Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Video Viral di Stadion Teladan, Komunitas Lari Mengaku Diundang Panpel

Video Viral di Stadion Teladan, Komunitas Lari Mengaku Diundang Panpel
Kondisi terbaru Stadion Teladan Medan jelang AFF U-19 saat dipantau Wali Kota Medan Rico Waas, Jumat (1/5/2026) (dok.Tim Media Rico Waas)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BanBan Running Club menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas video promosi di Stadion Teladan Medan yang viral pada 27 Mei 2026.
  • Mereka menegaskan kegiatan promosi dilakukan tanpa bayaran, murni karena antusiasme terhadap stadion baru, serta tidak bermaksud menimbulkan keresahan publik.
  • Sebagai langkah perbaikan, BanBan berjanji akan lebih berhati-hati dan berkoordinasi dengan pihak terkait menjelang Piala AFF U-19 2026 di Medan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times - Komunitas BanBan Running Club akhirnya buka suara terkait polemik video promosi di Stadion Teladan Medan. Lewat pernyataan resmi 4 slide di Instagram @banbanrunningclub, mereka menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi kronologis kejadian 27 Mei 2026.

Dalam penjelasan kronologis ini, pihaknya mengaku bahwa awalnya diundang Panitia Penyelenggara Piala AFF U-19 2026 pada 16 Mei 2026 untuk mempromosikan Stadion Teladan yang baru direnovasi.

1. Mereka survei lokasi dilakukan 26 Mei 2026 didampingi security pengelola stadion tanpa arahan panitia

Ilustrasi orang lari (pexels.com/AlexKinkate)
Ilustrasi orang lari (pexels.com/AlexKinkate)

Kemudian, mereka survei lokasi dilakukan 26 Mei 2026 didampingi security pengelola stadion, tanpa arahan panitia. Keesokan harinya, 27 Mei 2026, komunitas melakukan aktivitas promosi yang videonya viral di media sosial. Aksi itu memicu reaksi keras netizen, terutama pecinta sepak bola Medan.

"Jika aktivitas kami menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat Kota Medan terutama pecinta sepak bola, kami dengan tulus memohon maaf sebesar-besarnya," tulis BanBan.

2. Pihaknya membantah adanya isu bayaran

ilustrasi seseorang lari pagi (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi seseorang lari pagi (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Mereka menegaskan aksi itu murni karena antusiasme terhadap stadion baru, tanpa niat membuat keresahan. Selain itu juga, membantah adanya isu bayaran. "Kami komunitas BanBan Running Club tidak pernah menerima bayaran dan juga tidak membayar apapun kepada pihak manapun dalam kegiatan promosi ini," tegasnya.

3. BanBan berjanji ke depan akan lebih berhati-hati dan berkoordinasi

ilustrasi orang lari pagi (pexels.com/Tirachard Kumtanom)
ilustrasi orang lari pagi (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Sebagai langkah perbaikan, BanBan berjanji ke depan akan lebih berhati-hati dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait kolaborasi.Piala AFF U-19 2026 dijadwalkan berlangsung di Medan 1-14 Juni 2026. Stadion Teladan jadi salah satu venue utama turnamen ASEAN U-19 tersebut.

Baban berharap masyarakat berbesar hati menerima klarifikasi ini. Pernyataan mereka ditutup dengan disclaimer bahwa unggahan itu murni fakta dan itikad baik tanpa menunjuk pihak manapun.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana ASEAN U-19 Championship 2026 Sumut Andi Atmoko Panggabean kegiatan itu adalah upaya dari panpel untuk menguji kualitas lapangan yang telah selesai direnovasi. Dia mengakui memang belum ada izin dari AFC maupun PSSI.

"Itu sebenarnya bagian dari uji coba lapangan. Kami ingin memastikan kondisi rumput dan lapangan memang sudah baik. Jadi bukan kegiatan sembarangan atau ada niat merusak fasilitas. Secara teknis memang belum ada izin dari AFC dan PSSI untuk aktivitas di lapangan tersebut. Mungkin ada teman-teman panitia yang terlalu bersemangat ingin memperlihatkan kepada publik bahwa Stadion Teladan sudah sangat bagus," ujar Atmoko.

Sebelumnya Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas geram setelah komunitas lari masuk ke area Stadion Teladan yang masih steril. Stadion itu kini dalam tahap akhir perawatan intensif jelang turnamen AFF U-19 2026.

Rico menyayangkan insiden tersebut terjadi. Ia memahami euforia warga melihat kondisi stadion baru, tapi menegaskan koordinasi dengan Pemko Medan wajib hukumnya.

“Kami menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Kami paham mungkin ada euforia masyarakat melihat kondisi Stadion Teladan saat ini. Namun sebaiknya ada koordinasi terlebih dahulu dengan Pemko Medan,” ujar Rico, pada Jumat (29/5/2026).

Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More