Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Usai 30 Siswa Keracunan, KPPG Medan Suspend Dapur MBG di Berastagi
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Medan wilayah kerja Provinsi Sumatera Utara dan Aceh, Donal Simanjuntak (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • KPPG Medan menghentikan sementara dapur MBG di Berastagi setelah dugaan keracunan siswa SMKN 1 Merdeka, sesuai SOP BGN untuk penanganan kejadian fatal.
  • KPPG dan Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium, sementara SPPG wajib membenahi dapur, sterilisasi, pelatihan penjamah makanan, serta evaluasi petugas.
  • Kondisi sejumlah siswa yang diduga keracunan mulai membaik setelah dipantau sekolah selama tiga hari, meski sebagian masih menjalani penanganan medis di rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selama tiga hari

Pihak SMKN 1 Merdeka Berastagi memantau siswa yang diduga keracunan bersama guru. Sejumlah siswa mulai menunjukkan perbaikan, meski sebagian masih dirawat.

Sekarang itu

KPPG Medan dan Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan yang disajikan saat kejadian untuk diuji di laboratorium.

Pada kesempatan ini

KPPG Medan menyatakan dapur SPPG pemasok MBG ke sekolah tersebut langsung disuspend sementara. Dapur dan petugasnya akan dievaluasi serta diwajibkan melakukan pembenahan.

Beberapa hari berikutnya

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diharapkan diperoleh. KPPG Medan akan melakukan koreksi setelah hasil tersedia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KPPG Medan menghentikan sementara operasional dapur MBG yang memasok makanan ke SMKN 1 Merdeka Berastagi setelah dugaan keracunan pada sejumlah siswa.
  • Who?
    KPPG Medan, Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, pengelola SPPG, serta siswa SMKN 1 Merdeka Berastagi yang terdampak dan sebagian masih mendapat perawatan medis.
  • Where?
    Dapur SPPG penyedia Makan Bergizi Gratis di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang memasok makanan untuk SMKN 1 Merdeka Berastagi.
  • When?
    Penangguhan dilakukan setelah dugaan keracunan terjadi; hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan masih menunggu beberapa hari berikutnya.
  • Why?
    Penghentian layanan dilakukan sesuai SOP BGN untuk kejadian fatal, sambil memastikan siswa terdampak ditangani dan penyebab kejadian diperiksa.
  • How?
    KPPG mengambil sampel makanan bersama Dinas Kesehatan, menunggu uji laboratorium, memantau korban, serta mewajibkan perbaikan dapur, sterilisasi, pelatihan penjamah makanan, dan evaluasi petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dapur makan gratis di Berastagi dihentikan dulu karena beberapa siswa SMKN 1 Merdeka diduga keracunan. Pak Donal dari KPPG Medan bilang anak-anak yang sakit sedang dirawat dan dipantau dokter. Makanan sudah diambil untuk diperiksa. Dapur akan dibersihkan dan diperbaiki. Beberapa siswa sekarang mulai membaik, tetapi ada yang masih di rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons KPPG Medan menunjukkan penanganan yang berfokus pada keselamatan siswa: layanan dihentikan sementara, korban dipantau sesuai arahan dokter, dan sampel makanan diuji untuk mendukung evaluasi yang terukur. Kewajiban sterilisasi, pembenahan dapur, serta pelatihan pengelolaan makanan turut mencerminkan upaya memperkuat standar higienitas, sementara sejumlah siswa mulai menunjukkan perbaikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Kepala Pusat Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak, memastikan pihaknya menghentikan sementara operasional dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, buntut dugaan keracunan yang dialami 35 siswa SMKN 1 Merdeka Berastagi.

Donal menyebut langkah penghentian layanan merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) penanganan kejadian fatal yang dimiliki Badan Gizi Nasional (BGN).

"Ya, baik, dari BGN sendiri akhirnya kita menjalankan SOP untuk kejadian fatal yang sudah ada di BGN sendiri, yaitu bahwa seluruh terdampak itu harus ditangani dengan baik, berapa pun jumlahnya tentunya sesuai dengan kaidah-kaidah otoritas kesehatan," ujar Donal.

Ia menegaskan penanganan korban sepenuhnya merujuk pada nasihat dan kesimpulan dokter penanggung jawab. Komitmen utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan perawatan optimal.

"BGN sendiri sangat memperhatikan tindakan BGN ataupun nasihat ataupun kesimpulan dari dokter. Komitmen kita adalah bagaimana anak-anak yang sedang dirawat itu kita pantau," katanya.

1. Tunggu hasil laboratorium

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Medan wilayah kerja Provinsi Sumatera Utara dan Aceh, Donal Simanjuntak (IDN Times/Indah Permata Sari)

Selain penanganan korban, KPPG Medan bersama Dinas Kesehatan melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kejadian. Sampel makanan yang disajikan pada jam kejadian telah diambil untuk diuji di laboratorium.

"Sekarang itu sudah dilakukan pengambilan sampel. Beberapa hari berikutnya kita akan mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium atas makanan yang disajikan pada jam-jam tersebut. Setelahnya kita akan melakukan koreksi," ujar Donal.

2. Dapur disuspend dan dievaluasi

256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut)

Sebagai langkah antisipasi, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok MBG ke sekolah tersebut telah disuspend sementara.

"Pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa dapur sudah langsung kita suspend sementara. Tentunya ini juga salah satu cara kami supaya tidak ada layanan selama masa-masa yang sekarang ini," tuturnya.

Selama masa penangguhan, SPPG diwajibkan melakukan pembenahan menyeluruh. Mulai dari perbaikan infrastruktur dapur, penyemprotan dan sterilisasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan penjamah makanan.

"SPPG harus menempuh langkah-langkah, misalnya dari sisi infrastruktur dapurnya itu penyemprotan. Untuk supaya mereka mendapatkan pengetahuan kemudian keterampilan praktis dalam pengelolaan makanan yang higienis dan sehat," katanya.

KPPG Medan juga akan mengevaluasi petugas yang terlibat dalam pengelolaan dapur, termasuk kepala dapur, pengawas gizi, dan pengawas keuangan.

"Untuk petugas atau kepala dapur dan juga di sana ada pengawas gizi dan pengawas keuangan, ini kita akan evaluasi lagi apakah mereka lanjut di situ atau seperti apa. Tentunya ada mekanisme yang sudah diatur," ujar Donal.

3. Kondisi siswa mulai membaik

Suasana dapur MBG di Suka Maju, usai dibersihkan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sebelumnya, Kepala SMKN 1 Merdeka Berastagi, Mbina Bangun, menyebut kondisi siswa yang diduga keracunan mulai membaik. Pihak sekolah telah melakukan pemantauan selama tiga hari bersama guru sekaligus memberikan motivasi kepada siswa.

"Dari hasil pantauan kita, ada beberapa anak-anak ini yang sudah ada perubahan kebaikan. Ada beberapa yang sudah bosan, cepat sekolah Pak katanya. Jadi saya sampaikan tetap tunggu petunjuk dari dokter," kata Mbina.

Ia mengakui kondisi siswa tidak seragam. Sebagian masih dalam penanganan tim medis di rumah sakit dan diminta tetap mengikuti instruksi dokter agar segera pulih.

Curated For You

Editorial Team

Related Article