Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
UHN Siapkan Rp30 Miliar untuk Benahi Fasilitas dan Naikkan Mutu Kampus
Para wisudawan Universitas HKBP Nommensen saat mengikuti prosesi wisuda, Jumat (23/10/2026) (dok.UHN)
  • UHN Medan mengalokasikan Rp30 miliar pada 2026–2028 untuk membenahi fasilitas, di tengah persaingan mahasiswa baru dan kendala tender yang memperlambat perbaikan.

  • Yayasan menyiapkan Nommensen International Hospital dan Smart Campus senilai sekitar Rp1 triliun, sambil mencari pendanaan tambahan melalui investasi serta kredit perbankan dan lembaga keuangan luar negeri.

  • UHN menargetkan status kampus kelas dunia melalui penguatan riset, internasionalisasi, SDM, infrastruktur, akreditasi, pembukaan prodi baru, serta pengembangan kompetensi dosen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Di tengah persaingan mendapatkan mahasiswa baru, Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan dituntut meningkatkan daya tarik dan kualitas pendidikannya. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengalokasikan Rp30 miliar selama tiga tahun untuk membenahi fasilitas kampus, sekaligus mendukung ambisi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia.

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, mengatakan anggaran tersebut dialokasikan sebesar Rp10 miliar per tahun selama periode 2026–2028. Namun, menurutnya, dana itu belum cukup untuk mendorong UHN bersaing dengan perguruan tinggi lain di Sumatra Utara.

“Kita memerlukan suntikan investasi untuk membangun universitas ini. Kita tidak bisa hanya bangga dengan sejarah dan nama besar, tetapi harus memiliki kemauan untuk terus membenahinya,” ujar Effendi dalam Rapat Terbuka Senat pada Wisuda Ahli Madya, Sarjana, Profesi, dan Magister Periode II Tahun 2026 di Auditorium UHN, Jumat (23/10/2026).

Sebanyak 1.005 lulusan diwisuda dan dilantik oleh Rektor UHN Medan, Richard A.M. Napitupulu dalam kegiatan bertema “UHN Peduli Membangun Keunggulan dan Berdampak” tersebut.

1. Fasilitas dan penerimaan mahasiswa menjadi tantangan

Para wisudawan Universitas HKBP Nommensen saat mengikuti prosesi wisuda, Jumat (23/10/2026) (dok.UHN)

Effendi menyebut keterbatasan sarana dan prasarana sebagai salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi. Kondisi fasilitas kampus dinilai turut memengaruhi daya tarik universitas bagi calon mahasiswa dan orang tua.

Di sisi penerimaan mahasiswa baru, yayasan berupaya menahan penurunan jumlah mahasiswa, meskipun beberapa fakultas masih mengalami penurunan. Namun, tidak semua fakultas menghadapi kondisi yang sama.

Effendi menyebut Fakultas Kedokteran mencatat pertumbuhan penerimaan mahasiswa lebih dari 30 hingga 40 persen. Sementara itu, Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik dinilai masih menunjukkan kinerja yang baik.

Pembenahan fasilitas juga menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. Effendi menyoroti proses tender perbaikan yang berjalan lambat pada tahun ini sehingga sejumlah pekerjaan belum rampung ketika kegiatan perkuliahan dan penerimaan mahasiswa baru berlangsung.

Akibatnya, fasilitas yang sedang dibenahi belum bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menunjukkan perubahan kepada calon mahasiswa.

Untuk mempercepat pengembangan, yayasan berupaya mencari sumber pendanaan tambahan melalui investasi dan fasilitas kredit berjangka dari perbankan, termasuk bank Himbara, bank swasta, serta lembaga keuangan luar negeri.

2. Siapkan proyek rumah sakit dan Smart Campus

Ketua Yayasan UHN Effendi Simbolon saat mengikuti prosesi wisuda, Jumat (23/10/2026) (dok.UHN)

Selain pembenahan sarana dan prasarana, yayasan juga mengupayakan pembangunan Nommensen International Hospital dan pengembangan Smart Campus UHN.

Kedua proyek strategis tersebut diperkirakan membutuhkan total investasi sekitar Rp1 triliun. Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UHN sekaligus memperluas kontribusinya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, turut mengingatkan bahwa sejarah panjang UHN perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

“Kita tetap perlu berpikir serius dan bekerja lebih sungguh lagi untuk meningkatkan kualitas kampus, kualitas dosen, penelitian, pembelajaran, tata kelola, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Victor, pembenahan tidak cukup dilakukan pada aspek fisik kampus. Kualitas dosen, penelitian, proses pembelajaran, dan tata kelola juga perlu menjadi perhatian agar pendidikan yang diberikan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

3. Targetkan kampus kelas dunia

Para wisudawan Universitas HKBP Nommensen saat mengikuti prosesi wisuda, Jumat (23/10/2026) (dok.UHN)

Di tengah upaya pembenahan tersebut, Rektor UHN Medan, Richard A.M. Napitupulu, menargetkan universitas yang telah berdiri selama 72 tahun itu menjadi world-class university atau perguruan tinggi kelas dunia.

Richard menyebut UHN telah meraih akreditasi institusi unggul dan memiliki sembilan program studi dengan akreditasi unggul.

“Ketika kami dilantik menjadi rektor, belum ada satu pun program studi unggul di Universitas HKBP Nommensen,” ujarnya.

Selain meningkatkan akreditasi, UHN telah membuka empat program studi baru, yakni S1 Pendidikan Profesi Guru, S1 Pendidikan IPA, S1 Informatika, dan S2 Ilmu Pertanian. Dua program doktor lainnya masih dalam proses di Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains.

Dari sisi sumber daya manusia, UHN memiliki 318 dosen. Sebanyak 98 dosen berkualifikasi doktor, sementara 48 lainnya sedang menempuh pendidikan doktor. Universitas tersebut juga memiliki 16 profesor dan 57 associate professor.

Richard mengatakan pengembangan universitas akan difokuskan pada lima aspek, yakni kualitas dan produktivitas riset, reputasi akademik, internasionalisasi, rasio dan kualitas sumber daya manusia, serta infrastruktur.

Untuk mendukung target tersebut, UHN akan melanjutkan program pengiriman dosen untuk menempuh pendidikan doktor pada tahun akademik 2026/2027. Universitas juga mendorong peningkatan jabatan akademik dosen menjadi associate professor dan profesor.

Richard menegaskan, upaya menuju kampus kelas dunia membutuhkan dukungan yayasan dan seluruh sivitas akademika. UHN juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang berpotensi mengubah dunia kerja dan berbagai profesi.

“Dengan berbagai capaian yang telah diraih sampai saat ini, sudah tiba waktunya bagi kita untuk membawa Universitas HKBP Nommensen menuju world-class university,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article