Jembatan Putus, Anak-anak Seberangi Sungai Lewat Pipa Air ke Sekolah

- Anak-anak sekolah di Medan nekat menyeberangi sungai Deli lewat pipa PDAM karena jembatan penghubung antara Kampung Baru dan Pangkalan Mansur sudah lama ambruk.
- Pihak kelurahan telah memasang garis polisi di lokasi bekas jembatan, namun sejumlah pelajar tetap melintas demi mempersingkat jarak menuju sekolah mereka.
- Warga berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan agar akses anak-anak ke tiga sekolah sekitar menjadi lebih aman dan mudah.
Medan, IDN Times - Siang yang terik di Kota Medan menyajikan penampakan tak biasa di bantaran sungai Deli. Barisan anak-anak sekolah menengah nekat melewati pipa PDAM di atas sungai setinggi belasan meter. Sebab, jembatan yang biasa mereka lewati sudah lama putus.
Meski di dekat bekas jembatan putus itu sudah diberi garis polisi, namun anak-anak sekolah tetap nekat melewatinya. Hal ini karena akses ke sekolah mereka menjadi sangat jauh, karena tidak ada jembatan terdekat yang menghubungkan Kelurahan Kampung Baru dengan Pangkalan Mansur.
1. Jembatan sudah lama ambruk, anak-anak sekolah nekat seberangi sungai melalui pipa PDAM

Permukaan pipa PDAM berwarna biru yang melengkung dan licin memberikan bahaya tersendiri. Namun puluhan anak-anak sekolah kerap berlalu-lalang melewatinya.
"Mereka (siswa) kerap menyeberang dan melintas dari sini, pipa PDAM. Ya, biasanya pelajar dari Kecamatan Medan Polonia dan bersekolah di Medan Maimun. Saya tidak tahu apakah orang tuanya tahu mereka setiap hari menyeberang dari sini," kata Lestari selaku Kepala Lingkungan 21 Kelurahan Kampung Baru, Medan Maimun, kepada IDN Times, Rabu (15/4/2026) siang.
Saat IDN Times berada di lokasi, tampak anak-anak sekolah menengah lewat pipa PDAM tanpa membuka sepatunya. Masih berpakaian sekolah dan memanggul ransel, mereka berhati-hati melintas ke seberang.
"Tidak semuanya memang lewat sini, hanya ada sejumlah pelajar yang nekat saja. Mungkin ya, karena tidak ada ongkos atau bagaimana. Atau mereka dikasih ongkos sama orang tuanya untuk naik angkot tapi tidak dimanfaatkan," lanjutnya.
2. Sebelum ambruk, ada anak sekolah yang tersangkut di jembatan

Lestari mengatakan bahwa sebelumnya di tempat ini ada bangunan jembatan bekas rel yang disulap warga. Mereka membangun papan-papan agar jembatan bisa dilalui. Namun kini jembatan tersebut sudah lama ambruk.
"Ini dulu jembatan bekas rel. Hanya bisa dilewati jalan kaki saja dan satu motor pun bisa dengan cara dituntun. Perlintasan kereta api ini sudah lama banget, bahkan dari jaman Belanda sudah ada. Warga lalu memperbaiki jalannya itu sampai bagus. Dibangun pakai papan untuk bawahnya. Namun tidak lama miring lagi, terus roboh," beber Lestari.
Sejak ambruk, pihak Kecamatan dan Kelurahan sudah memberi peringatan dengan memasang garis polisi. Namun tetap saja banyak yang melewati pipa PDAM berdiameter 50 cm demi memangkas jarak.
"Kemarin waktu jembatan belum roboh, ada anak yang tersangkut karena tetap memaksa melintasi jalan ini. Kemarin itu yang tersangkut anak SMP, sekarang mungkin sudah tamat. Pihak kelurahan juga sudah memasang garis polisi bahkan dikasih palang supaya jangan dilewati. Tapi tetap ada yang lewat," rinci Lestari.
3. Masyarakat berharap dibangun jembatan baru untuk memudahkan anak-anak bersekolah

Diakui oleh perempuan berkacamata itu bahwa para pelajar terpaksa harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah. Mereka yang sebelumnya hanya berjalan kaki lewat jembatan, kini harus menempuh waktu 10 menit lamanya naik angkot.
"Harus dari Aur ke Titi Kuning mutarnya, ke Avros juga bisa mutar. Ini lintas tercepat warga Polonia atau Johor ke Medan Maimun," ungkap Lestari.
Sudah ada sejumlah pihak yang mengecek kondisi para pelajar usai jembatan roboh. Lestari juga mengatakan bahwa warganya berharap jembatan baru segera dibangun. Karena ada 3 sekolah baik SD, SMP, SMA di dekat lokasi.
"Harapannya dari masyarakat ini agar jembatannya dipasang kembali. Diperbaiki, ya. Karena lalu lintas yang utama untuk warga Polonia dan Kampung Baru," pungkasnya.








![[QUIZ] Kamu Pilih Mobil Listrik atau Bensin? Ini Bisa Jadi Pertimbangan](https://image.idntimes.com/post/20260412/1000365125_eed4399d-b5d7-42e4-9022-5c669d44756d.jpg)









