H-1 Imlek, Vihara Maitretya Cemara Asri Medan Dipadati Pengunjung

Medan, IDN Times - Salah satu Vihara terbesar di Sumut, yakni Vihara Maitreya yang ada di Komplek Cemara Asri, Medan, kini sudah mulai dipadati umat Buddha sehari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, pada Senin (16/2/2026).
Dari pantauan IDN Times, para masyarakat Tionghoa sudah ramai datang untuk beribadah memanjatkan doa, serta mengucap syukur menyambut Tahun Baru Imlek.
Vihara ini juga sudah mulai mengantri dengan tertib untuk memasuki area utama vihara.
Suasana dengan dipenuhi ribuan lampion dan aroma dupa yang khas, serta persiapan dalam sesembahan cahaya lilin tampak menghiasi setiap sudut bangunan.
1. Umat Buddha sudah silih berganti datang ke vihara

Pengurus Maha Vihara Maitreya Medan, Diki Paskarianto, mengatakan bahwa persiapan menjelang Tahun Baru Imlek sudah 99 persen. Mulai dari pemasangan lampion, hingga dekorasi Imlek yang sudah mulai terpasang. Para umat Buddha yang ingin beribadah juga silih berganti, ke vihara ini untuk memanjatkan doa.
"Tinggal menunggu umat-umat yang beribadah saja," katanya pada IDN Times.
Terkait konsep, Dicky menjelaskan tidak ada yang berbeda dari tahun sebelumnya yang bertema Doa untuk Perdamaian Dunia.
"Kita mengajak hari pertama hingga hari ketiga Imlek kita khususkan untuk orang beribadah, jadi kita mengajak umat yang datang beribadah untuk memanjatkan doa sesuai tema kita Doa untuk Perdamaian Dunia," tambahnya.
2. Ada beberapa spot foto untuk menyambut pengunjung dalam tahun baru Imlek

Dicky menjelaskan ada beberapa titik spot foto bagi para pengunjung yang datang. Yakni, sebelah kanan vihara berkonsep berbakti dalam tradisi menyambut (H-1) tahun baru Imlek untuk kumpul bersama.
"Karena biasa Imlek, anak-anak akan kembali ke kampung halamannya berkumpul dengan keluarga," ungkapnya.
Sedangkan disebelah kiri vihara berkonsep mencintai alam, ada bambu, patung kuda dan properti yang bernuansa alam.
Selain itu juga, didepan vihara tampak dekorasi cantik bertuliskan 2026 dengan penuh warna serta samping kanan kiri yang menyertai lampion.
3. Beda dengan tahun sebelumnya ada dekorasi dan konsep papan doa

Dalam rangkaian kegiatan tahun baru Imlek ini, dilanjut dari hari ke-3 hingga ke-15 dibuka untuk umum.
"Jadi, khalayak ramai bisa untuk berfoto. Untuk rangkaian acaranya mungkin di hari pertama hingga ke-15 itu pagi ada ibadah umum jadi agama Buddha silih berganti untuk sembahyang serta, bazar, pentas kesenian dan barongsai biasa di puncak acara," sambungnya.
Tahun ini berbeda dengan adanya dekorasi sesuai tema dan adanya papan doa untuk menuliskan harapan.
"Harapannya, semoga Indonesia lebih harmonis, ekonomi terus bertumbuh dan tentunya sesuai tema yaitu Perdamaian Dunia,"tutupnya.

















