu menjadi momen penting untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.

“Dalam budaya Chinese, setiap tahun kita selalu berharap lebih baik dari sebelumnya. Harapannya ada perkembangan dari semua segi, baik kehidupan maupun lingkungan. Secara umum kita ingin lebih harmonis, aman, dan damai,” kata Latania.

Ia juga berharap berbagai kesulitan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir dapat segera berlalu, serta ada solusi dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

“Karena usia produktif, saya berharap karier bisa lancar dan membaik. Imlek itu yang paling penting karena bisa pulang kampung dan ketemu keluarga. Jadi setiap tahun wajib pulang,” ujarnya.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Warga Tionghoa di Aceh Tiadakan Pertunjukan Barongsai Imlek Tahun Ini

17 Feb 2026, 07:17 WIBNews